Passing Atas & Bawah: Teknik Jitu Voli!

DAFTAR ISI
- Mengenal Apa Itu Passing dalam Bola Voli
- Teknik Passing Bawah yang Benar
- Teknik Passing Atas untuk Akurasi Tinggi
- Manfaat Bermain Voli bagi Kesehatan Tubuh
- Risiko Cedera dan Cara Mengatasinya
- Studi Terkait
- FAQ
Dalam dunia olahraga, khususnya bola voli, istilah passing adalah salah satu kosakata yang paling sering didengar. Sebagai salah satu teknik dasar yang paling krusial, penguasaan passing akan menentukan seberapa baik alur permainan sebuah tim. Tanpa passing yang akurat, seorang setter tidak akan bisa memberikan umpan matang, dan spiker tidak akan bisa melakukan serangan yang mematikan.
Bagi kamu yang baru memulai hobi bermain voli, memahami bahwa passing adalah fondasi utama adalah langkah awal yang sangat penting. Secara medis dan fisiologis, gerakan passing melibatkan koordinasi mata dan tangan yang intens, serta kekuatan otot inti (core) dan tungkai bawah. Olahraga ini bukan sekadar memukul bola, melainkan sebuah aktivitas fisik yang menuntut kesiapan sistem muskuloskeletal yang prima.
Penting untuk menangani setiap keluhan fisik yang muncul saat berlatih teknik ini. Kesalahan posisi tangan atau kaki yang berulang dapat menyebabkan cedera pada persendian atau jaringan lunak. Oleh karena itu, selain mempelajari tekniknya, kamu juga perlu mengetahui cara menjaga kesehatan tubuh agar tetap bugar saat di lapangan.
Nah, mau tahu apa saja ulasan lengkap mengenai teknik passing dan bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatanmu? Berikut ulasannya!
Mengenal Apa Itu Passing dalam Bola Voli
Secara harfiah, passing adalah teknik mengoper bola kepada rekan satu tim dalam area lapangan sendiri sebelum bola diseberangkan ke area lawan. Dalam peraturan bola voli, setiap tim hanya diperbolehkan menyentuh bola maksimal tiga kali. Passing biasanya menjadi sentuhan pertama atau kedua dalam rangkaian serangan tersebut.
Tujuan utama dari passing adalah untuk mengendalikan bola yang datang dari servis lawan atau serangan lawan (dig), kemudian mengarahkannya ke arah teman setim dengan kecepatan dan ketinggian yang terkontrol. Jika passing dilakukan dengan buruk, bola akan sulit dikendalikan dan risiko kehilangan poin menjadi sangat besar.
Dilihat dari sudut pandang biomekanika, passing menuntut tubuh untuk melakukan gerakan eksplosif yang terkendali. Otot-otot seperti deltoid (bahu), brachioradialis (lengan bawah), dan quadriceps (paha) bekerja secara sinergis untuk menciptakan dorongan yang stabil pada bola.
Teknik Passing Bawah yang Benar
Passing bawah atau underhand pass adalah teknik yang paling sering digunakan untuk menerima bola servis atau bola yang datang dengan kecepatan tinggi dan posisi rendah. Teknik ini mengandalkan permukaan lengan bawah sebagai bidang pantul bola.
1. Posisi Tubuh dan Kaki
Buka kaki selebar bahu atau sedikit lebih lebar. Rendahkan lutut hingga posisi tubuh dalam keadaan agak jongkok. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan dan memberikan tenaga tambahan saat mendorong bola ke atas. Berat badan harus bertumpu pada ujung depan kaki agar kamu bisa bergerak cepat ke segala arah.
2. Posisi Tangan
Satukan kedua telapak tangan dengan posisi salah satu telapak berada di atas telapak lainnya, kemudian pertemukan kedua jempol secara sejajar. Pastikan kedua lengan dalam keadaan lurus dan terkunci (sikunya tidak menekuk). Area yang bersentuhan dengan bola adalah bagian lengan bawah, tepatnya di atas pergelangan tangan.
3. Perkenaan Bola
Saat bola datang, jangan mengayunkan lengan terlalu tinggi melebihi bahu. Cukup gunakan kekuatan dari dorongan kaki (lutut yang tadinya menekuk menjadi lurus) untuk memberikan energi pada bola. Jika kamu mengayunkan tangan terlalu kuat, bola akan sulit dikontrol arahnya.
Teknik Passing Atas untuk Akurasi Tinggi
Berbeda dengan passing bawah, passing atas atau overhand pass biasanya digunakan untuk bola-bola yang datang di atas kepala dengan kecepatan yang lebih lambat. Teknik ini lebih mengandalkan kekuatan jari-jari tangan untuk mengarahkan bola dengan akurasi yang sangat tinggi.
1. Posisi Jemari
Bentuk kedua tangan seperti mangkuk atau setengah lingkaran tepat di depan dahi. Regangkan jari-jari kamu, namun tetap relaks. Pastikan ibu jari dan telunjuk membentuk pola menyerupai segitiga atau hati (tanpa bersentuhan).
2. Kontak dengan Bola
Sentuhan bola dilakukan dengan bantalan jari-jari, bukan dengan telapak tangan. Saat bola menyentuh jari, segera lakukan gerakan mendorong yang lembut namun tegas dengan meluruskan lengan dan pergelangan tangan. Kekuatan utama berasal dari kelenturan pergelangan tangan dan koordinasi jari-jari.
3. Lanjutan Gerakan (Follow Through)
Setelah bola terlepas, pastikan tangan tetap mengikuti arah bola sejenak untuk menjaga stabilitas arah umpan. Gerakan ini memastikan bola tidak “double touch” atau dianggap sebagai pelanggaran oleh wasit.
Tips Menghindari Kesalahan Saat Passing
- Jangan menunggu bola datang dalam posisi berdiri tegak; selalu siap dengan lutut menekuk.
- Hindari mengepalkan tangan terlalu keras saat passing bawah karena akan membuat pantulan bola menjadi tidak stabil.
- Pastikan pandangan selalu tertuju pada bola, bukan pada rekan setim.
Manfaat Bermain Voli bagi Kesehatan Tubuh
Sebagai seorang apoteker, saya sering menekankan bahwa aktivitas fisik seperti bola voli adalah investasi kesehatan jangka panjang. Melakukan teknik passing secara rutin memberikan berbagai manfaat medis bagi tubuh kamu:
1. Meningkatkan Kepadatan Tulang
Voli adalah olahraga beban (weight-bearing) yang melibatkan lompatan dan gerakan dinamis. Aktivitas ini merangsang sel-sel osteoblas untuk memperkuat struktur tulang, sehingga membantu mencegah osteoporosis di masa tua.
2. Kesehatan Kardiovaskular
Intensitas permainan yang cepat membuat jantung bekerja lebih efisien dalam memompa darah. Hal ini membantu menurunkan risiko tekanan darah tinggi dan menjaga kadar kolesterol tetap stabil.
3. Koordinasi Neuromuskular
Passing menuntut otak untuk memproses informasi visual (arah bola) dan meresponsnya dengan gerakan motorik yang sangat presisi dalam hitungan detik. Ini melatih sistem saraf kamu agar tetap tajam dan responsif.
Risiko Cedera dan Cara Mengatasinya
Meskipun menyehatkan, olahraga voli tidak lepas dari risiko cedera. Beberapa masalah kesehatan yang sering muncul akibat aktivitas ini antara lain:
1. Kram dan Nyeri Otot
Kelelahan otot setelah latihan intensitas tinggi sering kali menyebabkan akumulasi asam laktat. Jika kamu mengalami hal ini, kamu bisa beli obat online di Halodoc seperti pereda nyeri topikal atau suplemen magnesium untuk membantu relaksasi otot.
2. Cedera Sendi (Sprain dan Strain)
Salah mendarat setelah melompat atau posisi tangan yang tidak tepat saat passing bawah bisa menyebabkan keseleo. Jika pembengkakan tidak kunjung reda dalam 24 jam, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosa yang tepat.
Studi Mengenai Aktivitas Fisik dan Olahraga Beregu
The Journal of Sports Medicine and Physical Fitness menerbitkan studi di tahun 2021 yang menjelaskan bahwa olahraga beregu seperti bola voli memiliki dampak positif yang lebih tinggi terhadap kesehatan mental dibandingkan olahraga individu.
Studi tersebut menemukan bahwa interaksi sosial dan koordinasi antar pemain dalam teknik seperti passing dapat menurunkan tingkat stres dan kecemasan secara signifikan. Selain itu, aktivitas ini meningkatkan produksi endorfin yang bertanggung jawab atas perasaan bahagia dan relaks setelah berolahraga.
Penting untuk selalu mendengarkan sinyal dari tubuh kamu. Jika kamu merasakan nyeri yang tajam atau tidak biasa saat melakukan passing, segera hentikan aktivitas dan istirahatkan area yang sakit.
Kamu bisa mendapatkan produk kesehatan pendukung seperti balsem otot atau pelindung sendi dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Exercise: 7 benefits of regular physical activity.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Common Volleyball Injuries and Prevention.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Manfaat Olahraga Bagi Kesehatan Tubuh.
FIVB (International Volleyball Federation). Diakses pada 2026. Basic Volleyball Skills: Passing and Setting.
NCBI. Diakses pada 2026. Biomechanics of Volleyball Skills.
FAQ
1. Kenapa tangan terasa sakit setelah melakukan passing bawah?
Rasa sakit biasanya muncul karena pembuluh darah kapiler di permukaan kulit lengan bawah sedikit pecah akibat hantaman bola. Ini wajar bagi pemula. Seiring waktu, kulit dan jaringan di bawahnya akan beradaptasi. Pastikan teknik perkenaan bola sudah benar agar hantaman tidak mengenai tulang pergelangan tangan.
2. Bolehkah passing atas dilakukan dengan telapak tangan?
Tidak disarankan. Passing atas menggunakan telapak tangan (slapping) akan membuat bola tidak terkontrol dan biasanya akan dianggap pelanggaran carry atau lift oleh wasit. Selalu gunakan bantalan jari-jari untuk sentuhan yang halus dan presisi.
3. Bagaimana cara memperkuat otot untuk passing?
Latihan yang fokus pada forearm (lengan bawah), shoulder press untuk bahu, dan squat untuk kekuatan kaki sangat membantu. Kamu juga bisa mengonsumsi protein yang cukup untuk membantu pemulihan jaringan otot setelah berlatih.
4. Apakah penderita asam urat boleh bermain voli?
Tergantung pada kondisi persendian. Selama tidak dalam fase serangan akut, olahraga intensitas ringan-sedang diperbolehkan. Namun, karena voli melibatkan banyak tekanan pada lutut dan pergelangan kaki, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mulai bermain secara kompetitif.
## Punya Keluhan Nyeri Otot Setelah Main Voli? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan seperti nyeri otot atau sendi setelah berolahraga, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
HILDA ([Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.



