• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pentingnya Cek Siklus Pelana Kuda pada Pengidap DBD

Pentingnya Cek Siklus Pelana Kuda pada Pengidap DBD

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Disebut siklus pelana kuda pada pengidap DBD karena siklus demam berdarah cenderung mengalami penurunan sebelum akhirnya naik kembali. Ketika demam turun, tidak selamanya berarti sembuh, justru harus lebih waspada karena kemungkinan anak naik kembali.

Ketidakwaspadaan akan siklus pelana kuda pada pengidap DBD akan menyebabkan salah penanganan sehingga berujung pada komplikasi dan penyakit memburuk. Informasi selangkapnya mengenai siklus pelana kuda pada pengidap DBD bisa dibaca di bawah ini!

Mengenal Fase Demam Berdarah

Tiga fase berbeda dapat diidentifikasi pada infeksi demam berdarah yaitu:

  1. Fase Demam
  • Biasanya berlangsung 2–7 hari.
  • Demam tingkat tinggi disertai dengan kemerahan pada wajah, eritema kulit, nyeri tubuh menyeluruh, mialgia, artralgia, nyeri mata orbital retro, fotofobia, dan sakit kepala.
  • Anoreksia, mual dan muntah sering terjadi.
  • Sakit tenggorokan.
  • Sulit untuk membedakan penyakit demam berdarah dari demam non-demam berdarah selama fase ini
  • Hati bisa membesar dan lunak.
  • Hitung darah lengkap dapat menunjukkan penurunan progresif dalam jumlah sel darah putih yang merupakan salah satu tanda paling awal dan indikasi kemungkinan demam berdarah.
  1. Fase Kritis
  • Selama transisi dari fase demam ke fase kritis, pengidap memasuki periode risiko tertinggi untuk mengembangkan manifestasi parah kebocoran plasma dan perdarahan.
  • Biasanya mulai sekitar waktu defervescence (antara hari 3–8 dari penyakit).
  • Sakit perut atau nyeri saat ditekan.
  • Muntah terus-menerus.
  • Akumulasi cairan klinis (misalnya asites, efusi pleura).
  • Perdarahan mukosa secara spontan.
  • Lesu dan gelisah.
  • Pembesaran hati >2 sentimeter.
  • Peningkatan hematokrit dengan penurunan jumlah trombosit yang cepat.
  • Periode kebocoran plasma yang signifikan secara klinis biasanya berlangsung antara 24–48 jam.
  1. Fase Pemulihan
  • Pengidap demam berdarah melewati fase kritis 24–48 jam akan mulai menyerap kembali cairan yang bocor dari ruang intravaskuler (plasma dan diberikan cairan intravena).
  • Kondisi kesehatan yang meningkat, kembalinya nafsu makan.
  • Tanda-tanda vital yang stabil (memperlebar tekanan nadi, nadi teraba kuat),
  • Bradikardia.
  • Tingkat hematokrit kembali ke normal atau rendah karena efek dilusi dari cairan yang diserap kembali
  • Peningkatan output urine.

Baca juga: Ini Penjelasan Siklus Pelana Kuda pada Demam Berdarah

Informasi lebih detail mengenai fase demam berdarah dan siklus pelana kuda pengidap DBD bisa ditanyakan ke aplikasi HalodocDokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu.  Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Waspadai Demam Berdarah di Musim Hujan

Demam berdarah umumnya paling sering terjadi di musim hujan. Karenanya orangtua harus waspada terutama mengawasi kesehatan anak-anaknya. Demam berdarah adalah penyakit infeksi virus yang ditularkan oleh gigitan nyamuk. 

Virus menyerang sel darah, hati, dan limfa, yang menyebabkan sel darah putih rendah dan menurunkan trombosit (komponen pembekuan darah). Suhu tinggi akibat peradangan umum menyebabkan dehidrasi bersamaan dengan kebocoran serum ke dalam rongga tubuh, seperti rongga intra abdomen dan rongga dada yang mengakibatkan penebalan darah (hemokonsentrasi). 

Terlalu banyak sel darah merah dan rendahnya sirkulasi darah (Hipovolemia) menyebabkan tekanan darah rendah dan suplai darah rendah ke jaringan tubuh yang mengakibatkan kerusakan pada organ-organ vital, seperti ginjal, hati, jantung, dan akhirnya otak. 

Baca juga: Berbahayakah Ibu Hamil yang Terkena Campak?

Pada kasus yang parah, dengan trombosit yang sangat rendah, orang yang mengidap demam berdarah dapat mengalami perdarahan spontan di rongga tubuh, seperti rongga pleura dan kasus terburuk adalah perdarahan intra serebral.

Gejala-gejalanya adalah demam tinggi dengan sakit kepala, sakit tubuh, kelelahan, kehilangan nafsu makan, sakit perut terutama tulang rusuk kanan bawah dengan mual dan muntah sesekali dengan batuk kering, serta sedikit sakit tenggorokan. 

Referensi:
GP Notebook. Diakses pada 2020. Phases of dengue infection.
Health Medical Clinic. Diakses pada 2020. Dengue Fever: The Silent killer.