Ad Placeholder Image

Pegal di Betis Bukan Kelelahan, Ini Penyebabnya

10 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

Pegal betis bisa disebabkan kram otot sampai asam urat.

Pegal di Betis Bukan Kelelahan, Ini PenyebabnyaPegal di Betis Bukan Kelelahan, Ini Penyebabnya

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasakan sensasi berat, kaku, atau nyeri yang menusuk di area betis setelah seharian beraktivitas? Betis pegal adalah keluhan yang sangat umum dialami oleh masyarakat Indonesia, mulai dari pekerja kantoran yang terlalu lama duduk, atlet, hingga ibu rumah tangga. Meskipun sering dianggap sepele dan dianggap hanya sebagai tanda kelelahan biasa, rasa tidak nyaman ini jika dibiarkan dapat mengganggu mobilitas dan kualitas tidur kamu.

Kondisi ini secara medis bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari penumpukan asam laktat akibat otot yang bekerja terlalu keras, dehidrasi yang menyebabkan gangguan elektrolit, hingga kondisi sirkulasi darah yang kurang lancar di area tungkai bawah. Penting bagi kamu untuk memahami penyebab spesifiknya agar bisa memberikan penanganan yang tepat, baik melalui istirahat, peregangan, maupun penggunaan produk kesehatan yang sesuai.

Penanganan yang cepat tidak hanya membantu meredakan rasa nyeri, tetapi juga mencegah risiko cedera otot yang lebih serius. Jika keluhan ini sering muncul, ada baiknya kamu mulai menyiapkan persediaan obat oles atau suplemen saraf di rumah. Kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan produk kesehatan yang praktis tanpa harus keluar rumah.

Nah, mau tahu apa saja pilihan produk untuk mengatasi betis pegal? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Obat Betis Pegal yang Ampuh

Untuk meredakan rasa pegal dan nyeri pada betis, penggunaan obat topikal (oles) dan suplemen neurotropik sering kali menjadi pilihan utama karena efektivitasnya dalam menargetkan sumber nyeri secara langsung. Berikut adalah daftar produk yang direkomendasikan oleh apoteker untuk membantu kamu pulih lebih cepat:

1. Counterpain Cream 30 g

Counterpain Cream adalah salah satu salep pereda nyeri otot yang paling populer di Indonesia. Produk ini bekerja dengan memberikan sensasi hangat yang kuat pada area betis, yang kemudian membantu mendilatasi pembuluh darah lokal dan merelaksasi serat otot yang tegang. Kandungan utamanya adalah Methyl Salicylate, Menthol, dan Eugenol.

Methyl Salicylate berfungsi sebagai analgesik topikal yang menyerap ke dalam jaringan untuk menghambat enzim penyebab peradangan. Sementara itu, Menthol memberikan efek pendinginan awal diikuti rasa hangat, dan Eugenol memberikan efek anestesi lokal ringan untuk mengurangi rasa nyeri yang menusuk.

Dosis dan aturan pakai:

  • Gunakan 3-4 kali sehari pada bagian betis yang terasa pegal.
  • Oleskan secukupnya dan pijat perlahan hingga krim meresap sempurna.
  • Hanya untuk pemakaian luar dan jangan gunakan pada luka terbuka.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Counterpain Cream 30 g di Toko Kesehatan Halodoc

2. Voltaren Emulgel 10 g

Jika pegal pada betis kamu disertai dengan pembengkakan atau rasa nyeri akibat peradangan (seperti cedera olahraga), Voltaren Emulgel adalah pilihan yang sangat efektif. Berbeda dengan krim hangat biasa, Voltaren mengandung Diclofenac Diethylamine 1% yang merupakan obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS).

Teknologi emulgel-nya memungkinkan zat aktif menembus lapisan kulit dengan cepat menuju jaringan yang meradang di bawahnya. Voltaren tidak hanya menghilangkan rasa nyeri, tetapi juga bekerja langsung pada sumber peradangan untuk mempercepat pemulihan jaringan otot atau tendon di betis.

Dosis dan aturan pakai:

  • Oleskan pada betis sebanyak 3-4 kali sehari.
  • Jumlah yang dioleskan tergantung pada luas area yang nyeri (seukuran buah ceri atau kenari).
  • Cuci tangan setelah penggunaan, kecuali jika tangan adalah area yang diobati.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Voltaren Emulgel 10 g di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Pencegahan Betis Pegal
  1. Lakukan peregangan dinamis sebelum berolahraga dan peregangan statis setelahnya.
  2. Pastikan asupan cairan terpenuhi (minimal 2 liter air per hari) untuk mencegah kram otot.
  3. Gunakan sepatu dengan bantalan yang baik jika kamu harus berdiri atau berjalan dalam waktu lama.

3. Salonpas Koyo Pereda Nyeri 10 Lembar

Bagi kamu yang lebih menyukai penanganan yang praktis dan tahan lama, Salonpas Koyo adalah solusinya. Koyo ini menggunakan teknologi transdermal patch yang melepaskan zat aktif secara perlahan selama beberapa jam. Kandungan Methyl Salicylate, Menthol, dan Camphor di dalamnya bekerja sinergis untuk memberikan efek hangat dan menenangkan saraf otot.

Kelebihan menggunakan koyo adalah kamu tidak perlu khawatir krim menempel pada pakaian. Salonpas sangat efektif digunakan pada malam hari sebelum tidur agar betis terasa lebih ringan saat bangun di pagi hari.

Dosis dan aturan pakai:

  • Bersihkan dan keringkan area betis sebelum ditempelkan.
  • Lepaskan plastik lapisan dan tempelkan pada bagian yang nyeri.
  • Gunakan maksimal 3-4 kali sehari dengan durasi tempel maksimal 8 jam per lembar.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Salonpas Koyo Pereda Nyeri di Toko Kesehatan Halodoc

4. Hot In Cream Botol 60 ml

Hot In Cream adalah sediaan analgesik berbentuk krim yang memiliki tekstur tidak lengket dan cepat meresap. Keunggulannya adalah sensasi panasnya yang pas dan aromanya yang menenangkan, sehingga sering digunakan untuk mengatasi pegal linu, nyeri sendi, hingga perut kembung. Kandungan Menthol dan Methyl Salicylate-nya bekerja aktif meredakan ketegangan otot betis setelah beraktivitas berat.

Karena kemasannya yang praktis dalam bentuk botol, produk ini mudah dibawa ke mana saja, terutama bagi kamu yang hobi mendaki gunung atau melakukan perjalanan jauh (traveling).

Dosis dan aturan pakai:

  • Oleskan secara merata pada area betis yang pegal.
  • Dapat digunakan berulang kali sesuai kebutuhan.
  • Hindari penggunaan pada anak di bawah usia 2 tahun.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Hot In Cream Botol 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

5. Neurobion Forte 10 Tablet

Terkadang, rasa pegal di betis bukan hanya masalah otot, melainkan gangguan pada sistem saraf tepi yang disebut neuropati. Jika pegal kamu disertai rasa kesemutan, kebas, atau rasa seperti tersetrum, kamu mungkin membutuhkan vitamin neurotropik. Neurobion Forte mengandung Vitamin B1 (Thiamine), B6 (Pyridoxine), dan B12 (Cyanocobalamin) dalam dosis tinggi.

Vitamin B kompleks ini bekerja memperbaiki metabolisme sel saraf dan mempercepat regenerasi sel saraf yang rusak. Dengan saraf yang sehat, hantaran sinyal pada otot betis akan menjadi lebih normal, sehingga keluhan pegal kronis dapat berkurang.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 tablet sehari, atau sesuai petunjuk dokter.
  • Sebaiknya dikonsumsi sesudah makan untuk menghindari iritasi lambung.
  • Telan tablet secara utuh dengan air putih.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Neurobion Forte di Toko Kesehatan Halodoc

Penyebab Betis Pegal yang Sering Terjadi

Memahami penyebab di balik nyeri betis sangat penting untuk menentukan langkah pencegahan. Berikut adalah beberapa faktor utama mengapa betis kamu terasa pegal:

1. Kelelahan Otot (Overuse)

Penyebab paling umum adalah penggunaan otot betis secara berlebihan. Berjalan jauh, berdiri terlalu lama saat bekerja, atau melakukan olahraga intensitas tinggi tanpa istirahat yang cukup dapat menyebabkan robekan mikro pada serat otot gastrocnemius dan soleus. Hal ini memicu respon peradangan alami tubuh yang dirasakan sebagai pegal linu.

