Nyeri Tumit Bisa Diatasi dengan Radioterapi

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Nyeri Tumit Bisa Diatasi dengan Radioterapi

Halodoc, Jakarta - Nyeri tumit memang bisa menyebabkan pengidapnya merasa tidak nyaman saat berjalan. Namun, jika hal ini berlangsung selama beberapa minggu, kamu tidak boleh mengabaikannya. Nyeri tumit dengan yang menunjukkan gejala mati rasa atau kesemutan pada kaki, bisa menandakan kamu mengalami kerusakan saraf pada telapak kaki dan betis (neuropati perifer). Apabila terasa kaku dan bengkak pada tumit, ini mungkin menandakan adanya radang sendi, sementara jika kaki terasa panas disertai demam, maka ini pertanda kamu mengalami infeksi tulang.

Nyeri tumit adalah penyakit yang umum terjadi. Saat mengidap penyakit ini, maka pengidapnya akan berjalan dengan cara yang tidak normal untuk menghindari atau mengurangi nyeri pada tumitnya. Nyeri bisa dirasakan saat pertama kali bangun di pagi hari atau bisa juga saat berdiri dari posisi duduk yang cukup lama. Beberapa penanganan pun dikenal mampu mengatasinya. Seperti misalnya pengobatan melalui radioterapi untuk nyeri tumit. Simak berikut ulasannya!

Baca Juga: Awas, Kondisi Ini Bisa Sebabkan Nyeri Tumit 

Mengenal Metode Radioterapi untuk Nyeri Tumit

Nyeri tumit atau bahasa medisnya plantar fasciitis adalah kondisi yang menyerang satu dari sepuluh orang. Penyakit ini berkembang selama masa hidup manusia, karena beberapa faktor. Sebagian besar penyakit ini terjadi pada orang berusia antara 40-60 tahun. Meski demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa pada usia berapa pun, penyakit ini dapat terjadi. 

Richard Shaffer, seorang konsultan ahli onkologi klinis di Rumah Sakit Royal Surrey County adalah salah satu dokter spesialis pertama di Inggris yang menawarkan radioterapi kepada pengidap nyeri tumit. Hasil yang didapatkan pun sangat luar biasa. Radioterapi adalah perawatan yang baik, dan kebanyakan dilakukan guna mengatasi kanker. Namun, radioterapi juga bisa dikembangkan untuk mengatasi masalah lain, seperti salah satunya nyeri tumit. 

Shaffer telah menggunakan radioterapi untuk mengatasi nyeri tumit pada lebih dari 400 pasiennya. Ia menemukan penelitian tentang peran sinar-X dalam mengobati plantar fasciitis. Namun idealnya, perawatan ini dilakukan ada tahap awal, agar radioterapi menjadi lebih efektif. 

Salah satu pasiennya mengaku bahwa selama tiga pekan melakukan perawatan radioterapi, nyeri pada tumitnya semakin parah. Kondisi ini terjadi karena proses penyembuhan, namun rasa sakit mulai berkurang pada pekan ke tujuh pengobatan. Kurang lebih enam bulan lamanya, ia mengaku sudah tidak merasakan sakit pada kakinya. 

Baca Juga: Sebelum Alami Nyeri Tumit, Kenali Cara-Cara Mencegahnya

Perawatan Lain untuk Meringankan Nyeri Tumit

Tidak hanya dengan bantuan radioterapi, terdapat penanganan nyeri tumit lain yang bisa digunakan. Ini bisa jadi merupakan kombinasi beberapa teknik. Beberapa hal yang termasuk ke dalam pengobatan nyeri tumit, antara lain:

  • Mengganti Alas Kaki. Penting untuk mengganti alas kaki yang biasa dipakai, pastikan alas tersebut nyaman dan tidak memiliki sol yang rata.

  • Mengistirahatkan Tumit. Tumit perlu diistirahatkan, seperti menghindari berjalan kaki jarak jauh, dan berdiri dalam waktu lama.

  • Konsumsi Obat Pereda Nyeri. Obat antiinflamasi non steroid dapat dikonsumsi sesuai resep dokter untuk meredakan nyeri.

  • Fisioterapi. Perawatan ini didesain untuk meregangkan kedua otot betis dan jaringan plantar fascia untuk meredakan nyeri dan meningkatkan fleksibilitas kaki.

  • Penggunaan Alat Bantu Medis. Misalnya orthosis (alat bantu dalam bentuk sol yang dapat masuk ke dalam sepatu pasien), sports strapping tape, dan bidai untuk mengangkat kaki saat tidur malam.

  • Obat Anti Radang. Obat kortikosteroid, adalah obat yang memiliki efek anti radang yang kuat.

  • Pembedahan. Dokter memotong jaringan plantar fascia dan melepasnya dari tulang tumit.

Baca Juga: Pengidap Obesitas Rentan Alami Nyeri Tumit, Benarkah?

Referensi:

American Academy of Orthopaedic Surgeons. (2019). Heel Pain. 
NHS Choices UK (2019). Health A-Z. Heel Pain.