• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Tidur di Lantai Terus-Menerus Picu Bronkitis?

Benarkah Tidur di Lantai Terus-Menerus Picu Bronkitis?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Tidak sedikit mitos tentang kesehatan yang beredar, mulai dari penyebab penyakit, cara mengobati, hingga gaya hidup yang disebut berkaitan. Salah satu mitos yang ada, yaitu kebiasaan tidur di lantai terus-menerus disebut bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit bronkitis. Kamu pernah dengar mitos ini? 

Jika kamu bertanya-tanya apakah mitos tersebut benar atau tidak, jawabannya tidak. Hingga kini belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa bronkitis bisa disebabkan oleh kebiasaan tidur di lantai. Bronkitis adalah penyakit yang muncul karena adanya peradangan pada bronkus, yaitu tabung jalur udara bercabang yang menuju paru-paru bagian kanan dan kiri. 

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan peradangan terjadi. Biar lebih jelas, simak penjelasannya pada artikel berikut! 

Baca juga: Kenali Gangguan Pernapasan Bronkitis

Faktor Risiko Bronkitis 

Dalam sistem pernapasan, bronkus memiliki fungsi untuk menyalurkan udara yang keluar dan masuk paru-paru. Bronkitis terjadi saat ada gangguan berupa peradangan pada bagian tersebut. 

Secara umum, penyakit ini dibedakan ke dalam dua jenis, yaitu bronkitis akut dan bronkitis kronis. Seseorang bisa mengalami bronkitis akibat infeksi hingga paparan polusi udara yang terjadi dalam jangka waktu panjang.

Bronkitis terjadi karena ada peradangan pada saluran utama pernapasan alias bronkus.  Secara umum, bronkitis terbagi menjadi dua jenis, yaitu bronkitis akut dan bronkitis kronis. Gejala khas dari penyakit ini adalah batuk yang berlangsung selama satu minggu atau lebih. Kabar buruknya, kondisi ini bisa berubahan menjadi hal yang harus diwaspadai jika tidak ditangani segera.

Bronkitis yang tidak segera diobati bisa berlangsung hingga berbulan-bulan, bahkan menahun. Dalam kondisi yang lebih parah, intensitas munculnya gejala pun lebih parah dibandingkan peradangan akut. Sebab, ada peningkatan produksi lendir pada tabung brokus yang terjadi akibat peradangan. Tidak ada bukti bahwa terus-menerus tidur di lantai bisa menyebabkan seseorang mengidap penyakit bronkitis. 

Baca juga: Apakah Bronkitis Berkaitan dengan Emfisema?

Bronkitis kronis muncul akibat iritasi atau peradangan yang terjadi secara berulang pada selaput bronkial. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh kebiasaan merokok, polusi udara, debu, atau gas beracun yang ada di lingkungan atau tempat kerja. 

Kendati begitu, penyakit ini (bronkitis akut maupun bronkitis kronis) umumnya menimbulkan gejala yang sama, yaitu gangguan pada pernapasan. Bronkitis akut dan bronkitis kronis ditandai dengan gejala nyeri dada, batuk berlendir, sesak napas, serta mengi atau muncul suara seperti siulan saat bernapas. 

Berbeda dengan bronkitis kronis, bronkitis akut biasanya disebabkan oleh virus, yaitu jenis virus yang sama dengan yang menjadi penyebab pilek dan flu (influenza). Gejala yang muncul mungkin juga sedikit berbeda, pada bronkitis akut biasanya juga muncul gejala seperti demam ringan, tubuh nyeri, pilek dan hidung tersumbat, serta sakit tenggorokan.

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami gejala yang dicurigai bronkitis. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter seputar perbedaan bronkitis akut dan kronis. Dokter bisa dengan mudah dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Bronchitis.
Healthline. Diakses pada 2020. Acute Bronchitis: Symptoms, Causes, Treatment, and More.
Healthline. Diakses pada 2020. Understanding Chronic Bronchitis.