Ad Placeholder Image

Penyakit Jantung Bawaan (PJB): Gejala, Penyebab, Cara Obati

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   29 Mei 2026

Penyakit Jantung Bawaan (PJB) adalah kelainan jantung sejak lahir

Penyakit Jantung Bawaan (PJB): Gejala, Penyebab, Cara ObatiPenyakit Jantung Bawaan (PJB): Gejala, Penyebab, Cara Obati

DAFTAR ISI


Penyakit Jantung Bawaan atau pjb adalah kelainan pada struktur atau fungsi jantung yang sudah ada sejak lahir. Kondisi ini terjadi akibat gangguan dalam proses pembentukan jantung saat janin masih berada di dalam kandungan. PJB merupakan salah satu jenis cacat lahir yang paling umum terjadi di dunia, termasuk di Indonesia, dan memerlukan perhatian medis yang berkelanjutan sejak dini.

Penting bagi orang tua untuk memahami bahwa PJB bukan sekadar satu jenis penyakit tunggal, melainkan mencakup berbagai spektrum kelainan, mulai dari yang ringan hingga yang mengancam nyawa. Deteksi dini merupakan kunci utama dalam memberikan peluang hidup yang lebih baik bagi anak. Tanpa penanganan yang tepat, kelainan ini dapat mengganggu aliran darah ke seluruh tubuh dan menghambat tumbuh kembang anak secara optimal.

Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas mengenai apa itu PJB, jenis-jenisnya, gejala yang sering muncul pada bayi, hingga bagaimana penanganan medis yang dilakukan oleh dokter spesialis jantung anak. Memahami kondisi ini akan membantu kamu lebih sigap dalam memberikan perawatan terbaik bagi buah hati.

Nah, mau tahu lebih dalam mengenai kondisi medis ini? Berikut ulasannya!

Mengenal Apa Itu Penyakit Jantung Bawaan (PJB)

Secara anatomis, jantung manusia terdiri dari empat ruang dan katup-katup yang mengatur sirkulasi darah. Pada kasus PJB, terjadi kegagalan pembentukan pada dinding jantung (septum), katup jantung, maupun pembuluh darah besar yang keluar dan masuk ke jantung. Kelainan ini dapat menyebabkan darah yang kaya oksigen bercampur dengan darah yang miskin oksigen, atau aliran darah ke paru-paru menjadi terhambat.

Di Indonesia, angka kejadian PJB diperkirakan mencapai 8 hingga 10 kasus dari setiap 1.000 kelahiran hidup. Ini berarti ada puluhan ribu bayi yang lahir dengan kelainan jantung setiap tahunnya. Tingginya angka ini menuntut sistem kesehatan dan kesadaran masyarakat yang lebih baik mengenai skrining jantung pada bayi baru lahir.

Jenis-Jenis Penyakit Jantung Bawaan

Para ahli medis umumnya membagi PJB ke dalam dua kategori besar berdasarkan tampilan klinisnya, yaitu PJB sianotik (anak terlihat biru) dan PJB non-sianotik (anak tidak terlihat biru).

1. PJB Non-Sianotik (A-sianotik)

Pada kelompok ini, bayi biasanya tidak menunjukkan warna kebiruan pada kulit. Namun, beban kerja jantung menjadi lebih berat. Contohnya adalah Ventricular Septal Defect (VSD) atau bocor sekat bilik, dan Atrial Septal Defect (ASD) atau bocor sekat serambi. Kondisi lainnya adalah Patent Ductus Arteriosus (PDA), di mana saluran yang seharusnya menutup setelah lahir tetap terbuka.

2. PJB Sianotik

Kondisi ini lebih serius karena kadar oksigen dalam darah sangat rendah, sehingga kulit, bibir, dan kuku bayi tampak kebiruan. Contoh yang paling dikenal adalah Tetralogy of Fallot (TOF) yang melibatkan empat jenis kelainan sekaligus, serta Transposition of the Great Arteries (TGA), di mana posisi pembuluh darah besar jantung tertukar.

Gejala PJB yang Perlu Diwaspadai

Gejala PJB sangat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan kelainan jantungnya. Pada kasus yang ringan, gejala mungkin tidak muncul hingga anak beranjak dewasa. Namun, pada kasus yang berat, gejala seringkali muncul segera setelah lahir atau dalam beberapa bulan pertama kehidupan.

  • Napas cepat dan sesak: Bayi tampak kesulitan bernapas meskipun sedang beristirahat.
  • Sianosis: Warna kebiruan pada bibir, lidah, dan kuku, terutama saat bayi menangis atau menyusu.
  • Kelelahan saat menyusu: Bayi sering berhenti menyusu karena sesak, berkeringat dingin di dahi, dan berat badan sulit naik.
  • Detak jantung tidak teratur: Sering ditemukan adanya bising jantung (murmur) saat diperiksa dengan stetoskop oleh dokter.
  • Infeksi paru berulang: Anak dengan PJB lebih rentan terkena pneumonia atau bronkitis.

Jika kamu melihat tanda-tanda di atas pada buah hati, sangat disarankan untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan arahan awal dan rujukan ke dokter spesialis jantung anak.

Penyebab dan Faktor Risiko PJB

Meskipun sebagian besar penyebab PJB tidak diketahui secara pasti (idiopatik), ada beberapa faktor yang diketahui meningkatkan risiko seorang ibu melahirkan bayi dengan kelainan jantung bawaan:

1. Faktor Genetik

Riwayat keluarga dengan penyakit jantung bawaan atau adanya kelainan genetik seperti Down Syndrome seringkali berkaitan erat dengan terjadinya PJB.

2. Kondisi Kesehatan Ibu Saat Hamil

Ibu hamil yang menderita diabetes melitus (kencing manis) yang tidak terkontrol, atau mengalami infeksi virus seperti Rubella (campak Jerman) pada trimester pertama kehamilan, memiliki risiko lebih tinggi. Penggunaan obat-obatan tertentu tanpa resep dokter atau paparan asap rokok dan alkohol juga sangat berpengaruh.

Tips Pencegahan Selama Kehamilan
  1. Lakukan pemeriksaan antenatal (ANC) secara rutin ke dokter kandungan.
  2. Pastikan imunisasi ibu hamil sudah lengkap, termasuk vaksin Rubella sebelum merencanakan kehamilan.
  3. Konsumsi asam folat dan multivitamin sesuai anjuran dokter untuk mendukung pembentukan organ janin.

Diagnosis dan Langkah Penanganan

Untuk mendiagnosis PJB, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan mulai dari pemeriksaan fisik hingga pemeriksaan penunjang yang lebih canggih. Echocardiography (USG Jantung) adalah metode standar emas untuk melihat struktur dan aliran darah dalam jantung bayi secara mendalam.

Setelah diagnosis ditegakkan, langkah penanganan yang diambil bisa berupa:

  • Pemantauan Rutin: Untuk kasus kebocoran kecil yang mungkin bisa menutup dengan sendirinya seiring pertumbuhan anak.
  • Pemberian Obat-obatan: Digunakan untuk memperkuat pompa jantung atau membuang kelebihan cairan di paru-paru.
  • Tindakan Non-Bedah (Kateterisasi): Menutup kebocoran jantung dengan alat khusus tanpa melakukan operasi terbuka.
  • Operasi Jantung: Diperlukan untuk kelainan yang kompleks guna memperbaiki struktur jantung secara permanen.

Dalam proses penyembuhan dan masa tumbuh kembang, dokter mungkin akan meresepkan suplemen tambahan jika diperlukan. Untuk kemudahan, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan praktis.

Studi Mengenai Penyakit Jantung Bawaan

The Lancet Child & Adolescent Health menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa kemajuan teknologi medis dalam dua dekade terakhir telah meningkatkan angka harapan hidup pasien PJB secara signifikan, di mana saat ini lebih dari 90% bayi dengan PJB dapat bertahan hingga usia dewasa jika mendapatkan intervensi tepat waktu.

Studi tersebut menekankan pentingnya transisi perawatan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa (Grown-Up Congenital Heart atau GUCH) karena pasien PJB tetap memerlukan pemantauan seumur hidup untuk mencegah komplikasi seperti aritmia atau gagal jantung di kemudian hari.

Anak Mengalami Gejala PJB atau Gangguan Jantung? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan atau kekhawatiran mengenai kondisi jantung buah hati, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA ([Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

FAQ

1. Apakah PJB bisa sembuh total?

Banyak jenis PJB dapat dikoreksi melalui operasi atau tindakan kateterisasi sehingga pasien bisa beraktivitas normal. Namun, beberapa kasus memerlukan pemantauan medis seumur hidup.

2. Apakah PJB adalah penyakit keturunan?

Ada komponen genetik yang terlibat, namun tidak selalu diturunkan. Sebagian besar kasus terjadi secara spontan karena gangguan perkembangan janin.

3. Amankah bayi dengan PJB melakukan imunisasi?

Sangat disarankan untuk tetap melakukan imunisasi rutin karena anak dengan PJB lebih rentan terhadap infeksi, namun konsultasikan jadwalnya dengan dokter jantung anak.

4. Apakah pjb adalah kondisi yang bisa dideteksi sejak dalam kandungan?

Ya, melalui pemeriksaan Fetal Echocardiography oleh dokter spesialis kandungan konsultan fetomaternal, kelainan jantung janin bisa dideteksi sejak usia kehamilan 18-22 minggu.

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2026. Congenital anomalies.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Mengenal Penyakit Jantung Bawaan pada Anak.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Congenital heart defects in children.
American Heart Association. Diakses pada 2026. About Congenital Heart Defects.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Congenital Heart Disease: Types, Symptoms & Treatment.