Ad Placeholder Image

Panduan WHO tentang Herpes Zoster: Kenali Gejala dan Penanganannya

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlian Dimas SpDVE   27 Oktober 2025

Herpes zoster adalah infeksi virus yang menyebabkan ruam nyeri dan perlu dikenali sejak awal.

Panduan WHO tentang Herpes Zoster: Kenali Gejala dan PenanganannyaPanduan WHO tentang Herpes Zoster: Kenali Gejala dan Penanganannya

DAFTAR ISI


Herpes zoster atau dikenal juga sebagai shingles adalah penyakit yang sering menyerang orang dewasa, terutama mereka yang pernah mengalami cacar air. 

Menurut World Health Organization (WHO), penyakit ini bisa menimbulkan rasa nyeri hebat dan ruam pada kulit, serta menyebabkan komplikasi jangka panjang bila tidak ditangani dengan tepat.

Karena sering kali gejalanya mirip dengan penyakit kulit lain, banyak orang terlambat menyadari bahwa yang mereka alami adalah herpes zoster. 

Padahal, pengobatan sejak dini bisa mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi serius seperti postherpetic neuralgia (nyeri berkepanjangan setelah ruam sembuh).

Apa Itu Herpes Zoster?

Herpes zoster adalah infeksi virus yang disebabkan oleh varicella-zoster virus (VZV), yakni virus yang sama dengan penyebab cacar air. 

Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus ini tidak benar-benar hilang, tetapi tetap “tertidur” di dalam sistem saraf. 

Ketika sistem kekebalan tubuh menurun, virus bisa aktif kembali dan menyebabkan herpes zoster.

WHO menjelaskan bahwa herpes zoster ditandai oleh ruam nyeri dengan lepuhan berisi cairan di satu sisi tubuh, sering kali di area dada, wajah, atau punggung. 

Virus ini dapat memengaruhi sistem saraf, sehingga rasa sakitnya bisa bertahan lama bahkan setelah ruam sembuh.

Siapa yang Berisiko Mengalami Herpes Zoster?

Semua orang yang pernah terkena cacar air berisiko mengalami herpes zoster. Namun, beberapa faktor dapat meningkatkan risikonya:

  • Usia di atas 50 tahun. WHO mencatat bahwa herpes zoster paling sering terjadi pada kelompok usia lanjut.
  • Sistem kekebalan tubuh lemah, misalnya orang yang terkena HIV/AIDS, kanker, atau penggunaan obat imunosupresif.
  • Kondisi medis kronis, seperti diabetes, penyakit ginjal kronis, dan gangguan paru.
  • Stres berat, baik fisik maupun emosional, yang bisa menurunkan daya tahan tubuh.

Bagaimana Gejala Herpes Zoster Terlihat?

Gejala herpes zoster biasanya muncul secara bertahap. Tanda-tanda awalnya bisa dirasakan 1–5 hari sebelum ruam muncul, berupa:

  • Sensasi nyeri, panas, kesemutan, atau mati rasa di satu sisi tubuh.
  • Setelah beberapa hari, muncul ruam merah yang berubah menjadi lepuhan berisi cairan.
  • Lepuhan ini biasanya berkelompok mengikuti pola saraf dan tidak melewati garis tengah tubuh.
  • Setelah 7–10 hari, lepuhan mengering dan membentuk kerak.
  • Beberapa orang juga mengalami demam, menggigil, kelelahan, dan sakit kepala.

Jika ruam muncul di area wajah atau dekat mata (herpes zoster ophthalmicus), kondisi ini tergolong serius dan dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen.

Apakah Herpes Zoster Menular?

Kamu tidak bisa tertular herpes zoster langsung dari orang lain. Namun, cairan dari lepuhan orang yang terkena herpes zoster bisa menularkan virus varicella-zoster ke orang yang belum pernah kena cacar air. Akibatnya, orang tersebut bisa terkena cacar air, bukan herpes zoster.

Penularan terjadi melalui kontak langsung dengan cairan dari lepuhan. Karena itu, WHO menegaskan pentingnya orang dengan herpes zoster untuk menutup area ruam, menjaga kebersihan tangan, dan menghindari kontak dengan:

  • Ibu hamil yang belum pernah mengalami cacar air atau belum divaksinasi,
  • Bayi baru lahir, dan
  • Orang dengan sistem imun lemah.

Penanganan dan Pengobatan Herpes Zoster Menurut WHO

Penanganan herpes zoster bertujuan untuk mengurangi nyeri, mempercepat penyembuhan, dan mencegah komplikasi. Menurut WHO, berikut penganganan herpes zoster yang bisa dilakukan:

1. Obat antivirus

Obat seperti acyclovir, valacyclovir, atau famciclovir efektif bila diberikan dalam 72 jam sejak ruam pertama kali muncul.

Antivirus dapat mengurangi durasi dan keparahan penyakit, serta menurunkan risiko komplikasi seperti postherpetic neuralgia.

2. Obat pereda nyeri

Dokter bisa meresepkan analgesik, obat antinyeri saraf seperti gabapentin atau pregabalin, hingga krim topikal untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan.

