• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyakit Diabetes Bisa Terdeteksi dengan Cek Darah 

Penyakit Diabetes Bisa Terdeteksi dengan Cek Darah 

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Cara untuk mendiagnosis apakah seseorang mengidap penyakit diabetes atau tidak bisa dilakukan melalui tes darah sederhana. Tes ini dikenal dengan tes gula darah, dan mereka yang sudah didiagnosis diabetes sebelumnya perlu melakukan tes rutin. Tujuannya untuk menjaga kadar gula darahnya tetap stabil sambil mengendalikan penyakit diabetesnya. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendefinisikan hasil uji glukosa. Kadar glukosa yang didapatkan dari tes gula darah dikatakan normal jika hasilnya 6,0 mmol/L atau lebih rendah (di bawah 110 mg/dl). Sementara itu, seseorang dikatakan memiliki gangguan glukosa puasa atau bentuk dari pradiabetes jika kadar glukosanya antara 6,1 dan 6,9 mmol/L (antara 110 mg/dl dan 125 mg/dl). Nah, untuk diabetes, maka kadar glukosa di dalam darahnya adalah 7,0 mmol/L (126 mg/dl) atau lebih. 

Baca juga: Cek Diabetes Mellitus dengan Pemeriksaan Ini

Tiga Jenis Tes Gula Darah

Ada tiga jenis tes gula darah berbeda yang bisa dilakukan untuk mengecek kadar glukosa di dalam darah, yaitu tes untuk gula darah puasa, tes gula darah 2 jam, dan tes gula darah sewaktu.

  • Tes Gula Darah Puasa

Jika kamu menjalani tes glukosa puasa, maka kamu tidak boleh makan atau minum selama 8 jam sebelum tes. Kamu hanya diizinkan untuk minum air putih saja. Atau kamu bisa menjadwalkan tes glukosa puasa di pagi hari, sehingga kamu tidak perlu berpuasa di siang hari.

  • Tes Gula Darah 2 Jam

Ini adalah kelanjutan dari tes gula darah puasa. Jika kamu sudah diambil sampel darahnya setelah puasa 8 jam penuh, kamu akan diminta untuk makan seperti biasa. Kemudian, selang 2 jam setelah makan, kadar gula darah dicek kembali. Jika kadar gula darah melonjak setelah makan, maka hal ini terjadi baik pada orang sehat maupun diabetes. Namun, pada orang yang sehat, kadar gula darah akan kembali normal setelah dua jam ia makan. 

  • Tes Gula Darah Sewaktu

Kamu diperbolehkan makan dan minum sebelum tes ini. Perlu diingat, stres berat dapat menyebabkan glukosa dalam darah meningkat sementara. Stres ini biasanya dipicu karena hendak melakukan operasi, trauma, stroke, atau serangan jantung.

Beberapa jenis obat juga memengaruhi kadar glukosa darah. Penting untuk memberi tahu dokter mengenai obat yang sedang dikonsumsi. Dokter mungkin meminta kamu untuk berhenti minum beberapa obat atau memutuskan untuk mengubah dosis sebelum menjalani tes darah ini. 

Jika ada yang ingin kamu ketahui lebih dalam sebelum melakukan pemeriksaan ini, kamu bisa menanyakannya pada dokter di Halodoc. Dokter di Halodoc akan memberikan segala informasi yang kamu butuhkan mengenai tes darah untuk deteksi diabetes.

Baca juga: Manfaat Kayu Manis untuk Pengidap Diabetes

Begini Prosedur Tes Gula Darah

Kamu tidak perlu takut melakukan pemeriksaan ini karena tes darah ini hanya membutuhkan sejumlah kecil sampel darah. Perawat akan mengambil darah dari vena atau pembuluh darah, biasanya dari siku bagian dalam atau di area punggung tangan.

Sebelum mengambil darah, perawat akan membersihkan area pengambilan darah dengan antiseptik guna mencegah adanya kuman. Ia juga akan mengikat sabuk elastis di sekitar lengan untuk mengumpulkan darah di vena.

Baca juga: Sering Buang Air Kecil Tanda Terkena Diabetes

Jika sudah siap, jarum steril akan disuntikkan ke dalam pembuluh darah, lalu darah akan ditarik ke dalam tabung. Kamu mungkin akan merasa sedikit nyeri, mirip dengan tusukan jarum. Untuk mengurangi rasa sakit, kamu bisa mencoba melemaskan lengan.

Jika sudah selesai, maka jarum akan dilepaskan dan bekas area suntikkan akan diberi perban. Selanjutnya akan diberikan tekanan selama beberapa menit untuk mencegah memar. Sampel darah kemudian dikirim ke laboratorium untuk pengujian. Setelah beberapa waktu, hasil pemeriksaan akan dibacakan dulu oleh dokter untuk membahas tindakan lanjutan terkait hasil pemeriksaan.

Referensi:
Cleveland Clinic. DIakses pada 2020. Blood Glucose Test. 
National Library of Medicine - National Institutes of Health. Diakses pada 2020. Blood Sugar Test.