2. Kram Otot dan Dehidrasi

Betis sering kali menjadi lokasi utama terjadinya kram otot secara tiba-tiba. Hal ini biasanya dipicu oleh ketidakseimbangan elektrolit (seperti kekurangan kalium, magnesium, atau kalsium) yang sering diperparah oleh dehidrasi. Tanpa cairan yang cukup, otot tidak dapat berkontraksi dan berelaksasi dengan lancar.

3. Sirkulasi Darah yang Buruk

Kondisi seperti varises atau insufisiensi vena kronis dapat menyebabkan darah menumpuk di tungkai bawah karena katup vena tidak bekerja optimal. Akibatnya, tekanan di area betis meningkat, menyebabkan rasa berat, pegal, dan kadang pembengkakan di sore atau malam hari.

4. Kekurangan Vitamin Neurotropik

Kekurangan Vitamin B1, B6, dan B12 dapat menyebabkan gangguan pada saraf di area kaki. Saraf yang tidak ternutrisi dengan baik cenderung lebih sensitif terhadap nyeri, sehingga aktivitas ringan sekalipun dapat membuat betis terasa sangat pegal dan mudah lelah.

Studi Mengenai Nyeri Otot dan Vitamin B

The Journal of International Medical Research menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa pemberian kombinasi vitamin B neurotropik (B1, B6, dan B12) secara signifikan dapat membantu mengurangi intensitas nyeri pada pasien dengan gangguan saraf perifer dan ketegangan otot kronis.

Penelitian ini menunjukkan bahwa vitamin B6 berperan penting dalam sintesis neurotransmiter, sementara B12 mendukung pembentukan mielin (lapisan pelindung saraf). Relevansinya bagi penderita betis pegal adalah pemulihan saraf yang lebih cepat dapat mengurangi persepsi nyeri dan meningkatkan kekuatan otot tungkai bawah dalam jangka panjang.

Jika pegal pada betis kamu berlangsung lebih dari dua minggu, disertai pembengkakan yang hebat, kemerahan, atau rasa panas yang tidak biasa, segera konsultasi ke dokter Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat dan penanganan medis lebih lanjut.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Calf Pain: Causes, Treatments, and When to See a Doctor.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Muscle Cramps: Management and Prevention.
WebMD. Diakses pada 2026. Why Do My Calves Hurt?.
Healthline. Diakses pada 2026. 10 Causes of Calf Pain and How to Treat Them.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Mengenal Kram Otot dan Cara Mengatasinya.

FAQ

1. Apakah betis pegal berbahaya?

Umumnya tidak berbahaya dan disebabkan oleh kelelahan. Namun, jika pegal hanya terjadi pada satu kaki dan disertai bengkak serta nyeri hebat, itu bisa menjadi tanda Deep Vein Thrombosis (DVT) yang memerlukan penanganan darurat.

2. Berapa lama koyo boleh ditempelkan di betis?

Idealnya, koyo digunakan selama 8 hingga 12 jam. Jangan menempelkan koyo baru segera setelah melepas yang lama di titik yang sama untuk menghindari iritasi kulit.

3. Apakah kekurangan kalsium bisa bikin betis pegal?

Ya, kalsium berperan dalam kontraksi otot. Kekurangan mineral ini bisa memicu otot menjadi tegang dan lebih mudah mengalami kram atau pegal.

4. Bolehkah memijat betis yang sedang kram hebat?

Boleh, tetapi lakukan dengan sangat perlahan. Pijatan yang terlalu keras saat otot sedang kontraksi hebat justru bisa menyebabkan cedera serat otot.

## Punya Masalah Betis Pegal yang Mengganggu Aktivitas? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu sering merasa betis pegal dan tidak nyaman setelah beraktivitas, tapi bingung apa penyebab pastinya? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.