Ad Placeholder Image

Organel Sel Hewan dan Fungsinya yang Perlu Kamu Tahu

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 22 Juni 2026

Organel sel hewan adalah komponen penting yang menjaga fungsi sel tetap berjalan optimal.

Organel Sel Hewan dan Fungsinya yang Perlu Kamu TahuOrganel Sel Hewan dan Fungsinya yang Perlu Kamu Tahu

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu membayangkan bagaimana tubuh manusia dan hewan bisa berfungsi dengan begitu sempurna? Jawabannya ada pada unit kehidupan terkecil yang menyusun tubuh kita, yaitu sel. Jutaan, bahkan triliunan sel bekerja tanpa henti setiap detiknya untuk memastikan kita bisa bernapas, bergerak, mencerna makanan, hingga berpikir. Karena manusia termasuk dalam kelompok mamalia, sel yang menyusun tubuh kita pada dasarnya memiliki struktur dan fungsi yang sama dengan sel hewan pada umumnya.

Mempelajari gambar sel hewan dan fungsinya bukan sekadar materi biologi di sekolah. Memahami bagaimana sel bekerja adalah kunci utama untuk memahami bagaimana tubuh kita berfungsi, bagaimana penyakit bisa muncul, dan bagaimana pengobatan medis bekerja. Misalnya, ketika kamu mengonsumsi obat-obatan, obat tersebut berinteraksi langsung dengan reseptor yang ada di permukaan membran sel atau masuk ke dalam sel untuk memperbaiki gangguan tertentu.

Sayangnya, kerusakan pada tingkat seluler sering kali menjadi awal mula dari berbagai masalah kesehatan serius, mulai dari penuaan dini, peradangan kronis, gangguan metabolisme, hingga penyakit berbahaya seperti kanker. Oleh karena itu, mengenali bagian-bagian sel dan fungsinya bisa memberi kita wawasan lebih luas tentang pentingnya menjaga kesehatan dari dalam ke luar.

Lantas, seperti apa sebenarnya anatomi dari sel hewan dan apa saja fungsi dari setiap bagian (organel) yang ada di dalamnya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Apa Itu Sel Hewan?

Sel hewan adalah unit dasar kehidupan yang menyusun tubuh semua hewan, termasuk manusia. Sel ini tergolong ke dalam sel eukariotik, yang berarti sel tersebut memiliki inti sel (nukleus) yang sejati, di mana materi genetik atau DNA dibungkus oleh sebuah membran pelindung yang disebut membran inti. Berbeda dengan bakteri yang merupakan sel prokariotik (tanpa membran inti), sel hewan memiliki struktur internal yang jauh lebih kompleks dan terorganisir.

Salah satu ciri khas utama dari sel hewan adalah ketiadaan dinding sel yang kaku. Hal ini membuat sel hewan memiliki bentuk yang sangat fleksibel dan dapat berubah-ubah sesuai dengan fungsinya. Fleksibilitas inilah yang memungkinkan hewan dan manusia memiliki berbagai jenis jaringan yang dinamis, seperti jaringan otot yang bisa berkontraksi, sel saraf yang bisa menjalar panjang, hingga sel darah merah yang bisa menyusup ke pembuluh darah kapiler yang sangat sempit.

Di dalam sel hewan, terdapat berbagai struktur kecil yang disebut organel. Layaknya organ-organ di dalam tubuh manusia (seperti jantung, paru-paru, dan lambung), setiap organel di dalam sel memiliki tugas dan fungsi spesifik yang sangat krusial. Ada yang bertugas menghasilkan energi, mencerna limbah, mencetak protein, hingga mengatur seluruh aktivitas sel.

Tahukah Kamu?
  1. Tubuh seorang manusia dewasa rata-rata tersusun atas sekitar 30 hingga 37 triliun sel hewan.
  2. Setiap menitnya, tubuh manusia memproduksi sekitar 300 juta sel baru untuk menggantikan sel-sel yang rusak atau mati.
  3. Sel telur (ovum) manusia adalah salah satu sel hewan terbesar yang bisa dilihat dengan mata telanjang tanpa bantuan mikroskop.

