• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pentingnya Menjaga Asupan Makan untuk Membantu Pengobatan Hipertiroidisme

Pentingnya Menjaga Asupan Makan untuk Membantu Pengobatan Hipertiroidisme

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Pentingnya Menjaga Asupan Makan untuk Membantu Pengobatan Hipertiroidisme

Jika kamu mengidap hipertiroidisme, kamu perlu mengelola makanan yang dikonsumsi. Soalnya beberapa jenis makanan tertentu seperti kopi, kedelai, serta makanan yang mengandung yodium dapat berpengaruh pada kadar tiroidmu. Sebaliknya, kamu perlu mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium dan vitamin D. Hipertiroidisme bisa berpengaruh pada kepadatan tulang.”


Halodoc, Jakarta – Hipertiroidisme merupakan gangguan yang terjadi pada kelenjar tiroid yang membuat kelenjar tiroid memproduksi dan melepaskan hormon tiroid lebih banyak dari kebutuhan tubuh. Kondisi ini mengakibatkan tubuh memiliki hormon tiroid yang berlebihan, sehingga metabolisme tubuh otomatis meningkat. Ketika itu terjadi, tubuh akan menghasilkan lebih banyak energi. Hormon tiroid yang berlebihan, maka tubuh akan lebih sering berkeringat, susah tidur, detak jantung menjadi lebih cepat, serta adanya penurunan berat badan, meskipun sudah mengonsumsi cukup banyak makanan. Menjaga asupan makan dapat membantu pengobatan hipertiroidisme. Simak selengkapnya di sini!

 

Asupan Makan yang Membantu Pengobatan Hipertiroidisme

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendukung pengobatan yang telah diberikan oleh dokter. Salah satunya adalah menjaga pola makan termasuk melakukan diet sehat, menjaga asupan kalori, mengonsumsi serta cukup kalsium dan vitamin D sebagai langkah pendukung pengobatan yang sedang dijalani.

 

Baca juga: Mengenal Penyebab dan Faktor Risiko Hipertiroidisme

 

Pola makan dapat berpengaruh pada produksi hormon tiroid dan fungsinya. Nutrisi berikut ini dapat berpengaruh pada kondisi hipertiroidisme, yaitu:

1. Yodium, karena terlalu banyak yodium dalam makanan dapat meningkatkan produksi hormon tiroid. Diet rendah yodium membantu mengurangi hormon tiroid.

2. Kalsium dan vitamin D, menjadi sangat penting karena hipertiroidisme dapat menyebabkan masalah dengan kepadatan mineral tulang.

3. Makanan dan minuman yang mengandung kafein, karena dapat memperburuk gejala hipertiroidisme. Kafein dapat memperburuk beberapa gejala hipertiroidisme, termasuk palpitasi, tremor, kecemasan, dan insomnia.

Jika memungkinkan, penderita hipertiroidisme harus berusaha menghindari makanan dan minuman yang mengandung kafein, termasuk:

-kopi

-teh hitam

-cokelat

-soda

-minuman berenergi

4. Kedelai, dimana konsumsi kedelai dapat mengganggu penyerapan yodium radioaktif untuk pengobatan hipertiroidisme. Adapun sumber kedelai meliputi:

-susu kedelai

-kecap

-tahu

-kacang edamame

-minyak kedelai

 

Mengetahui apa yang boleh dikonsumsi dan tidak dikonsumsi bisa membantu penanganan kondisi hipertiroidismemu. Informasi selengkapnya mengenai asupan makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan untuk pengidap hipertiroidisme bisa ditanyakan langsung ke Halodoc.

 

Baca juga: Alami Gejala Hipertiroid, Kapan Harus ke Dokter?

 

Pengobatan Medis untuk Penanganan Hipertiroidisme

 

Selain pola makan, kamu juga perlu menjalani pengobatan medis. Beberapa pengobatan medis yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:

1.  Thionamide, yaitu sekelompok obat-obatan yang dikonsumsi guna menekan produksi hormon tiroksin. Penggunaan obat-obatan ini juga memiliki efek samping, seperti nyeri perut, ruam kulit, sakit pada sendi, serta pusing dan mual.

2. Operasi tiroid, yaitu operasi pengangkatan kelenjar tiroid. Operasi ini bisa dilakukan pada sebagian atau seluruh jaringan kelenjar. Namun, untuk mencegah penyakit ini datang lagi, sebaiknya lakukan operasi pengangkatan pada seluruh jaringan kelenjar.

3. Radioiodine, yaitu terapi yang dilakukan dengan menyusutkan kelenjar tiroid. Namun, terapi yang satu ini tidak boleh dilakukan pada ibu hamil, ibu menyusui, atau wanita yang sedang merencanakan kehamilan.

4. Beta-blocker, yaitu obat yang digunakan dokter untuk menekan gejala yang muncul pada pengidap. Efek samping penggunaan obat ini, antara lain detak jantung menjadi lebih cepat, tremor, serta hiperaktif.

Hipertiroidisme perlu mendapatkan penanganan secepatnya, karena bila tidak bisa memicu komplikasi mulai dari keguguran buat ibu hamil, kelainan jantung, sampai kepadatan tulang yang menurun.

 

Sebagai informasi tambahan, kamu dapat mengidentifikasi apakah kamu mengidap hipertiroidisme dengan mengetahui gejala berikut ini:

 

Baca juga: Pernah Mengalami Gugup Hingga Mual, Ketahui Penyebabnya

 

1. Gampang mengalami gugup, murung, lemah, atau cepat lelah.

2. Tangan gampang bergetar, jantung berdetak cepat, atau mengalami masalah pernapasan.

3. Cepat merasa kepanasan dan berkeringat atau memiliki kulit yang hangat, merah, dan gatal.

4. Buang air besar lebih banyak dari biasanya.

5. Memiliki rambut halus dan lembut yang rontok.

6. Kehilangan berat badan dengan pola makan yang sama

 

Referensi:
WebMD (2021). What Are the Treatments for Hyperthyroidism?
WebMD (2021). What Is Hyperthyroidism? What Are the Symptoms?
WebMD (2021). What Are the Causes of Hyperthyroidism?