Ad Placeholder Image

Penyebab Anemia pada Remaja dan Cara Mengatasinya dengan Tepat

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   29 Oktober 2025

Penyebab anemia pada remaja umumnya karena kekurangan zat besi dan pola makan tidak seimbang.

Penyebab Anemia pada Remaja dan Cara Mengatasinya dengan TepatPenyebab Anemia pada Remaja dan Cara Mengatasinya dengan Tepat

DAFTAR ISI


Anemia sering dianggap masalah ringan, padahal bisa berdampak besar pada tumbuh kembang dan konsentrasi belajar.

Khususnya di masa remaja, tubuh sedang aktif tumbuh dan membutuhkan asupan gizi yang cukup. Namun, gaya hidup modern sering membuat remaja melewatkan sarapan, kurang makan sayur, dan mengonsumsi makanan cepat saji yang miskin zat besi.

Penyebab anemia pada remaja juga bisa datang dari menstruasi pada perempuan, serta aktivitas fisik tinggi tanpa asupan nutrisi yang memadai. Akibatnya, kadar hemoglobin dalam darah menurun dan tubuh kekurangan oksigen.

Apa Itu Anemia pada Remaja?

Secara sederhana, anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah sehat untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Sel darah merah mengandung hemoglobin, yaitu protein pembawa oksigen. Bila jumlah hemoglobin rendah, tubuh akan mudah lelah, pusing, dan pucat.

Menurut World Health Organization (WHO), remaja dikategorikan anemia jika kadar hemoglobinnya:

  • <12 g/dL pada remaja perempuan.
  • <13 g/dL pada remaja laki-laki.

Anemia pada remaja umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi, yang dikenal dengan istilah anemia defisiensi besi.

Namun, ada pula penyebab lain seperti kekurangan vitamin, penyakit kronis, atau kelainan genetik.

Apa Saja Penyebab Anemia pada Remaja?

Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan anemia sering terjadi pada remaja. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Kekurangan Zat Besi

Ini adalah penyebab anemia pada remaja yang paling umum. Zat besi dibutuhkan tubuh untuk memproduksi hemoglobin.

Ketika asupan zat besi kurang, tubuh tidak bisa menghasilkan cukup sel darah merah sehat. Kondisi ini sering terjadi pada remaja yang:

  • Sering melewatkan makan utama.
  • Jarang mengonsumsi daging merah, hati, atau sayuran hijau.
  • Menjalani diet ketat untuk menurunkan berat badan.

2. Menstruasi pada Remaja Perempuan

Remaja perempuan memiliki risiko anemia lebih tinggi karena kehilangan darah setiap bulan saat menstruasi. Jika tidak diimbangi dengan asupan zat besi yang cukup, kadar hemoglobin bisa terus menurun.

Menurut Harvard Health, satu siklus menstruasi rata-rata bisa menyebabkan kehilangan 30–40 miligram zat besi. Pahami juga informasi seputar Menstruasi (Haid) – Siklus, Gejala, Gangguan, Informasi Lengkapnya berikut ini.

3. Pola Makan Tidak Seimbang

Banyak remaja mengonsumsi makanan cepat saji yang rendah nutrisi dan jarang makan makanan bergizi.

Kekurangan makanan sumber zat besi (seperti daging dan sayuran hijau), folat, dan vitamin B12 membuat produksi sel darah merah terganggu.

Ketahui juga informasi lain mengenai, Diet dan Nutrisi Kebutuhan Tubuh – Informasi Lengkapnya berikut ini.

4. Pertumbuhan yang Cepat

Saat masa pubertas, tubuh remaja mengalami lonjakan pertumbuhan yang pesat. Proses ini membutuhkan lebih banyak zat besi dan nutrisi lain untuk membentuk sel darah baru. Jika kebutuhan tidak terpenuhi, anemia mudah terjadi.

5. Penyakit Kronis atau Infeksi

Beberapa penyakit seperti infeksi kronis, gangguan ginjal, atau penyakit celiac dapat mengganggu penyerapan zat besi dan pembentukan sel darah merah.

6. Kurang Tidur dan Stres

Kelelahan fisik akibat kurang istirahat dan stres akademik bisa memperparah kondisi anemia karena tubuh kekurangan waktu untuk memproduksi sel darah merah baru.

