Advertisement

Pentingnya Kualitas Udara bagi Kesehatan Pernapasan Anak

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   20 Oktober 2022

“Anak-anak khususnya batita (bawah tiga tahun) dan balita (bawah lima tahun) menjadi salah satu golongan usia yang rentan terserang gangguan pernapasan. Penting untuk menjaga kualitas udara dengan baik, khususnya di rumah.”

Pentingnya Kualitas Udara bagi Kesehatan Pernapasan AnakPentingnya Kualitas Udara bagi Kesehatan Pernapasan Anak

Halodoc, Jakarta – Tingginya polusi udara akibat berbagai faktor seperti asap kendaraan, membuat kualitas udara saat ini menurun drastis. Sebagai contoh, DKI Jakarta, pernah menjadi kota dengan kualitas udara terburuk peringkat pertama, pada Juni 2022. Hasil tersebut diketahui dipublikasikan oleh situs IQ Air pada 15 Juni 2022, yang menunjukkan bahwa indeks kualitas udara DKI Jakarta telah mencapai angka 185 AQI. 

Padahal, buruknya kualitas udara akibat polusi dapat memengaruhi kesehatan. Tak hanya pada orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Karena itu, menjaga kualitas udara, khususnya di rumah, merupakan hal penting yang perlu dilakukan saat ini. 

Baca juga: 4 Pengaruh Polusi Udara pada Kesehatan

Pentingnya Menjaga Kualitas Udara  

Polusi udara yang tinggi diketahui dapat meningkatkan risiko sejumlah gangguan kesehatan. Salah satunya adalah memicu penyakit pernapasan, seperti asma atau alergi debu. Anak-anak, khususnya batita dan balita menjadi salah satu golongan usia yang rentan untuk terserang gangguan pernapasan tersebut. 

Sebab, anak-anak belum memiliki sistem imun yang optimal, sehingga mereka akan lebih rentan untuk terserang gangguan kesehatan akibat polusi udara. Nah, inilah alasan pentingnya untuk menjaga kualitas udara agar tetap bersih di rumah. Untuk melakukannya, berikut adalah hal yang perlu dilakukan: 

  • Menjaga sirkulasi udara di rumah tetap baik. Dapat dilakukan dengan meningkatkan ventilasi, membuka jendela dan pintu di pagi hari, hingga menyalakan kipas atau air conditioner (AC). 
  • Membersihkan rumah secara rutin. Hal ini penting dilakukan agar debu pemicu asma atau alergi tidak menumpuk. 

Selain itu, pastikan juga untuk menggunakan air purifier atau penjernih udara. Perangkat ini pada dasarnya bekerja dengan membersihkan udara yang dapat mengandung polutan, jamur, alergen, dan racun. Artinya, air purifier bertindak untuk menyaring dan membantu menghilangkan berbagai partikel pemicu asma atau alergi debu.

Manfaat Air Purifier bagi Pengidap Asma dan Alergi Debu

Satu studi yang dilakukan tahun 2018 melihat efek pembersih udara pada 50 orang yang mengidap asma. Kelompok peserta secara acak menggunakan air purifier di kamar tidur mereka, sedangkan kelompok kontrol tidak. 

Hasilnya menunjukkan adanya beberapa perbaikan yang signifikan baik dalam kualitas udara, dan fungsi pernapasan dengan penggunaan pembersih udara. Studi ini juga menyerukan penelitian lebih lanjut tentang peran pembersih udara dalam pengobatan asma.

Baca juga: Gawat Darurat Polusi Udara untuk Kesehatan Masyarakat

Air purifier juga memiliki peran penting bagi pengidap alergi debu. Banyak produk air purifier untuk debu dapat menghilangkan partikel dari ruangan tempat orang meletakkannya. Perangkat harus kompatibel dengan ukuran ruangan agar efektif. 

Nah, merujuk pada panduan yang dipublikasikan oleh U.S. Environmental Protection Agency (EPA) pada tahun 2018 silam, air purifier dengan high-efficiency particulate absorbing (HEPA) efektif dalam mengurangi gejala alergi atau asma. 

Rekomendasi Air Purifier yang Tepat

Agar kualitas udara di rumah senantiasa terjaga, pastikan untuk memilih air purifier yang tepat. Nah, salah satu rekomendasi produk air purifier yang tepat adalah Winix Air Purifier yang memiliki filter True HEPA 13.

Filter tersebut diketahui dapat menangkap 99,97 persen alergen di udara. Mulai dari serbuk sari, spora jamur, debu, bulu hewan peliharaan, mikroba, asap, dan alergen sampai yang berukuran 0,3 mikron. 

Winix Air Purifier juga memiliki 4 tahap filtrasi yang dilengkapi dengan teknologi Plasmawave, yang mampu menghancurkan virus dan bakteri tanpa mengeluarkan ozon berbahaya. 

Menariknya lagi produk ini juga dilengkapi oleh beberapa fitur lain yang juga penting, yaitu: 

1.Pre filter: Menyaring udara dari partikel polutan berukuran besar seperti rambut, debu-debu halus, dan serat.

2. Filter True HEPA 13: Filter ini mampu menangkap 99,97% alergen di udara. Di antaranya termasuk serbuk sari, spora jamur, debu, bulu hewan peliharaan, mikroba, asap, dan partikel berukuran hingga 0,3 mikron.

3. Filter karbon aktif: Mengurangi bau ruangan dari masakan, hewan peliharaan, dan asap.

4. Teknologi plasmawave: PlasmaWave dapat menciptakan Hidroksil yang dapat membantu mengurangi keberadaan bakteri dan virus di udara. 

Winix juga memiliki berbagai sertifikasi medis internasional yang terbukti mampu meringankan penyakit pernapasan, seperti asma oleh National Asthma Council Australia dan Alergi debu oleh Allergy UK, ECARF, dan AHAM VERIFIDE

Itulah penjelasan pentingnya dan upaya untuk menjaga kualitas udara di rumah untuk anak. Jika anak mengalami keluhan pada sistem pernapasannya, segeralah memeriksakan diri ke dokter. 

Melalui aplikasi Halodoc, ibu bisa membuat janji rumah sakit dengan dokter pilihan. Tentunya tanpa perlu menunggu atau mengantre lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi: 
Kompas. Diakses pada 2022. Kualitas Udara Jakarta Juni Lalu Terburuk di Dunia, Apa Penyebabnya?
WebMD. Diakses pada 2022. Having a Bad Air Day? Improve Your Indoor Air Quality. 
Healthline. Diakses pada 2022. Do Air Purifiers Actually Work?
Medical News Today. Diakses pada 2022. What to know about air purifiers for asthma. 
Medical News Today. Diakses pada 2022. Air purifiers for dust: 5 options and how to choose. 
European Respiratory Journal. Diakses pada 2022. Can air purifier promote the indoor cleanliness and improve the patients with asthma?
EPA. Diakses pada 2022. Guide to Air Cleaners in the Home.