• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Pemeriksaan Lanjutan untuk Diagnosis Batuk Kronis

Ini Pemeriksaan Lanjutan untuk Diagnosis Batuk Kronis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta –  Seperti yang dilansir dari Cleveland Clinic.org, mendiagnosis penyebab batuk kronis bisa sangat sulit. Ini dikarenakan banyak pengidap batuk kronis yang bisa jadi memiliki lebih dari satu penyebab batuk. 

Oleh karena itu, diperlukan beberapa tes untuk memastikan penyebabnya. Gejala lain akan membantu menentukan tes mana yang dibutuhkan. Batuk kronis didefinisikan sebagai batuk yang menetap selama 3 minggu atau lebih. Informasi selengkapnya bisa dibaca di bawah ini!

Mekanisme Pemeriksaan Batuk Kronis

Batuk sebenarnya adalah bentuk ekspirasi eksplosif yang berfungsi untuk membersihkan dan melindungi jalan napas. Namun, ada kalanya seseorang mengalami batuk yang terus menerus. Merokok adalah penyebab paling umum dari batuk kronis. 

Baca juga: Mitos atau Fakta Idap Bronkitis Kronis Picu Batuk Kronis

Selain merokok, penyebab batuk kronis yang paling umum adalah tetesan postnasal, asma, dan refluks gastroesofageal. Tiga kondisi ini secara bersama-sama menyumbang 80 hingga 90 persen dari kasus batuk kronis, menurut catatan dari Mayo Clinic. Seperti apa diagnosis untuk batuk kronis dilakukan?

  1. Tes laboratorium

Tes ini membantu menentukan apakah ada bakteri (tanda infeksi) dan menyebabkan batuk.

  1. Studi fungsi paru-paru

Tes-tes ini mengukur pola pernapasan mulai dari menghirup hingga mengembuskan napas.

  1. Tes pencitraan

Tes-tes ini termasuk sinar-X, CT dan MRI, ultrasound dan uji coba nuklir. Sinar-X dapat mendeteksi alasan yang lebih umum untuk batuk kronis, seperti penumpukan cairan di daerah yang membantu pernapasan, serta penyakit paru-paru dan kanker paru-paru. 

Semua tes pencitraan lainnya memberikan pandangan yang lebih rinci tentang area tubuh yang memengaruhi pernapasan.

  1. Tes endoskopi

Dalam tes ini, alat endoskopi akan dimasukkan ke area terkait untuk mencari tahu penyebab batuk kronis. Pemeriksaan bisa melalui lubang hidung untuk mencari tanda-tanda infeksi atau penyumbatan di saluran hidung.

Dari saluran hidung dapat masuk ke kotak suara untuk mencari tahu tanda-tanda refluks asam, tetes hidung, dan kelainan pada saluran napas bagian atas. Turun ke kerongkongan dan ke perut untuk mengukur tingkat asam yang akan membantu menentukan apakah refluks asam merupakan penyebab batuk kronis.

Lalu ke batang tenggorokan dan masuk ke tabung bronkial untuk mencari penyumbatan dan tanda-tanda infeksi di paru-paru. Informasi mengenai mekanisme pemeriksaan untuk batuk kronis bisa ditanyakan lewat aplikasi Halodoc.   

Dokter ataupun psikolog yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu.  Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Perawatan Batuk Kronis

Jika saat ini kamu merokok, dokter akan merekomendasikan kamu untuk berhenti merokok serta memberikan langkah-langkah yang dilakukan untuk lepas dari rokok. Dokter juga akan merekomendasikan kamu untuk minum beberapa jenis obat. 

Baca juga: Benarkah Tidur di Lantai Terus-Menerus  Picu Bronkitis?

Antihistamin, kortikosteroid, dan dekongestan. Obat-obatan ini adalah pengobatan standar untuk alergi dan tetesan postnasal. Sedangkan obat asma inhalasi. Perawatan yang paling efektif untuk batuk terkait asma adalah kortikosteroid dan bronkodilator, yang mengurangi peradangan dan membuka saluran pernapasan.

Jika batuk kronismu disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, atau mikroba bakteri dokter mungkin akan meresepkan obat antibiotik untuk mengatasi infeksi tersebut. Ketika perubahan gaya hidup tidak menangani refluks asam, kamu mungkin diobati dengan obat yang menghambat produksi asam. Beberapa orang memerlukan pembedahan untuk menyelesaikan masalah.

Selama dokter menentukan penyebab batuk dan memulai pengobatan, dokter juga akan meresepkan penekan batuk untuk mempercepat gejala. Jangan menggunakan sembarang obat sebelum berkonsultasi dengan dokter.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. How is chronic cough diagnosed?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Chronic Cough