Mumps: Begini Cara Penularan dan Tips Pencegahannya
Mumps menular melalui percikan air liur penderita saat batuk, bersin, atau berbagi peralatan makan dan minum.

Daftar Isi:
- Apa Itu Mumps (Gondongan)?
- Bagaimana Mumps Menular?
- Masa Inkubasi Mumps
- Gejala Mumps yang Perlu Diwaspadai
- Pencegahan Mumps: Vaksinasi MMR adalah Kunci
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kesimpulan
- Pertanyaan Umum Seputar Mumps (FAQ)
Mumps atau gondongan adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini paling sering menyerang anak-anak, tetapi juga dapat terjadi pada orang dewasa.
Yuk, bahas secara lengkap mengenai cara penularan mumps, gejala, pengobatan, dan langkah-langkah pencegahan yang efektif.
Dengan informasi yang akurat, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi diri dan keluarga dari infeksi mumps.
Apa Itu Mumps (Gondongan)?
Mumps adalah penyakit infeksi virus yang disebabkan oleh Paramyxovirus.
Ciri khas penyakit ini adalah pembengkakan pada kelenjar parotis, yaitu kelenjar ludah yang terletak di antara telinga dan rahang.
Pembengkakan ini menyebabkan rasa nyeri dan tidak nyaman saat mengunyah atau menelan.
Meskipun umumnya dianggap sebagai penyakit anak-anak, mumps dapat menyerang siapa saja yang belum memiliki kekebalan terhadap virus ini, baik melalui vaksinasi maupun infeksi sebelumnya.
Bagaimana Mumps Menular?
Tak sedikit orang yang bertanya-tanya gondongan apakah menular atau tidak. Faktanya, mumps sangat menular dan menyebar dengan mudah melalui beberapa cara:
1. Droplet (percikan air liur)
Cara penularan utama adalah melalui droplet yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, berbicara, atau tertawa.
Droplet ini dapat terhirup langsung oleh orang lain atau menempel pada permukaan.
2. Kontak langsung
Menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus mumps, kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata tanpa mencuci tangan juga dapat menyebabkan penularan.
3. Berbagi peralatan makan dan minum
Menggunakan peralatan makan dan minum yang sama dengan orang yang terinfeksi juga dapat menjadi sarana penularan.
Penting untuk dicatat bahwa, seseorang yang terinfeksi mumps dapat menularkan virus ini beberapa hari sebelum gejala muncul hingga beberapa hari setelah pembengkakan kelenjar parotis mereda.
Masa Inkubasi Mumps
Masa inkubasi mumps, yaitu waktu antara paparan virus hingga munculnya gejala, biasanya berkisar antara 16 hingga 18 hari, tetapi dapat juga berkisar antara 12 hingga 25 hari.
Selama masa inkubasi ini, orang yang terinfeksi mungkin tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi dan dapat menularkan virus kepada orang lain.
Kamu mengalami gondongan? Simak selengkapnya, Ini 7 Rekomendasi Obat Gondongan untuk Meredakan Gejala.
Gejala Mumps yang Perlu Diwaspadai
Gejala mumps yang paling umum adalah:
- Pembengkakan kelenjar parotis: Pembengkakan ini menyebabkan pipi terlihat menggembung dan disertai rasa nyeri. Pembengkakan biasanya terjadi pada kedua sisi wajah, tetapi dapat juga hanya terjadi pada satu sisi.
- Nyeri saat mengunyah atau menelan: Pembengkakan kelenjar parotis dapat menyebabkan kesulitan dan rasa nyeri saat mengunyah atau menelan makanan.
- Demam: Demam ringan hingga sedang seringkali menyertai pembengkakan kelenjar parotis.
- Sakit kepala: Sakit kepala dapat terjadi sebagai respons terhadap infeksi virus.
- Nyeri otot: Nyeri otot atau pegal-pegal dapat dirasakan di seluruh tubuh.
- Kelelahan: Merasa lelah dan lemah adalah gejala umum infeksi virus.
- Kehilangan nafsu makan: Mual dan kehilangan nafsu makan dapat terjadi.
Pada beberapa kasus, mumps dapat terjadi tanpa gejala yang jelas (asimptomatik). Namun, orang yang terinfeksi tanpa gejala tetap dapat menularkan virus kepada orang lain.
Pencegahan Mumps: Vaksinasi MMR adalah Kunci
Cara paling efektif untuk mencegah mumps adalah dengan vaksinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella). Vaksin MMR sangat aman dan efektif dalam memberikan perlindungan terhadap ketiga penyakit tersebut.
Vaksin MMR biasanya diberikan dalam dua dosis:
- Dosis Pertama: Pada usia 12-15 bulan.
- Dosis Kedua: Pada usia 4-6 tahun (sebelum masuk sekolah).
Vaksinasi MMR sangat direkomendasikan untuk semua anak-anak. Orang dewasa yang belum pernah divaksinasi atau tidak memiliki riwayat penyakit mumps juga dianjurkan untuk mendapatkan vaksinasi.
Selain vaksinasi, menjaga kebersihan diri, seperti mencuci tangan secara teratur dan menghindari berbagi peralatan makan dan minum dengan orang lain, juga dapat membantu mencegah penyebaran mumps.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan dengan dokter jika Ibu atau anggota keluarga lain mengalami gejala mumps, terutama jika disertai dengan:
- Demam tinggi.
- Sakit kepala parah.
- Leher kaku.
- Nyeri testis (pada pria).
- Nyeri perut bagian bawah (pada wanita).
- Kehilangan pendengaran.
- Kejang.
Gejala-gejala tersebut dapat mengindikasikan komplikasi serius yang memerlukan penanganan medis segera.
Kesimpulan
Mumps adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan ditandai dengan pembengkakan kelenjar parotis. Penyakit ini menular melalui droplet, kontak langsung, dan berbagi peralatan makan dan minum.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai penyakit mumps dan cara pencegahannya, kamu dapat berkonsultasi dengan dokter di Halodoc.
Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc.
Produknya 100% asli original dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.
Yuk, download Halodoc sekarang juga!
Referensi:
CDC. Diakses pada 2025. Mumps.
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Mumps.
NHS. Diakses pada 2025. Mumps.
Healthline. Diakses pada 2025. Mumps: Prevention, Symptoms, and Treatment.
Pertanyaan Umum Seputar Mumps (FAQ)
- Apakah mumps bisa dicegah?
Ya, mumps dapat dicegah dengan vaksinasi MMR.
- Apakah mumps berbahaya?
Mumps umumnya tidak berbahaya, tetapi dapat menyebabkan komplikasi serius pada beberapa kasus.
- Apakah orang yang sudah pernah mumps bisa terkena lagi?
Kekebalan terhadap mumps biasanya berlangsung seumur hidup setelah terinfeksi atau divaksinasi.
- Bagaimana cara merawat anak yang terkena mumps di rumah?
Berikan istirahat yang cukup, kompres hangat atau dingin pada kelenjar parotis yang bengkak, berikan obat pereda nyeri jika diperlukan, dan pastikan anak minum banyak cairan.


