• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Paparan Debu Batu Bara Sebabkan Black Lung Disease
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Paparan Debu Batu Bara Sebabkan Black Lung Disease

Paparan Debu Batu Bara Sebabkan Black Lung Disease

2 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 19 Desember 2022

“Debu batu bara yang berbahaya dapat merusak paru-paru jika dihirup dalam jangka waktu yang lama. Gejalanya pun sering tidak muncul bahkan hingga bertahun-tahun.”

Paparan Debu Batu Bara Sebabkan Black Lung DiseasePaparan Debu Batu Bara Sebabkan Black Lung Disease

Halodoc, Jakarta – Debu batu bara adalah golongan debu dari jenis fibrogenik, debu yang sangat berbahaya yang dapat merusak paru-paru dan mengganggu fungsi kerjanya. Paparan debu batu bara dalam jangka lama bisa merusak paru-paru. Kondisi ini dikenal sebagai Black Lung Disease atau Coal Worker’s Pneumoconioisus karena umumnya dialami oleh para penambang batu bara.

Penyebab utama penyakit ini adalah menghirup debu batu bara yang mengandung karbon dan silika. Partikel-partikel tersebut amat berbahaya ketika terhirup karena akan mengendap di alveoli. Hal ini akan menyebabkan peradangan paru-paru kronis dan lambat laun membentuk jaringan parut. 

Gejala Black Lung Disease

Jika kamu bekerja sebagai penambang batu bara, bukan berarti kamu akan terkena penyakit paru-paru hitam. Ahli memperkirakan sekitar 16 persen penambang batu bara pada akhirnya mungkin memiliki masalah paru-paru akibat debu batu bara.

Diperlukan waktu bertahun-tahun atau puluhan tahun untuk penyakit ini berkembang. Bahkan beberapa orang tidak memiliki gejala sampai mereka pensiun. Akan tetapi, ketika gejala mulai muncul, kemungkinan besar akan memunculkan gejala seperti:

  • Batuk.
  • Sesak napas.
  • Sulit bernafas.
  • Sesak dada.
  • Mengeluarkan lendir hitam.

Cara Mengobati dan Mencegah Black Lung Disease

Sebenarnya, tidak ada obat khusus untuk penyakit ini. Perawatan umum biasanya hanya bertujuan untuk meredakan gejala, mencegah kerusakan lebih lanjut pada paru-paru, dan meningkatkan kualitas hidup.

Dokter mungkin akan meresepkan obat untuk menjaga saluran udara tetap terbuka, seperti inhaler, terutama jika pengidap juga memiliki gejala asma.  Oksigen tambahan juga dapat diresepkan jika kadar oksigen pengidap rendah, terutama saat mereka sedang aktif atau tidur.

Jika pengidap merokok, dokter akan mendesak untuk berhenti. Pasalnya, merokok dapat menyebabkan kerusakan paru-paru lebih lanjut dan dapat memperburuk gejala.

Dokter juga dapat merekomendasikan program rehabilitasi paru untuk membantu menemukan cara bernapas lebih baik. Dalam kasus yang sangat jarang, dokter mungkin merekomendasikan transplantasi paru-paru. Pengidap akan melewati banyak pengujian untuk memastikan bahwa mereka cukup sehat untuk operasi.

Penyakit paru-paru hitam merupakan penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan, namun dapat dihindari dan dicegah. Untuk itu, perlu mengetahui standar keselamatan kerja dan pola hidup sehat sebagai penambang batu bara, seperti berikut ini:

  • Pakai masker.
  • Cuci debu dari kulit yang terbuka.
  • Cuci muka dan tangan mereka sebelum makan, minum, atau minum obat.
  • Tidak merokok.
  • Lakukan rontgen dada secara teratur.

Pengidap juga harus tetap waspada dengan kondisi kesehatan lain, seperti flu. Karena flu adalah penyebab utama pneumonia (infeksi paru-paru), sehingga sangat disarankan untuk mendapatkan imunisasi flu tahunan atau vaksin pneumonia.

Itulah penjelasan tentang black lung disease. Apabila kamu perlu konsultasi terkait masalah kesehatan paru-paru, cobalah berkonsultasi ke dokter spesialis pulmonologi. Kamu pun bisa mengunjungi rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Tunggu apa lagi, yuk segera  download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
American Lung Association. Diakses pada 2022. Coal Worker’s Pneumoconiosis (Black Lung Disease)
WebMD. Diakses pada 2022. What Is Black Lung Disease?