Anatomi dan Fungsi Organel Sel Hewan

Untuk bisa membayangkan sebuah sel hewan, anggaplah sel tersebut seperti sebuah kota metropolis yang sangat sibuk. Ada pusat pemerintahan, pabrik energi, sistem transportasi, hingga sistem pengelolaan limbah. Berikut adalah bagian-bagian (organel) utama dari sel hewan beserta fungsinya:

1. Membran Sel (Plasma Membrane)

Membran sel adalah lapisan terluar yang membungkus seluruh isi sel. Strukturnya terdiri dari lapisan ganda fosfolipid (phospholipid bilayer) yang bersifat semi-permeabel. Artinya, membran ini bertindak layaknya gerbang tol atau satpam yang menyeleksi ketat zat-zat apa saja yang boleh masuk ke dalam sel (seperti nutrisi dan oksigen) dan zat apa yang harus dikeluarkan (seperti karbon dioksida dan limbah metabolisme). Membran sel juga memiliki reseptor yang berfungsi untuk menerima sinyal kimia dari luar, seperti hormon.

2. Inti Sel (Nukleus)

Nukleus adalah “otak” atau pusat kendali dari sel hewan. Di dalam nukleus tersimpan materi genetik berupa DNA (Deoxyribonucleic Acid) yang membawa cetak biru (blueprint) sifat-sifat keturunan. Nukleus bertugas mengontrol seluruh aktivitas sel, mulai dari pertumbuhan, metabolisme, hingga proses pembelahan sel. Di dalam nukleus juga terdapat nukleolus (anak inti) yang berperan penting dalam pembentukan ribosom.

3. Sitoplasma dan Sitosol

Sitoplasma adalah cairan kental mirip gel yang mengisi ruang di dalam sel, di antara membran sel dan nukleus. Bagian cair dari sitoplasma disebut sitosol, yang sebagian besar terdiri dari air, garam, dan berbagai molekul organik. Sitoplasma berfungsi sebagai tempat mengapungnya organel-organel sel dan menjadi tempat terjadinya berbagai reaksi kimia penting di tingkat seluler.

4. Mitokondria

Mitokondria sering dijuluki sebagai “powerhouse of the cell” atau pabrik energi sel. Organel ini berbentuk lonjong dengan membran dalam yang berlipat-lipat (krista). Fungsi utama mitokondria adalah melakukan respirasi seluler, yaitu mengubah glukosa dan oksigen dari makanan yang kita konsumsi menjadi energi dalam bentuk ATP (Adenosine Triphosphate). Sel-sel yang membutuhkan banyak energi, seperti sel otot jantung, memiliki jumlah mitokondria yang jauh lebih banyak.

5. Ribosom

Ribosom adalah pabrik pembuat protein di dalam sel. Ukurannya sangat kecil dan tersebar di dua tempat: ada yang melayang bebas di sitoplasma (untuk membuat protein yang digunakan di dalam sel), dan ada pula yang menempel pada Retikulum Endoplasma Kasar (untuk membuat protein yang akan dikirim ke luar sel atau ke membran membran). Protein ini sangat vital untuk perbaikan jaringan, pembentukan enzim, dan hormon.

6. Retikulum Endoplasma (RE)

Retikulum Endoplasma adalah jaringan membran labirin yang berfungsi sebagai sistem transportasi sel. RE terbagi menjadi dua jenis:

  • RE Kasar: Permukaannya ditempeli ribosom. Berfungsi dalam proses sintesis (pembuatan) dan modifikasi protein.
  • RE Halus: Tidak memiliki ribosom. Berfungsi dalam sintesis lipid (lemak), metabolisme karbohidrat, serta mendetoksifikasi (menetralkan) racun dan obat-obatan. Hati manusia memiliki sel dengan RE halus yang sangat banyak untuk menyaring racun dari tubuh.

7. Badan Golgi (Aparatus Golgi)

Jika ribosom dan RE adalah pabrik produksi, maka Badan Golgi adalah pusat pengemasan dan distribusi sel (seperti kantor pos). Organel ini menerima protein dan lipid dari RE, memodifikasinya, lalu mengemasnya ke dalam kantung kecil yang disebut vesikel. Vesikel ini kemudian dikirim ke berbagai lokasi tujuan di dalam sel atau dikeluarkan ke luar sel.

8. Lisosom

Lisosom bertindak sebagai sistem pencernaan dan pengelolaan limbah sel. Organel ini mengandung enzim hidrolitik yang sangat kuat. Fungsinya adalah mencerna makanan seluler, menghancurkan bakteri atau virus berbahaya yang masuk ke dalam sel, serta mendaur ulang organel sel yang sudah tua atau rusak (proses yang disebut autofagi). Jika lisosom pecah, sel akan mencerna dirinya sendiri dan mati (autolisis).

