• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penggunaan Sepatu Bikin Nyeri Tumit, Ini Pencegahannya

Penggunaan Sepatu Bikin Nyeri Tumit, Ini Pencegahannya

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Tahukah kamu bahwa nyeri tumit tidak hanya bisa terjadi pada mereka yang gemar menggunakan sepatu hak tinggi? Ya, secara umum penggunaan sepatu yang tidak nyaman adalah pemicu dari nyeri tumit. Rasa sakit ini cukup mengganggu karena ia akan membuat kita kesulitan untuk berjalan. 

Pada pengguna hak tinggi, nyeri tumit juga bisa terjadi akibat berat badan yang terus bertumpu pada salah satu atau kedua tumit untuk berdiri atau berjalan. Sementara, penggunaan flat shoes yang terlalu datar juga tidak memberikan dukungan untuk lengkungan kaki serta bantalan penyerap benturan yang memadai. Tanpa adanya bantalan penyerap tekanan yang memadai, flat shoes akan menarik paksa tendon achilles yang terentang dari belakang tumit ke sepanjang betis, dan juga otot-otot betis lainnya di belakang kaki. Alhasil, nyeri tumit akan terjadi.

Baca juga: Hati-Hati Kurang Pemanasan saat Olahraga Picu Nyeri Tumit

Lantas, Sepatu Apa yang Bantu Cegah Nyeri Tumit?

Melansir The Guardian, Sammy Margo juru bicara dari Chartered Society of Physiotherapists, menyarankan untuk bergonta-ganti gaya sepatu untuk mencegah nyeri tumit. Kamu bisa selang seling menggunakan sepatu hak tinggi atau flat shoes secara terus menerus.

Selain itu, penting untuk melakukan peregangan kaki sebelum, selama, dan setelah memakai sepatu datar. Ini dilakukan untuk membantu menjaga otot-otot kaki tetap santai dan tak rentan terhadap stres fisik. Pria juga perlu melakukannya, karena perubahan sekecil apapun pada hak sepatu dapat memicu masalah. Sementara itu, penggunaan sepatu hak tinggi harus dibatasi karena ini adalah penyebab nyeri tumit yang paling umum. 

Baca juga: Pengidap Obesitas Rentan Alami Nyeri Tumit, Benarkah?

Tips Memilih Sepatu 

Ada beberapa tips yang bisa diikuti dalam memilih sepatu untuk mencegah nyeri tumit: 

  • Selalu mengenakan sepatu yang menunjang kaki dengan pelindung tumit yang kokoh untuk memberikan tumpuan yang baik nan nyaman.
  • Selalu ganti sol sepatu yang sudah tipis. Sol yang tipis bisa menyebabkan pelindung tumit kehilangan tumpuannya. Kondisi ini bisa menyebabkan langkah menjadi tidak rata dan menyebabkan nyeri tumit.
  • Apabila sudah merasakan gejala nyeri tumit, gunakan sepatu sesuai dengan ortotik untuk membantu mencegah nyeri tumit ini bertambah parah. 
  • Pastikan untuk memilih sol sepatu yang tebal dan fleksibel untuk menghalangi objek kecil menembus ke dalam sol sepatu dan mengenai area tumit.
  • Selalu menggunakan sepatu sesuai dengan aktivitas yang dilakukan.

Pengobatan Nyeri Tumit

Pada banyak kasus, nyeri tumit umumnya membaik setelah beberapa bulan. Jika kamu mengalaminya, berikut ini langkah pengobatan nyeri tumit yang bisa dilakukan: 

  • Selalu istirahatkan kaki jika kamu sudah merasakan nyeri pada tumit.
  • Hindari menggunakan sepatu dengan sol yang rata.
  • Kompres dengan es untuk meredakan nyerinya.
  • Segera konsumsi obat pereda rasa nyeri.
  • Lakukan fisioterapi untuk meningkatkan fleksibilitas gerak.
  • Lakukan extracorporeal shockwave therapy (EST), yaitu alat yang menghantarkan gelombang suara berenergi ke tumit. Terapi yang satu ini bisa mempercepat proses pemulihan. Sebelum dilakukannya terapi, kamu diberikan anastesi lokal pada bagian tumit karena terapi ini menimbulkan rasa nyeri.

Baca juga: Nyeri Tumit Bisa Diatasi dengan Radioterapi

Itulah upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengobati nyeri tumit terkait penggunaan sepatu. Jika suatu hari kamu merasakan nyeri tumit, kamu juga bisa mendiskusikan hal ini dengan dokter di Halodoc.

Jika dirasa sudah cukup parah, kamu juga bisa buat janji dengan dokter di Halodoc untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit. Tunggu apa lagi, segera download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play!

Referensi:
American Academy of Orthipaedic Surgeons. Diakses pada 2020. Heel Pain.
Healthline. Diakses pada 2020. What Causes Heel Pain?
The Guardian. Diakses pada 2020. Are Flat Shoes Bad for You.