27 December 2018

Diare Anak Enggak Kunjung Sembuh, Waspada Rotavirus

rotavirus, vaksin rotavirus, infeksi rotavirus

Halodoc, Jakarta - Anak yang mengalami diare dan tidak kunjung sembuh, tentu akan membuat orangtua khawatir. Jika kondisi tersebut terjadi, sebaiknya ibu waspada, karena bisa saja Si Kecil terkena rotavirus. Gangguan rotavirus terjadi karena adanya infeksi usus yang disebabkan oleh sejenis virus. Virus ini juga menjadi penyebab umum dari penyakit diare pada bayi dan anak-anak di seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang dengan tingkat nutrisi dan fasilitas kesehatan yang kurang optimal.

Di seluruh dunia, rotavirus telah menyebabkan lebih dari setengah juta anak meninggal setiap tahunnya. Maka dari itu, bayi dan anak-anak yang terinfeksi rotavirus harus mendapat perawatan intensif, karena infeksi rotavirus dapat menyebabkan dehidrasi dengan cepat. Jika tidak ditangani dengan baik, dehidrasi pada bayi dan anak-anak akibat rotavirus dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang berat. Selain pada bayi dan anak-anak, rotavirus juga dapat menginfeksi remaja dan orang dewasa.

Pemberian vaksinasi terhadap infeksi rotavirus sudah dimulai sejak 2006. Perlu diingat, meski sudah diberikan vaksinasi rotavirus, bayi dan anak-anak masih dapat mengalami infeksi ini. Hal tersebut disebabkan karena vaksinasi rotavirus tidak memberikan perlindungan penuh terhadap infeksi yang akan terjadi. Namun, anak-anak yang diberikan vaksinasi rotavirus tidak akan mengalami gejala separah anak-anak yang tidak divaksinasi, dan memiliki kemungkinan lebih kecil untuk terinfeksi rotavirus.

Ditularkan Melalui Fecal-Oral

Rotavirus sebagai virus penyebab diare terbanyak pada anak-anak biasanya ditularkan melalui fecal-oral, yaitu virus menyebar dari feses pengidap dan tidak sengaja masuk ke mulut seseorang. Misalnya melalui kontak dengan air, makanan, tangan, dan objek lain yang terkontaminasi. Penyebaran ini kemungkinan disebabkan oleh hal sederhana, seperti lupa mencuci tangan dengan sabun setelah buang air besar atau setelah membersihkan anak yang baru buang air besar. Virus ini juga dapat dengan mudah menyebar ke segala jenis objek yang dipegang, misalnya mainan atau perabotan.

Infeksi rotavirus sangat umum terjadi pada anak-anak usia 3-35 bulan, terutama di tempat penitipan anak dan rumah sakit. Orang dewasa yang mengurus anak-anak juga memiliki risiko terkena infeksi rotavirus.

Infeksi ini juga dapat terjadi lebih dari sekali, walaupun sudah melakukan vaksinasi. Hal ini disebabkan karena jenis rotavirus yang cukup beragam. Namun, semakin sering infeksi terjadi, gejala yang muncul akan berkurang keparahannya.

Terjadi Demam dan Muntah

Tanda awal infeksi rotavirus biasanya pengidap akan mengalami demam dan muntah-muntah, dan biasanya muncul dalam dua hari setelah terpapar virus. Kemudian, diikuti oleh diare selama 3-8 hari. Infeksi juga menyebabkan rasa nyeri pada daerah perut. Waspadai risiko terjadinya dehidrasi akibat infeksi rotavirus, terutama jika anak:

  • Mengalami diare lebih dari 24 jam.

  • Terlihat lemas, mengantuk, dan rewel.

  • Sering muntah-muntah.

  • Demam dengan suhu 40 derajat celsius atau lebih.

  • Buang air besar dengan feses berwarna hitam, mengandung darah, atau nanah.

  • Sudah terdapat tanda-tanda dehidrasi, seperti mulut kering, buang air kecil berkurang, menangis tanpa mengeluarkan air mata, tampak mengantuk, penurunan kesadaran, rasa haus yang berlebihan, ujung jari terasa dingin, atau mata dan ubun-ubun terasa cekung.

Gejala yang muncul pada orang dewasa sehat cenderung bersifat ringan atau tidak sama sekali. Namun, pada pengidap dewasa, perlu diwaspadai jika terdapat gejala seperti berikut:

  • Diare lebih dari 2 hari.

  • Demam dengan suhu 39,4 derajat celsius atau lebih.

  • Tanda-tanda dehidrasi, seperti rasa haus yang berlebihan, mulut kering, lemas, pusing pada saat berdiri, kepala berkunang-kunang, dan buang air kecil sedikit.

  • Muntah darah atau buang air besar berdarah.

Itulah yang perlu kamu ketahui mengenai rotavirus, jika kamu merasakan gejalanya, sebaiknya segera lakukan tanya jawab pada dokter melalui aplikasi Halodoc agar mendapatkan penanganan yang tepat. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat kamu terima dengan praktis dengan download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!

Baca juga: