• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penanganan untuk Atasi Gangguan Kepribadian Paranoid

Penanganan untuk Atasi Gangguan Kepribadian Paranoid

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Pengidap gangguan kepribadian paranoid bisa tiba-tiba menjadi orang yang paling tidak tenang, sebab ia selalu menaruh rasa curiga dan ketakutan berlebihan. Maka dari itu, dibutuhkan penanganan yang tepat untuk mengatasi gangguan kepribadian paranoid. Gangguan ini menyebabkan pengidapnya selalu menganggap orang lain berbahaya dan berniat menyakiti. 

Alhasil, orang dengan gangguan ini kerap menaruh rasa curiga dan takut berlebihan, termasuk pada orang sekitar. Kondisi ini disebut lebih rentan menyerang laki-laki dibanding perempuan. Gangguan paranoid umumnya dimulai saat seseorang kecil atau pada masa remaja. Kondisi ini menyebabkan pengidapnya kesulitan untuk bergaul dan sering memiliki masalah dengan orang sekitar. 

Baca juga: Sering Menyimpan Dendam, Waspada Gangguan Kepribadian Paranoid

Gejala dan Cara Mengatasi Gangguan Paranoid

Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab kondisi ini bisa muncul. Namun, gangguan kepribadian paranoid sering dikaitkan dengan pengalaman traumatis pengidapnya. Penyakit mental ini disebut rentan menyerang orang yang memiliki kejadian traumatis semasa kanak-kanak, baik secara fisik maupun emosional.  

Gangguan kepribadian paranoid memiliki gejala khas berupa rasa tidak percaya pada orang lain dan terlalu takut disakiti. Selain itu, pengidap gangguan ini juga memiliki kebutuhan untuk bisa mandiri dan memiliki otonomi yang kuat. Pada kasus yang berat, pengidap gangguan ini sering menjadi sangat berlebihan dalam mengontrol orang-orang di sekitar mereka. 

Hal itu yang kemudian menyebabkan orang dengan gangguan kepribadian ini memiliki sifat yang kaku dan tertutup. Bahkan, pengidap gangguan paranoid sering menunjukkan sikap acuh terhadap orang lain, terutama orang yang baru dikenalnya. Orang dengan gangguan ini selalu percaya bahwa orang lain memiliki motif tersembunyi atau ingin menyakitinya serta cepat marah dan sering menunjukkan sikap memusuhi. 

Semua hal tersebut dilakukan dengan tujuan defensive alias “melindungi” kepercayaannya bahwa semua orang akan menyakiti. Beberapa gejala kepribadian paranoid hampir sama dengan gejala gangguan mental lainnya, seperti gangguan kepribadian ambang (borderline personality disorder) dan skizofrenia. 

Baca juga: Selalu Curiga pada Pasangan, Benarkah Termasuk Paranoid?

Maka dari itu, penting untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah seseorang benar mengidap gangguan paranoid atau gangguan kepribadian lain. Dengan begitu, bisa diketahui cara apa yang perlu dilakukan untuk pengobatan dan mengatasi gangguan kepribadian paranoid. 

Gangguan kepribadian paranoid akan didiagnosis oleh psikolog atau psikiater. Mendiagnosis kondisi ini dilakukan dengan mengumpulkan informasi seputar masa kecil, lingkungan sekolah, pekerjaan, dan hubungannya dengan orang lain. Hal itu penting untuk membangun latar belakang sehingga bisa menjadi pertimbangan dalam mendiagnosis kondisi.  

Setelahnya, psikiater akan meminta pasien untuk membayangkan situasi tertentu. Hal ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana pasien bereaksi terhadap situasi tertentu. Setelah mendapat penjelasan detail dari pasien terkait beberapa pertanyaan, maka tahapan selanjutnya adalah membuat diagnosis dan menyusun rencana terapi untuk pengobatan.

Gangguan kepribadian paranoid umumnya diatasi dengan cara pengobatan yang melibatkan psikoterapi jangka panjang. Terapi ini dilakukan untuk membantu pengidap gangguan paranoid berkomunikasi dengan orang lain. Selain itu, terapi juga dilakukan untuk mengurangi perasaan tidak percaya alias paranoid di dalam diri. 

Selain terapi, pengidap gangguan ini mungkin juga akan diberikan obat-obatan untuk membantu mengurangi gejala-gejala yang mengganggu. Jangan anggap remeh gangguan kepribadian ini. Jika ragu dan butuh saran ahli, coba hubungi psikiater di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.
Healthline. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Paranoid Personality Disorder.