• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Penyebab Diare Kronis Terjadi pada Bayi

Ini Penyebab Diare Kronis Terjadi pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Diare terjadi ketika anak buang air besar yang encer beberapa kali sehari. Kondisi ini biasanya hilang dalam satu atau dua hari tanpa perawatan medis. Diare yang berlanjut selama empat minggu (bahkan meski kambuh-kambuhan) dianggap sebagai diare kronis. 

Diare pada bayi juga menjadi penyebab utama malnutrisi pada bayi atau anak di bawah usia 5 tahun. Banyak dari kasus ini disebabkan oleh air dan makanan yang terkontaminasi. Setiap peristiwa diare membuat anak kekurangan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Diare yang berkelanjutan dapat menyebabkan kekurangan gizi. 

Baca juga: Agar Tak Panik, Cari Tahu Penyebab Diare pada Bayi

Penyebab Diare Kronis pada Bayi

Diare kronis dapat disebabkan beberapa hal, termasuk:

  • Infeksi bakteri atau parasit.

  • Penyakit seliaka, reaksi kekebalan saat memakan gluten, protein dalam gandum. 

  • Peradangan Kronis pada saluran pencernaan (penyakit radang usus), seperti kolitis ulseratif dan penyakit Crohn.

  • Intoleransi gula.

  • Sindrom iritasi usus.

Penyebab diare kronis yang langka yaitu:

  • Tumor neuroendokrin, tumor yang biasanya dimulai pada saluran pencernaan.

  • Penyakit Hirschsprung, suatu kondisi yang muncul saat bayi lahir (bawaan) yang dihasilkan dari hilangnya sel-sel saraf di otot sebagian atau seluruh usus bayi. 

  • Cystic fibrosis, penyakit bawaan yang dapat menyebabkan penumpukan lendir kental yang mencegah tubuh menyerap nutrisi dari makanan. 

  • Gangguan gastrointestinal eosinofilik, kelompok penyakit kompleks yang ditandai dengan jumlah sel darah putih yang lebih tinggi dari normal, yang disebut eosinofil, pada organ dalam sistem pencernaan. 

  • Kekurangan seng. 

Pada anak-anak, pertumbuhan atau penurunan berat badan yang menyertai diare dapat menunjukkan bahwa lambung dan usus mengalami kesulitan menyerap nutrisi. Ini umum dalam kasus penyakit celiac atau cystic fibrosis, sementara masalah lain mungkin lebih sulit untuk didiagnosis. 

Baca juga: Diare Anak Enggak Kunjung Sembuh, Waspada Rotavirus

Gejala Diare pada Bayi

Bayi memang lebih sering menghasilkan feses yang lebih encer, jadi hal ini terkadang tidak segera menjadi perhatian khusus orangtua. Namun, peningkatan tinja berair yang tiba-tiba, terutama jika disertai dengan demam, mungkin merupakan tanda diare pada bayi dan anak kecil. Gejala lain termasuk:

  • Sakit perut atau kram.

  • Mual.

  • Kehilangan kontrol usus.

  • demam dan kedinginan.

  • Dehidrasi.

Mengobati anak di rumah biasanya efektif ketika bayi mengalami diare ringan. Namun, penting untuk orangtua ingat bahwa obat bebas yang digunakan untuk mengobati diare pada orang dewasa tidak boleh diberikan pada bayi atau anak-anak Bicarakan dengan dokter melalui aplikasi Halodoc sebelum menggunakan obat anti-diare yang dijual bebas. 

Orangtua dapat merawat anak di rumah dengan cara berikut:

  • Pastikan Si Kecil minum banyak cairan.

  • Jangan memberi makanan yang tampaknya memicu diare.

  • Cuci tangan orangtua sesering mungkin, terutama setelah penggantian popok, untuk menghindari penyebaran bakteri di rumah.

  • Ibu tetap harus menyusui saat bayi mengalami diare. ASI dapat membantu meringankan gejala diare dan mempercepat pemulihan. 

  • Pantau anak dengan cermat, cari tanda-tanda dehidrasi. Hubungi dokter anak segera jika orangtua berpikir Si Kecil mengalami dehidrasi. 

Ganti popok Si Kecil segera setelah buang air besar. Ini dapat membantu mencegah ruam popok dan iritasi. Gunakan air sebagai pengganti tisu, karena tisu biasa dapat mengiritasi kulit. Krim yang dijual bebas dengan seng oksida juga dapat membantu menenangkan dan melindungi kulit bayi. 

Baca juga: 5 Cara Tepat Menghentikan Diare

Itulah yang perlu orangtua ketahui mengenai diare kronis pada bayi. Sebagai orangtua perlu peka terhadap gejala-gejala yang berkaitan dengan diare. Sebaiknya jangan abaikan bentuk feses Si Kecil meskipun biasanya feses bercampur air. Cek gejala lainnya yang berkaitan dengan diarea dan jangan panik. 

Referensi:
Healthline Parenthood. Diakses pada 2020. Chronic Diarrhea in Infants and Young Children
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. What's causing my infant's diarrhea?