Advertisement

Mitos atau Fakta, Wadah Styrofoam Berbahaya bagi Kesehatan?

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   12 Januari 2026

Wadah styrofoam mengandung zat styrene yang berisiko karsinogenik jika terpapar panas, serta sulit terurai sehingga merusak alam.

Mitos atau Fakta, Wadah Styrofoam Berbahaya bagi Kesehatan?Mitos atau Fakta, Wadah Styrofoam Berbahaya bagi Kesehatan?

DAFTAR ISI

  1. Styrofoam Itu Apa?
  2. Berbahayakah Wadah Styrofoam untuk Kesehatan?
  3. Berbahaya Juga untuk Lingkungan
  4. Tips Aman Menggunakan Styrofoam
  5. Alternatif Wadah Makanan yang Lebih Aman

Meski gerakan untuk peduli lingkungan sudah ramai digaungkan, nyatanya wadah styrofoam masih banyak digunakan untuk makanan. Selain harganya yang murah, wadah styrofoam juga bisa menahan panas dari makanan agar lebih tahan lama. 

Namun, dari segi kesehatan, wadah ini kabarnya berbahaya. Belum lagi dampak buruknya bagi lingkungan. Mau tahu lebih lanjut? Yuk simak pembahasannya berikut ini!

Styrofoam Itu Apa?

Styrofoam adalah merek dagang untuk busa polistirena, material serbaguna yang terbuat dari 95% udara dan 5 persen polistirena. Dikenal karena ringan dan sifat isolasinya, styrofoam banyak digunakan untuk berbagai keperluan.

Secara teknis, styrofoam merujuk pada expanded polystyrene (EPS) atau extruded polystyrene (XPS). EPS banyak digunakan untuk kemasan makanan dan barang elektronik, sementara XPS lebih umum digunakan sebagai insulasi bangunan.

Karakteristik utama styrofoam meliputi ringan, berwarna putih, memiliki kemampuan insulasi termal yang baik, dan tahan terhadap kebocoran. Karena sifat-sifat ini, styrofoam menjadi pilihan populer untuk wadah makanan takeaway, bantalan kemasan, insulasi, dekorasi, hingga material kerajinan tangan.

Berbahayakah Wadah Styrofoam untuk Kesehatan?

Styrofoam sebenarnya adalah merek jenis busa tertentu yang biasa digunakan industri bangunan dalam isolasi dan konstruksi. Namun, banyak yang sering menggunakan istilah ini ketika merujuk pada wadah makanan sekali pakai. 

Namun, wadah yang disebut styrofoam ini terbuat dari jenis busa polistiren yang disuntikkan produsen ke dalam cetakan untuk dibentuk. Nama asli untuk bahan ini adalah expanded polystyrene (EPS).

Busa EPS adalah bahan populer untuk wadah makanan dan minuman, karena ringan dan murah untuk diproduksi. Ia juga bertindak sebagai isolator untuk menjaga makanan dan minuman tetap hangat. 

Namun, saat ini styrofoam perlahan mulai ditinggalkan, karena dinilai tidak ramah lingkungan dan bisa membahayakan kesehatan. Beberapa ilmuwan khawatir bahwa styrofoam mengandung senyawa yang disebut styrene.

Zat ini diyakini bersifat karsinogenik atau bisa menyebabkan kanker. Penelitian pada 2018 di jurnal Epidemiology mengungkapkan kaitan zat styrene dengan kejadian kanker pada manusia.

Selain itu, penggunaan styrofoam untuk makanan yang sangat panas, atau memanaskan wadah ini di microwave juga berpotensi berbahaya. Terutama jika wadah styrofoam yang digunakan tidak memiliki label aman untuk penggunaan di microwave

Pemanasan dapat menyebabkan zat dalam EPS bocor, atau berpindah, ke dalam makanan di dalam wadah. Meskipun konsentrasi zat yang bocor mungkin tidak cukup besar untuk menyebabkan masalah kesehatan, banyak faktor yang dapat memengaruhi hasil keselamatan, termasuk:

  • Kandungan lemak dalam makanan.
  • Jenis makanan.
  • Suhu untuk pemanasan.
  • Kondisi penyimpanan wadah.
  • Lama waktu pemanasan.

Selain itu, beberapa wadah styrofoam dapat retak atau kehilangan integritas struktural jika kamu memanaskannya. Hal ini dapat menyebabkan makanan atau minuman panas bocor dan menyebabkan luka bakar.

Ketahui Mitos dan Fakta Kesehatan lainnya di sini.

Berbahaya Juga untuk Lingkungan

Selain ada potensi bahaya bagi kesehatan jika digunakan sebagai wadah makanan, wadah styrofoam juga berbahaya untuk lingkungan. Termasuk juga bagi para pekerja di pabrik wadah ini. 

Paparan styrene jangka panjang dikaitkan dengan gejala sistem saraf pusat, termasuk sakit kepala, kelelahan, kelemahan, gangguan pendengaran, dan depresi serta efek pada fungsi ginjal. 

Proses pembuatan busa EPS ini juga melepaskan hidrokarbon berbahaya, yang bergabung dengan nitrogen oksida di hadapan sinar matahari. Ini dapat membentuk polutan udara berbahaya di permukaan tanah yang disebut ozon troposfer, yang dikaitkan dengan efek kesehatan seperti mengi, sesak napas, mual, asma, dan bronkitis.

Bagi lingkungan, styrofoam bisa dibilang sebagai “musuh”. Pasalnya, dibutuhkan waktu hampir selamanya untuk bahan ini terurai secara alami. Karena sebagian besar styrofoam tidak didaur ulang, ia bisa menumpuk di tempat pembuangan sampah dan jadi masalah lingkungan yang serius. 

Jika styrofoam dibakar, bahan ini akan melepaskan karbon monoksida beracun ke udara. Jadi, jika kamu sering membakar sampah di area rumah, pastikan untuk memisahkan wadah ini, jangan sampai ikut terbakar.

Selain itu, wadah styrofoam juga bisa berbahaya bagi hewan-hewan liar. Saat rusak, potongannya sering dikonsumsi oleh hewan darat dan laut, menyebabkan penyumbatan sistem pencernaan, tersedak, dan kematian.

Tips Aman Menggunakan Styrofoam

Jika kamu tetap ingin menggunakan styrofoam, perhatikan tips berikut untuk meminimalkan risiko kesehatan:

  • Hindari panas: Jangan gunakan styrofoam untuk memanaskan makanan di microwave atau menaruh makanan yang sangat panas.
  • Batasi kontak: Gunakan styrofoam hanya sekali pakai dan hindari kontak langsung antara makanan dengan styrofoam. Beri alas kertas atau plastik yang aman untuk makanan.
  • Perhatikan jenis makanan: Hindari menggunakan styrofoam untuk makanan yang panas, berminyak, atau asam.

Yuk, ketahui juga Berbagai Tips & Trik Menjalani Hidup Sehat berikut ini.

Alternatif Wadah Makanan yang Lebih Aman

Terdapat berbagai alternatif wadah makanan yang lebih aman dan ramah lingkungan, di antaranya:

  • Kaca: Wadah kaca aman digunakan untuk berbagai jenis makanan dan tidak melepaskan zat kimia berbahaya.
  • Keramik: Seperti kaca, keramik juga inert dan aman untuk makanan.
  • Plastik PP (polypropylene) atau PET (polyethylene terephthalate): Plastik jenis ini lebih aman dibandingkan styrofoam, terutama jika berlabel food grade.
  • Wadah dari bahan alami: Pilihan seperti daun pisang, bambu, atau kertas daur ulang semakin populer sebagai alternatif yang berkelanjutan.

Itulah penjelasan seputar styrofoam yang perlu kamu ketahui. Jika kamu punya pertanyaan lain terkait tips hidup sehat lainnya, hubungi dokter spesialis gizi di Halodoc saja!

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Epidemiology. Diakses pada 2026. Styrene Exposure and Risk of Lymphohematopoietic Malignancies in 73,036 Reinforced Plastics Workers.
Safer Chemicals. Diakses pada 2026. Styrene and polystyrene foam 101.
Naturally Savvy. Diakses pada 2026. Put Down that Styrofoam Cup! Dangers of Polystyrene.
Dr. Weil. Diakses pada 2026. Is Styrofoam Safe?
Medical News Today. Diakses pada 2026. Can You Microwave Styrofoam?