• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Nyeri di Belakang Mata, Tanda Lain dari Demam Berdarah

Nyeri di Belakang Mata, Tanda Lain dari Demam Berdarah

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh World Health Organization (WHO) disebutkan kalau nyeri di belakang mata adalah tanda lain dari demam berdarah. Selain itu, gejala lainnya adalah sakit kepala, mual muntah, pembengkakan kelenjar, nyeri sendi tulang dan otot, serta ruam.

Demam berdarah menyebabkan gejala seperti flu, yang berlangsung selama 2–7 hari. Demam berdarah biasanya terjadi setelah masa inkubasi 4–10 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi. Informasi selengkapnya mengenai gejala demam berdarah bisa dibaca di sini.

Demam Berdarah Bisa Berdampak pada Mata

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Eye World disebutkan demam berdarah dapat memicu komplikasi pada mata. Ini termasuk komplikasi area anterior (uveitis anterior) di mana terdapat inflamasi meluas di area mata.

Baca juga: 6 Gejala Awal Demam Berdarah Anak yang Harus Ibu Tahu

Demam berdarah juga berpotensi pada penglihatan. Demam berdarah dapat merusak penglihatan mulai dari penglihatan kabur ringan hingga katastropik dan kebutaan parah. Makulopati dengue adalah adanya pembengkakan makula, perdarahan, dan bintik-bintik kuning di makula karena memengaruhi pembuluh darah retina atau koroid. 

Pengidap demam berdarah yang mengalami komplikasi mata ada yang sembuh tetapi sebagian tidak menanggapi pengobatan yang diberikan. Penyebab komplikasi okular akibat demam berdarah masih belum dipahami dengan baik. 

Namun, sampai saat ini penyebabnya adalah pelepasan sitokin dengan sifat vasoaktif (peningkatan tekanan darah) dan prokoagulan (proses pembekuan) sebagai respons terhadap aktivasi imunologis disinyalir menjelaskan terjadinya oklusi vaskular retina yang terlihat pada pengidap demam berdarah. 

Kemudian, peradangan yang ditimbulkan oleh demam berdarah menyebabkan kebocoran kapiler dan kerusakan sawar darah (membran pemisah sirkulasi darah) yang mengakibatkan uveitis anterior. 

Informasi lebih detail mengenai gejala demam berdarah bisa ditanyakan ke aplikasi HalodocDokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Pencegahan Demam Berdarah

Tidak ada vaksin untuk demam berdarah dan berbeda dengan malaria. Tidak ada obat yang dapat digunakan untuk mencegah infeksi saat bepergian di bagian dunia di mana demam berdarah sering terjadi.

Baca juga: Begini Perbedaan Bintik Demam Berdarah dan Campak

Pencegahan yang dapat dilakukan termasuk menghindari digigit nyamuk saat berada di daerah di mana demam berdarah terjadi. Langkah-langkah berikut ini dapat melindungi kamu dari terkena demam berdarah:

  1. Kenakan pakaian/topi yang menutupi lengan, kaki, dan kepala.
  2. Pakailah sepatu ketimbang sandal.
  3. Oleskan obat nyamuk ke kulit yang terpapar. Penolak yang paling efektif adalah mengandung DEET (diethyltoluamide) pada konsentrasi 30–50 persen.
  4. Gunakan insektisida permetrin pada pakaian dan sepatu.
  5. Tidur di bawah kelambu.
  6. Gunakan alat pengusir serangga listrik atau obat nyamuk.
  7. Cobalah untuk tinggal di akomodasi yang memiliki tirai serangga di pintu dan jendela atau ruangan ber-AC.

Tidak ada pengobatan khusus untuk demam berdarah. Karena demam berdarah disebabkan oleh virus, antibiotik tidak bermanfaat dalam memerangi infeksi. Perawatan yang direkomendasikan akan bertujuan untuk mengurangi keparahan gejala adalah:

  1. Istirahat yang cukup.
  2. Asupan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi karena muntah dan demam.
  3. Obat pereda nyeri seperti parasetamol, yang dapat membantu meredakan ketidaknyamanan dan mengurangi demam. Obat antiinflamasi non steroid (NSAID) seperti aspirin dan ibuprofen harus dihindari karena dapat meningkatkan perdarahan.
  4. Dalam kasus demam berdarah yang parah, rawat inap dan perawatan dengan cairan intravena atau transfusi darah mungkin diperlukan, terutama jika terjadi perdarahan parah.
Referensi:
Eye World. Diakses pada 2020. Dengue fever & uveitis?
Southern Cross. Diakses pada 2020. Dengue fever - symptoms, treatment, prevention.
Medicine Net. Diakses pada 2020. Dengue   Fever:  Symptoms  & Signs.
World  Health Organization. Diakses pada 2020. Dengue/Severe dengue frequently asked questions.