3. Perawatan luka dan kebersihan kulit

Jaga agar area ruam tetap bersih dan kering, hindari menggaruk atau memecahkan lepuhan.

4. Konsultasi segera bila muncul komplikasi

Bila ruam melibatkan area mata, telinga, atau menyebabkan nyeri parah, segera cari pertolongan medis.

Menurut WHO, pengobatan dini sangat krusial karena membantu mempersingkat masa sakit dan menekan risiko komplikasi jangka panjang.

Pencegahan dan Peran Vaksinasi

Vaksinasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah herpes zoster. WHO dan CDC merekomendasikan vaksin herpes zoster untuk orang dewasa berusia 50 tahun ke atas, atau mereka yang memiliki risiko lebih tinggi akibat penyakit tertentu.

Selain vaksinasi, kamu juga bisa mencegah herpes zoster dengan menjaga daya tahan tubuh:

  • Tidur cukup dan kelola stres dengan baik.
  • Konsumsi makanan bergizi.
  • Rutin olahraga ringan.

Vaksinasi Herpes Zoster (Cacar Api) (Shingrix) Kini Bisa di Rumah Lewat Halodoc

Vaksinasi Shingrix adalah vaksin yang bisa memberikan perlindungan pada orang dewasa terhadap penyakit herpes zoster (cacar ular / cacar api) serta Neuralgia Pasca Herpetik (PHN), yaitu rasa nyeri saraf jangka panjang yang terjadi setelah terkena herpes zoster.

Untungnya, saat ini terdapat layanan Halodoc Homecare sehingga Vaksinasi Herpes Zoster (Shingrix) dapat dilakukan dengan mudah tanpa harus keluar rumah (tersedia di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar).

Nah, berikut beberapa keunggulan melakukan imunisasi anak dan vaksin dewasa lewat layanan Homecare & Vaksinasi di Halodoc:

  • Vaksinasi diberikan 100% oleh Dokter Khusus Vaksinasi. Ini Daftar Dokter yang Tangani Layanan Vaksin Halodoc Homecare.
  • Protokol kesehatan ketat.
  • Setelah vaksin diberikan, petugas medis akan melakukan observasi kondisi kesehatanmu untuk memastikan tidak ada efek samping yang berbahaya.
  • Partner resmi produsen vaksin internasional sehingga vaksin terjamin keasliannya dan sudah terdaftar BPOM.
  • Hemat waktu dan biaya.
  • Harga vaksin influenza mulai dari Rp2.799.000,-, kamu bahkan bisa melakukan family booking untuk mendapatkan ekstra diskon.
  • Tanpa perlu antre menunggu.
  • Tanpa biaya tambahan.
  • Setelah tindakan, kamu akan mendapat gratis voucher senilai 25rb di Halodoc untuk chat dokter.

Jika kamu belum pernah mendapatkan vaksin herpes zoster, tunggu apalagi?

Kamu bisa order melalui aplikasi Halodoc atau hubungi langsung nomor WhatsApp 0888-0999-9226.

Booking Vaksinasi Herpes Zoster (Cacar Api) (Shingrix) Lebih Mudah di Rumah Lewat Halodoc.

Yuk, segera pesan layanan Halodoc Homecare vaksin herpes zoster sekarang!

Kapan Kamu Harus ke Dokter?

Kamu disarankan segera memeriksakan diri ke dokter bila mengalami gejala berikut:

  • Ruam nyeri yang muncul di satu sisi tubuh dan tidak membaik setelah beberapa hari.
  • Ruam di area wajah, dekat mata, atau telinga.
  • Nyeri parah yang tidak tertahankan meski ruam sudah hilang.
  • Kondisi imun lemah atau sedang hamil dan mengalami gejala mirip herpes zoster.

Diagnosis dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius, seperti infeksi kulit sekunder, kehilangan penglihatan, atau postherpetic neuralgia.

Ketahui informasi lebih dalam soal Herpes Zoster / Cacar Api – Gejala, Penyebab & Pengobatannya di sini.

Kesimpulan

Herpes zoster adalah reaktivasi virus penyebab cacar air yang bisa menyebabkan ruam nyeri dan komplikasi serius bila tidak ditangani. 

WHO menekankan pentingnya deteksi dini, pengobatan antiviral sesegera mungkin, dan vaksinasi untuk pencegahan.

Jika kamu mengalami gejala mencurigakan seperti ruam nyeri di satu sisi tubuh, segera hubungi dokter spesialis kulit di Halodoc agar mendapatkan pertolongan pertama yang tepat.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. 

Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2025. Shingles (Herpes Zoster) Fact Sheet 2024.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2025. Clinical Overview of Shingles 2024.
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Diakses pada 2025. Shingles (Herpes Zoster): Symptoms and Causes.
Healthline. Diakses pada 2025. Everything You Need to Know About Shingles.
National Health Service UK. Diakses pada 2025. Shingles Overview.
WHO Position Paper on Varicella and Herpes Zoster Vaccines. Diakses pada 2025. Weekly Epidemiological Record, No. 25, 2014.