08 October 2018

Ini 5 Fakta Penting Tentang Demam Berdarah

Ini 5 Fakta Penting Tentang Demam Berdarah

Halodoc, Jakarta - Demam berdarah adalah sebuah penyakit demam yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Gejalanya berupa demam, pusing, nyeri pada bola mata, otot, sendi, dan ruam. Seseorang yang mengidap demam berdarah juga akan mengalami kelelahan jangka panjang.

DBD adalah penyakit seperti flu yang diakibatkan oleh salah satu dari empat jenis virus dengue yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Demam berdarah biasanya ditemukan di daerah tropis dan subtropis. Di daerah yang lebih Utara, penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Aedes Albopictus yang dapat bertahan di suhu dingin.

Virus dengue yang disebarkan oleh nyamuk dapat berkembang menjadi sesuatu yang mematikan (severe dengue), mengakibatkan nyeri perut dan muntah, penurunan trombosit yang dapat mengakibatkan pendarahan internal, dan sulit bernapas.

Fakta-fakta mengenai Demam Berdarah, yaitu:

1. Virus Dengue Menyebar melalui Nyamuk

Virus dengue tersebut disebarkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang mendapatkan virus dengan cara menggigit seseorang yang telah terinfeksi. Nyamuk tersebut dapat bersarang di dalam ruangan, di dalam lemari, dan tempat gelap lainnya. Nyamuk betina akan bertelur di wadah air yang terdapat di dalam maupun di lingkungan rumah, sekolah, dan area lainnya. Telur tersebut akan berkembang menjadi nyamuk dewasa dalam rentang waktu 10 hari.

2. Gejala Demam Berdarah

Beberapa orang ketika mengidap demam berdarah tidak menunjukkan gejala apapun. Walau begitu, empat sampai 10 hari setelah digigit, seseorang akan mengalami demam hingga 40 derajat celsius. Demam tersebut bersamaan dengan sakit kepala parah, serta nyeri otot, sendi, dan area di belakang mata.

Tidak sedikit pengidap demam berdarah merasa seperti tulangnya akan copot. Karena hal tersebut, banyak juga orang yang menyebut DBD sebagai demam tulang atau breakbone dengue.

3. Fase-fase dalam Demam Berdarah

Terdapat tiga tahapan yang akan terjadi ketika seseorang mengidap demam berdarah, yaitu:

Fase demam. Fase ketika kehadiran virus dalam aliran darah dapat menyebabkan demam tinggi. Tingkat demam dan viremia akan saling berkesinambungan satu sama lain. Pada saat ini, demam pertama akan muncul sekitar tiga atau empat hari setelah gigitan.

Fase kritis. Pada fase ini, terdapat berbagai kebocoran plasma secara tiba-tiba di dalam perut. Pengidap demam berdarah akan menunjukkan tanda-tanda penyempitan intravaskuler atau pendarahan berat dan harus segera dirujuk ke rumah sakit.

Fase penyembuhan. Pada fase terakhir ini, kebocoran plasma akan berhenti sejalan dengan reabsorpsi plasma dan cairan. Tanda-tanda yang menunjukkan masuknya fase penyembuhan yaitu kembalinya nafsu makan, stabilnya denyut nadi, meningkatnya urine, dan pemulihan ruam karena virus dengue.

4. Memasuki Fase Kritis

Demam berdarah mungkin akan menghilang dalam kurun waktu 24 jam ke depan ketika ada tanda-tanda seperti rendahnya jumlah sel darah putih. Dalam kondisi tersebut, leukosit hanya akan memiliki WBC<5.000 sel/mm3 dibandingkan dengan leukosit normal, yaitu WBC 5.000-10.000 sel/mm3 atau biasa disebut new-onset leukopenia.

Lalu, tanda yang lainnya adalah terjadinya limfositosis artinya peningkatan limfosit. Terakhir yaitu peningkatan limfosit atipik, yang berarti limfosit plasma biru meningkat. Dengan menghilangnya demam menandakan bahwa pengidap DBD sedang masuk pada fase kritis.

5. Cara Menghindari Gigitan Nyamuk

Ada banyak cara untuk menghindari demam berdarah, salah satunya adalah kita harus menghindari gigitan nyamuk yang membawa virusnya. Caranya yaitu dengan menggunakan baju yang menutupi hampir seluruh bagian tubuh, menggunakan cairan anti nyamuk, menyemprotkan obat anti nyamuk di dalam ruangan, pakaikan kelambu untuk anak ibu, dan usahakan tubuh selalu fit.

Itulah fakta-fakta tentang demam berdarah. Jika kamu merasakan gejala-gejala DBD, kamu dapat melakukan cek lab di rumah dengan Halodoc. Caranya mudah, cukup download aplikasi Halodoc di Apps Store atau Play Store!

Baca juga: