Gangguan Kepribadian Paranoid

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Pengertian Gangguan Kepribadian Paranoid

Gangguan kepribadian paranoid adalah jenis gangguan kepribadian eksentrik di mana pengidapnya memiliki rasa curiga dan tidak percaya yang tak ada hentinya terhadap orang lain.

 

Faktor Risiko Gangguan Kepribadian Paranoid

Terdapat beberapa faktor risiko yang bisa membuat seseorang megidap gangguan kepribadian paranoid, antara lain:

  • Jenis kelamin. Pria lebih berisiko dibandingkan wanita.

  • Riwayat kesehatan mental keluarga. Gangguan keperibadian paranoid lebih sering terjadi pada orang yang memiliki kerabat pengidap skizofrenia.

  • Faktor lingkungan. Trauma fisik dan emosional pada pengalaman masa awal kanak-kanak.

 

Penyebab Gangguan Kepribadian Paranoid

Penyebab utama gangguan kepribadian paranoid mucul belum diketahui secara pasti, tetapi perkiraan faktor genetik mempunyai peran terhadap kemunculan akan gangguan kepribadian tersebut. Misalnya, dikarenakan ada anggota keluarga yang mengidap gangguan skizofrenia. Selain itu, pengalaman masa kanak-kanak yang kurang menyenangkan juga bisa menjadi penyebab munculnya gangguan kepribadian paranoid, seperti keluarga yang mendidik anak-anaknya dengan ancaman. Perilaku orangtua dengan kesehariannya yang kasar, berantakan, dan merendahkan diri anak-anaknya, juga berperan dalam memengaruhi pembentukan karakteristik gangguan kepribadian ini pada anak di masa mendatang.

 

Gejala Gangguan Kepribadian Paranoid

Gejala yang umum dari gangguan kepribadian paranoid, meliputi:

  • Kekhawatiran bahwa orang lain memiliki motif tersembunyi;

  • Ekspektasi bahwa mereka akan dieksploitasi (digunakan) oleh orang lain;

  • Meragukan komitmen, kesetiaan, atau kepercayaan orang lain, yakin bahwa orang lain menggunakan atau menipu mereka;

  • Enggan untuk bercerita pada orang lain atau mengungkapkan informasi pribadi dikarenakan oleh rasa takut bahwa informasi tersebut akan digunakan untuk melawan mereka;

  • Tidak dapat memaafkan dan menyimpan dendam;

  • Hipersensitif dan menerima kritikan dengan dampak negatif;

  • Tidak mampu untuk bekerja dengan orang lain;

  • Membaca makna tersembunyi dari pernyataan sederhana atau pandangan biasa dari orang lain;

  • Menangkap adanya serangan pada karakter mereka yang tidak tampak bagi orang lain. Mereka umumnya bereaksi dengan kemarahan dan cepat untuk membalas;

  • Memiliki kecurigaan yang berulang dan tanpa alasan bahwa pasangan atau kekasih mereka tidak setia;

  • Terisolasi secara sosial;

  • Umumnya, bersikap dingin dan jauh dalam hubungan dengan orang lain dan mungkin menjadi tukang atur dan pencemburu;

  • Tidak merasakan kelekatan; dan

  • Tidak bersahabat, keras kepala, dan argumentatif.

Baca juga : Skizofrenia Paranoid

 

Diagnosis Gangguan Kepribadian Paranoid

Untuk mendiagnosis gangguan kepribadian, dokter mungkin akan menyarankan pengidap untuk menjalani evaluasi psikologis mengenai cara berpikir dan bertindak, serta perasaan yang mereka rasakan. Keterangan dari pengidap bisa didapat dokter dengan cara bertanya langsung ke pengidap atau melalui kuesioner.

Pemeriksaan fisik juga diperlukan selain dari evaluasi psikologis, hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah gangguan kepribadian si pengidap disebabkan karena adanya gangguan kesehatan pada fisik mereka. Berdasarkan hal ini, dokter mungkin akan menanyakan gejala-gejala apa saja yang dirasakan pengidap atau dengan melakukan tes darah di laboratorium.

Terdapat metode diagnosis yang tidak kalah penting selain dua hal di atas. Metode diagnosis tersebut adalah pemeriksaan kadar alkohol atau obat-obatan terlarang di dalam tubuh pengidap. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan apakah gangguan kepribadian terjadi karena zat-zat tersebut. Karena bisa saja pengidap mengalami kecanduan alkohol dan akhirnya menjadi faktor pemicu munculnya gejala-gejala gangguan kepribadian paranoid.

Baca juga : Kenali Penyebab Terjadinya Penyakit Jiwa Skizofernia

 

Pengobatan Gangguan Kepribadian Paranoid

Pengobatan merupakan hal yang sulit karena orang dengan kondisi ini sering kali merasa sangat curiga terhadap dokter. Jika pengobatan diterima, terapi bicara dan obat-obatan sering kali bisa efektif.

  • Psikoterapi (suatu bentuk konseling) adalah pengobatan pilihan untuk gangguan kepribadian paranoid. Pengobatan kemungkinan akan fokus pada meningkatkan kemampuan coping atau mengatasi hal secara umum, meningkatkan interaksi sosial, komunikasi, dan percaya diri.

  • Obat umumnya bukanlah fokus utama dalam pengobatan gangguan kepribadian paranoid. Namun, obat-obatan, seperti obat anti-kecemasan, antidepresan atau antipsikotik, dapat meresepkan jika gejala orang tersebut ekstrem, atau jika ia juga mengidap masalah psikologis lain yang terkait, seperti kecemasan atau depresi.

Individu yang menerima pengobatan dapat mempertahankan pekerjaan dan menjaga hubungan yang sehat. Namun, mereka harus meneruskan pengobatan sepanjang hidup mereka karena tidak ada penyembuh untuk gangguan kepribadian paranoid. Gejala gangguan kepribadian paranoid akan berlanjut, tetapi dapat dikendalikan dengan perhatian dan dukungan.

Komplikasi orang dengan gangguan kepribadian paranoid yang menolak pengobatan mungkin akan menjalani kehidupan yang kurang fungsional. Kemampuan pengidap untuk mempertahankan pekerjaan atau melakukan interaksi sosial yang positif bisa saja terancam dikarenakan gejala-gejala akan gangguan kepribadian paranoid.

 

Pencegahan Gangguan Kepribadian Paranoid

Belum ada cara jitu untuk mencegah gangguan kepribadian paranoid. Namun, terdapat beberapa kiat yang dapat membantu meringankan kondisi pengidap dengan gangguan kepribadian, seperti:

  • Lebih mengenal kondisi gangguan kepribadian tersebut;

  • Berolahraga secara teratur;

  • Menghindari alkohol dan narkoba;

  • Menulis buku harian;

  • Memeriksa kesehatan secara rutin;

  • Melakukan kegiatan relaksasi, seperti yoga, meditasi, dan sejenisnya;

  • Tetap berhubungan dengan teman dan keluarga; dan

  • Bergabung dengan kelompok pendukung.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika keluarga atau kerabat mengalami gejala yang disebutkan di atas, sebaiknya segera diskusikan ke dokter atau rumah sakit yang terbaik menurut kamu melalui Halodoc

Baca juga : Trauma Akibat Orangtua Bisa Picu Kepribadian Ganda pada Anak

Referensi:
WebMD (2019). Paranoid Personality Disorder