
Neutrofil: Fungsi Penting dan Kadar Normal yang Harus Kamu Tahu
Fungsi utama neutrofil adalah melindungi tubuh dari infeksi, terutama yang disebabkan oleh bakteri dan jamur.

DAFTAR ISI
- Pengertian Neutrofil
- Fungsi Neutrofil dalam Tubuh
- Kadar Normal Neutrofil
- Kondisi Neutrofil Abnormal (Neutropenia dan Neutrofilia)
- Studi Mengenai Neutrofil
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Sistem kekebalan tubuh manusia memiliki berbagai “pasukan” pertahanan, dan salah satu yang paling krusial adalah sel darah putih (leukosit). Jika membahas tentang sel darah putih, kamu mungkin bertanya-tanya, apa itu neutrofil? Singkatnya, neutrofil adalah jenis sel darah putih yang jumlahnya paling dominan di dalam aliran darah manusia.
Penting untuk memahami apa itu neutrofil, sebab sel ini bertindak sebagai garis pertahanan pertama saat tubuh terserang infeksi, terutama yang disebabkan oleh bakteri dan jamur. Saat tubuh mendeteksi adanya luka atau benda asing, neutrofil akan menjadi sel pertama yang bermigrasi ke area tersebut untuk membunuh patogen penyebab penyakit sebelum menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Mengingat peranannya yang sangat besar dalam imunitas, mengetahui kadar neutrofil melalui pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk mendeteksi berbagai masalah kesehatan sejak dini. Apabila jumlahnya terlalu tinggi atau terlalu rendah, itu bisa menjadi pertanda adanya infeksi, peradangan, atau masalah pada sumsum tulang.
Lantas, bagaimana cara sel ini bekerja, berapa kadar normal yang ideal, dan apa yang terjadi jika kadarnya tidak normal? Berikut adalah ulasan lengkap mengenai apa itu neutrofil yang perlu kamu ketahui!
Pengertian Neutrofil
Neutrofil adalah sejenis sel darah putih granulosit. Disebut granulosit karena sel ini memiliki butiran-butiran kecil (granula) di dalam sitoplasmanya yang mengandung enzim dan bahan kimia pembunuh kuman. Neutrofil diproduksi di sumsum tulang belakang manusia dari sel punca (stem cell) dan kemudian dilepaskan ke dalam aliran darah.
Dalam kondisi normal, neutrofil menyumbang sekitar 50 hingga 70 persen dari total sel darah putih yang bersirkulasi dalam tubuh orang dewasa. Berbeda dengan beberapa jenis sel darah lainnya yang dapat hidup dalam hitungan bulan atau tahun, umur neutrofil sangat pendek, yakni hanya sekitar kurang dari 24 jam. Itulah mengapa sumsum tulang belakang manusia harus memproduksi sekitar 100 miliar neutrofil baru setiap harinya demi menjaga pertahanan tubuh tetap optimal.
Fungsi Neutrofil dalam Tubuh
Setelah mengetahui apa itu neutrofil, hal yang tak kalah penting adalah memahami bagaimana sel ini bekerja menjaga kesehatanmu. Neutrofil memiliki beberapa mekanisme unik dalam melawan infeksi:
- Fagositosis: Ini adalah proses di mana neutrofil menelan bakteri atau jamur. Mirip dengan karakter permainan Pac-Man, neutrofil akan “memakan” mikroorganisme berbahaya tersebut dan menghancurkannya menggunakan enzim yang ada di dalam granulanya.
- Degranulasi: Neutrofil dapat melepaskan enzim dan bahan kimia dari granulanya secara langsung ke lingkungan sekitarnya untuk membunuh kuman di luar sel.
- Perangkap Ekstraseluler Neutrofil (NETs): Sel ini dapat membuat semacam “jaring” dari DNA dan protein mereka sendiri untuk menangkap dan membunuh mikroba di luar sel, mencegah infeksi menyebar lebih luas.
Tips Menjaga Kadar Sel Darah Putih Tetap Sehat
- Konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya akan protein, vitamin C, vitamin E, dan zinc.
- Rutin berolahraga ringan hingga sedang minimal 30 menit sehari.
- Kelola stres dengan baik melalui teknik relaksasi, meditasi, atau hobi.
- Istirahat dan tidur yang cukup, idealnya 7-8 jam per malam untuk orang dewasa.
Kadar Normal Neutrofil
Kadar neutrofil dapat diketahui melalui pemeriksaan laboratorium yang disebut Hitung Jenis Darah Lengkap (Complete Blood Count with Differential). Dalam hasil tes laboratorium, kamu mungkin akan melihat parameter bernama Absolute Neutrophil Count (ANC) atau jumlah neutrofil absolut.
Bagi orang dewasa yang sehat, rentang nilai normal untuk neutrofil absolut umumnya berada di angka 2.500 hingga 7.000 neutrofil per mikroliter (mcL) darah. Jika dinyatakan dalam bentuk persentase, nilainya berkisar antara 50% hingga 70% dari total leukosit.