Gejala Anemia yang Perlu Kamu Waspadai

Gejala anemia sering tidak disadari karena mirip dengan kelelahan biasa. Tapi kalau kamu sering mengalami hal berikut, sebaiknya waspada:

  • Mudah lelah atau lemas meski tidak banyak beraktivitas.
  • Wajah pucat dan bibir tampak keputihan.
  • Pusing atau sakit kepala ringan.
  • Jantung berdebar cepat.
  • Sulit konsentrasi dan prestasi belajar menurun.
  • Kuku rapuh atau mudah patah.
  • Nafas terasa pendek saat naik tangga atau berolahraga ringan.

Jika gejala ini terjadi terus-menerus, bisa jadi itu tanda anemia akibat kekurangan zat besi. Kenali lebih dalam Apa Itu Anemia? – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya berikut ini.

Dampak Anemia pada Kesehatan Remaja

Anemia yang tidak diatasi dengan baik bisa berdampak serius pada tumbuh kembang remaja.
Berikut beberapa risiko jangka panjangnya:

  1. Gangguan konsentrasi dan prestasi belajar menurun.
    Otak membutuhkan oksigen untuk bekerja optimal. Kekurangan oksigen bisa membuat remaja sulit fokus dan cepat lelah saat belajar.
  2. Penurunan daya tahan tubuh.
    Tubuh yang anemia lebih rentan terkena infeksi karena sistem imun melemah.
  3. Pertumbuhan terhambat.
    Kekurangan zat besi dapat memperlambat perkembangan fisik dan kognitif remaja.
  4. Masalah kesuburan di masa depan.
    Pada perempuan, anemia berat yang tidak ditangani bisa memengaruhi siklus haid dan kesuburan saat dewasa.
  5. Risiko penyakit jantung meningkat.
    Karena jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah dan mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Cara Mengatasi dan Mencegah Anemia pada Remaja

Berita baiknya, anemia bisa dicegah dan diatasi dengan langkah sederhana. Berikut cara mencegah penyebab anemia pada remaja:

1. Perbanyak Konsumsi Makanan Kaya Zat Besi

Makanan sumber zat besi hewani lebih mudah diserap tubuh. Contohnya:

  • Daging merah, hati sapi, ayam, ikan, dan telur.
    Sementara dari sumber nabati:
  • Bayam, brokoli, kacang-kacangan, dan tahu.
    Kamu juga bisa menambahkan vitamin C dari buah jeruk atau tomat agar penyerapan zat besi makin optimal.

Yuk, ketahui info lain tentang Makanan Sehat- Jenis, Manfaat & Khasiatnya di sini.

2. Konsumsi Vitamin B12 dan Asam Folat

Dua nutrisi ini penting untuk pembentukan sel darah merah. Dapatkan dari makanan seperti telur, susu, biji-bijian, dan alpukat.

3. Hindari Minuman Penghambat Penyerapan Zat Besi

Kopi, teh, dan minuman bersoda bisa menghambat penyerapan zat besi. Sebaiknya batasi konsumsinya terutama setelah makan.

4. Tidur dan Istirahat Cukup

Tidur cukup (7–9 jam per malam) membantu tubuh memulihkan diri dan memproduksi sel darah merah baru.

5. Rutin Periksa Darah

Bagi remaja perempuan, terutama yang mengalami menstruasi berat, pemeriksaan kadar hemoglobin secara rutin penting untuk mendeteksi anemia sejak awal.

Jika kadar hemoglobin sudah terlalu rendah, dokter mungkin akan merekomendasikan suplemen zat besi atau terapi nutrisi untuk memperbaiki kondisi darah.

Kesimpulan

Singkatnya, penyebab anemia pada remaja paling sering berasal dari kekurangan zat besi akibat pola makan tidak seimbang dan kehilangan darah saat menstruasi.

Meski umum terjadi, anemia tidak boleh dianggap remeh karena dapat menghambat pertumbuhan dan menurunkan konsentrasi belajar.

Untuk mencegahnya, pastikan kamu mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tidur cukup, dan melakukan pemeriksaan darah secara rutin.

Jika kamu sering merasa lelah atau pucat, jangan ragu untuk menghubungi dokter spesialis penyakit dalam melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Iron deficiency anemia – Symptoms & causes.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2025. Prevalence of anaemia among adolescents.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2025. Iron and Your Health.