9. Sitoskeleton (Kerangka Sel)

Meski tidak punya dinding sel, sel hewan tetap memiliki bentuk karena disangga oleh sitoskeleton. Sitoskeleton adalah jaringan serat protein (terdiri dari mikrotubulus, mikrofilamen, dan filamen intermediet) yang membentang di seluruh sitoplasma. Fungsinya adalah mempertahankan bentuk sel, memungkinkan sel untuk bergerak, dan memandu pergerakan organel di dalam sel.

10. Sentrosom dan Sentriol

Sentriol adalah organel berbentuk tabung silinder yang hanya ditemukan pada sel hewan. Sepasang sentriol membentuk struktur yang disebut sentrosom. Organel ini memiliki peran yang sangat krusial saat sel hewan melakukan pembelahan (mitosis dan meiosis), yaitu dengan membentuk benang spindel yang menarik kromosom agar terbagi rata ke sel anak.

Proses Vital di Dalam Sel Hewan

Untuk menunjang kehidupan makhluk hidup, sel hewan melakukan beberapa proses biologis yang sangat penting, antara lain:

1. Respirasi Seluler

Ini adalah proses bagaimana sel bernapas untuk menghasilkan energi. Menggunakan oksigen yang dibawa oleh darah, mitokondria akan memecah glukosa menjadi ATP. Proses inilah yang menjadi alasan mengapa kita harus terus-menerus bernapas dan makan.

2. Pembelahan Sel

Tubuh hewan dan manusia bertumbuh besar dari seorang bayi hingga dewasa karena sel-selnya terus membelah. Selain untuk pertumbuhan, sel membelah diri (melalui proses mitosis) untuk memperbaiki jaringan yang terluka, misalnya saat kulit tergores.

3. Apoptosis (Kematian Sel Terprogram)

Sel tidak hidup selamanya. Agar sel yang rusak atau bermutasi genetik tidak berubah menjadi sel kanker, sel hewan memiliki mekanisme bunuh diri terprogram yang disebut apoptosis. Ini adalah mekanisme pertahanan alami tubuh untuk membuang sel-sel berbahaya.

Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Meskipun sel hewan dan sel tumbuhan sama-sama tergolong sel eukariotik, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan, karena kebutuhan bertahan hidup hewan dan tumbuhan itu berbeda. Berikut adalah perbedaan utamanya:

  • Dinding Sel: Sel tumbuhan memiliki dinding sel yang kaku dari selulosa, sehingga tumbuhan tidak bisa bergerak bebas. Sel hewan tidak memiliki dinding sel, membuatnya fleksibel.
  • Kloroplas: Sel tumbuhan memiliki kloroplas untuk melakukan fotosintesis (membuat makanan sendiri dari cahaya matahari). Sel hewan tidak memilikinya karena hewan mendapatkan makanan dengan memakan organisme lain.
  • Vakuola: Pada tumbuhan, vakuola sangat besar dan berfungsi menyimpan air serta nutrisi. Pada sel hewan, vakuola biasanya kecil atau bahkan tidak ada sama sekali.
  • Sentriol: Sel hewan memiliki sentriol untuk membantu pembelahan sel, sedangkan sel tumbuhan umumnya tidak memilikinya.
  • Bentuk: Sel tumbuhan cenderung memiliki bentuk tetap (kotak atau poligonal kaku), sedangkan sel hewan bentuknya tidak beraturan dan bisa berubah-ubah.
Faktor Pemicu Kerusakan Sel pada Manusia
  1. Paparan radikal bebas berlebih dari polusi udara, asap rokok, dan radiasi sinar UV.
  2. Pola makan buruk yang tinggi gula, memicu peradangan sistemik dan merusak mitokondria.
  3. Kurangnya waktu tidur, yang menghambat proses autofagi (pembersihan limbah oleh lisosom).

Kaitan Kesehatan Sel dengan Tubuh Manusia

Banyak sekali penyakit mematikan pada manusia yang sebenarnya bermula dari kerusakan pada organel sel atau mutasi DNA di dalam inti sel. Misalnya, penyakit kanker terjadi ketika gen pengendali pertumbuhan di dalam nukleus bermutasi, menyebabkan sel membelah secara tak terkendali dan menolak proses apoptosis.

Kondisi medis lainnya adalah penyakit mitokondria, di mana mitokondria gagal memproduksi energi yang cukup. Ini bisa menyebabkan otot menjadi sangat lemah, gangguan pertumbuhan, hingga masalah fungsi otak. Selain itu, ada juga penyakit terkait enzim lisosom (seperti penyakit Tay-Sachs), di mana tubuh tidak bisa memecah lemak beracun yang akhirnya menumpuk dan merusak sel saraf di otak.

Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala penyakit yang tidak wajar, kelelahan kronis yang tidak bisa dijelaskan, atau tanda-tanda yang mengarah pada kondisi bawaan, sangat disarankan untuk segera mencari bantuan medis profesional guna mendapatkan diagnosis yang tepat. Kamu bisa langsung konsultasi ke dokter Halodoc dengan mudah kapan saja dan di mana saja dari smartphone kamu.

Cara Menjaga Kesehatan Sel Tubuh

Mengingat pentingnya fungsi sel, menjaga kesehatan di tingkat seluler adalah kunci awet muda dan terhindar dari penyakit kronis. Beberapa langkah yang bisa kamu lakukan antara lain:

  • Konsumsi Antioksidan: Radikal bebas bisa merusak membran sel dan DNA. Mengonsumsi buah dan sayuran kaya vitamin C, E, dan beta-karoten bisa menetralisir radikal bebas ini.
  • Cukup Minum Air: Sitosol sebagian besar adalah air. Dehidrasi parah bisa membuat sel mengerut dan tidak bisa melakukan reaksi metabolisme.
  • Rutin Berolahraga: Olahraga merangsang tubuh untuk memproduksi lebih banyak mitokondria di dalam sel otot, sehingga kamu tidak mudah lelah.

Untuk melengkapi kebutuhan gizi yang menunjang kesehatan regenerasi sel, kamu juga bisa menambah asupan vitamin harian. Kini, kamu tidak perlu repot keluar rumah, kamu bisa beli suplemen, vitamin, atau obat-obatan di Halodoc, dan pesananmu akan diantar langsung ke depan pintu rumah dengan aman dan terjamin keasliannya.

Studi Mengenai Kesehatan Seluler dan Penuaan

Nature Reviews Molecular Cell Biology menerbitkan studi komprehensif pada tahun 2019 yang menjelaskan bahwa disfungsi organel-organel sel hewan, khususnya mitokondria dan lisosom, adalah salah satu pendorong utama proses penuaan biologis (aging).

Studi ini menemukan bahwa ketika efisiensi mitokondria dalam menghasilkan energi menurun seiring bertambahnya usia, tubuh akan mengalami stres oksidatif yang lebih tinggi. Selain itu, penurunan kemampuan lisosom dalam membersihkan “sampah seluler” menyebabkan penumpukan toksin yang berujung pada penyakit degeneratif saraf seperti Alzheimer dan Parkinson. Hal ini membuktikan bahwa upaya perlindungan di tingkat sel sangat menentukan kualitas hidup manusia di masa tua.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Nature Reviews Molecular Cell Biology. Diakses pada 2024. Organelle dysfunction in aging.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Cell Structure and Function.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Cells: What They Are & How They Work.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Genomic basis of health and disease.
Biology Dictionary. Diakses pada 2024. Animal Cell – Structure, Parts, Functions, and Labeled Diagram.

FAQ

1. Apakah sel manusia sama persis dengan sel hewan?

Secara umum, ya. Manusia termasuk ke dalam kerajaan Animalia. Oleh karena itu, tingkat seluler kita diklasifikasikan sebagai sel hewan karena kita tidak memiliki dinding sel dan kloroplas, serta membutuhkan asupan energi dari luar (heterotrof).

2. Apa yang akan terjadi jika mitokondria dalam sel rusak?

Jika mitokondria rusak, sel tidak bisa memproduksi energi (ATP) yang cukup. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan ekstrem, kelemahan otot, hingga gangguan pada organ-organ vital seperti otak dan jantung yang membutuhkan energi konstan untuk berfungsi.

3. Mengapa sel hewan tidak memiliki dinding sel?

Sel hewan tidak memiliki dinding sel agar bisa bergerak secara dinamis dan fleksibel. Kebebasan bentuk sel ini penting untuk berbagai fungsi tubuh hewan yang kompleks, seperti menelan patogen (pada sel darah putih) atau meregangkan jaringan otot saat bergerak.

4. Bagaimana cara sel baru terbentuk di dalam tubuh?

Sel baru terbentuk melalui proses pembelahan sel yang dikendalikan oleh inti sel (nukleus). Pada jaringan tubuh biasa, sel membelah dengan cara mitosis, di mana satu sel induk membelah menjadi dua sel anak yang memiliki struktur DNA yang identik untuk menggantikan jaringan yang rusak atau mati.