Namun, nilai referensi ini bisa sedikit bervariasi bergantung pada standar laboratorium masing-masing tempat kamu melakukan pemeriksaan, serta dapat dipengaruhi oleh faktor usia, ras, dan kehamilan.
Kondisi Neutrofil Abnormal (Neutropenia dan Neutrofilia)
1. Neutropenia (Kadar Neutrofil Rendah)
Neutropenia adalah kondisi di mana jumlah neutrofil dalam darah berada di bawah batas normal (biasanya di bawah 1.500 per mcL). Orang dengan neutropenia sangat rentan terkena infeksi serius karena tubuh kehilangan garda terdepannya. Penyebab neutropenia bisa bermacam-macam, mulai dari efek samping kemoterapi, infeksi virus berat (seperti HIV atau hepatitis), gangguan autoimun, hingga kekurangan nutrisi berat. Jika mengalami kelelahan ekstrem, sariawan yang tak kunjung sembuh, atau demam yang sering berulang, sangat penting bagi pasien untuk berkonsultasi mengenai gejala tersebut, dan dokter mungkin akan merujuk tes darah guna memastikan diagnosis yang akurat.
2. Neutrofilia (Kadar Neutrofil Tinggi)
Sebaliknya, neutrofilia terjadi ketika jumlah neutrofil melebihi batas normal (biasanya di atas 8.000 per mcL). Ini umumnya adalah respons alami tubuh yang sedang melawan peradangan atau infeksi, terutama infeksi bakteri. Namun, neutrofilia juga bisa disebabkan oleh faktor lain seperti stres fisik maupun emosional yang ekstrem, merokok, olahraga berat, penggunaan obat kortikosteroid, atau dalam kasus yang lebih serius, penyakit kanker darah seperti leukemia. Untuk mendukung proses penyembuhan dari infeksi ringan yang memicu tingginya leukosit, pastikan asupan nutrisi tercukupi. Jika dari asupan makanan belum optimal, tidak ada salahnya menambahkan asupan vitamin guna mengembalikan kebugaran daya tahan tubuh.
Studi Mengenai Neutrofil
National Institutes of Health (NIH) pernah mempublikasikan studi yang menyoroti fleksibilitas neutrofil dalam sistem imun. Berdasarkan penelitian medis yang berkembang, fungsi neutrofil rupanya tidak sekadar sebagai pembunuh bakteri saja, melainkan juga berperan penting sebagai penghubung antara sistem imun bawaan dan sistem imun adaptif.
Studi ini menjelaskan bahwa ketika neutrofil diaktifkan melalui paparan patogen, neutrofil juga mengeluarkan sinyal kimia berupa sitokin yang akan memanggil dan menginstruksikan sel-sel imun lainnya (seperti makrofag dan sel T) untuk bergabung dalam pertempuran melawan penyakit. Temuan ini menegaskan betapa krusialnya memastikan kadar neutrofil tetap seimbang agar seluruh rantai sistem imun berfungsi semestinya.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Neutrophils.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Low white blood cell count (Neutropenia).
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Physiology, Neutrophils.
MedlinePlus. Diakses pada 2024. Absolute Neutrophil Count (ANC).
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Immune System and White Blood Cells.
FAQ
1. Apa bedanya neutrofil dengan jenis leukosit lainnya?
Neutrofil adalah sel pertama yang datang ke lokasi infeksi bakteri dan jamur serta bertugas secara cepat untuk fagositosis (“memakan” kuman). Berbeda dengan limfosit (yang lebih fokus memproduksi antibodi dan melawan virus) atau eosinofil (yang utamanya bertugas melawan infeksi parasit dan merespons alergi).
2. Apa yang harus dilakukan jika hasil tes menunjukkan neutrofil rendah?
Jika kadar neutrofilmu rendah (neutropenia), kamu harus sangat berhati-hati menjaga kebersihan diri untuk menghindari infeksi. Segera berkonsultasi dengan dokter untuk mencari tahu penyebab pastinya, mencuci tangan secara teratur, menghindari kerumunan, dan tidak mengonsumsi makanan mentah atau setengah matang tanpa arahan dokter.
3. Apakah infeksi virus bisa memengaruhi jumlah neutrofil?
Ya, sangat bisa. Meski neutrofil berfokus pada bakteri, infeksi virus yang parah seringkali menyebabkan penekanan pada sumsum tulang, yang berujung pada penurunan jumlah neutrofil secara sementara di dalam aliran darah.
4. Apakah neutrofilia selalu berbahaya?
Tidak selalu. Kadar neutrofil yang tinggi seringkali menandakan bahwa tubuhmu sedang bekerja secara normal untuk merespons suatu ancaman, seperti infeksi bakteri atau stres fisik. Namun, jika kondisinya tinggi tanpa sebab yang jelas dan tidak kunjung turun, hal itu butuh pemeriksaan lebih lanjut guna menyingkirkan risiko penyakit autoimun atau masalah darah bawaan.


