Kebas pada tangan bisa terjadi karena masalah saraf. Kondisi ini bisa diatasi salah satunya dengan mengonsumsi suplemen b kompleks.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Kebas?
- Gejala Kebas yang Menyertai
- Berbagai Penyebab Kebas pada Tangan dan Kaki
- Rekomendasi Suplemen untuk Mengatasi Kebas dan Kesemutan
- Kapan Harus Konsultasi Dokter untuk Mengatasi Kebas?
- Kesimpulan dan Rekomendasi Medis
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kebas atau sensasi mati rasa dan kesemutan pada tangan serta kaki, adalah keluhan yang cukup umum dan seringkali mengindikasikan adanya gangguan pada sistem saraf atau peredaran darah.
Meskipun terkadang hanya bersifat sementara, kebas yang sering terjadi atau disertai gejala lain bisa menjadi tanda kondisi medis serius yang memerlukan perhatian dokter.
Secara umum, kebas pada tangan dan kaki sering disebabkan oleh masalah saraf, seperti neuropati yang berkaitan dengan diabetes atau saraf kejepit (contohnya carpal tunnel syndrome).
Selain itu, kekurangan vitamin B, sirkulasi darah yang buruk, kehamilan, infeksi seperti HIV atau kusta, penyakit ginjal, gangguan tiroid, hingga stroke juga dapat menjadi pemicunya.
Kebas sementara bisa terjadi akibat posisi tidur yang salah. Jika keluhan ini sering muncul, konsultasi dengan dokter spesialis saraf (Sp.S) sangat dianjurkan untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.
Apa Itu Kebas?
Kebas merujuk pada sensasi mati rasa atau hilangnya perasaan di bagian tubuh tertentu, seringkali disertai dengan kesemutan, rasa tertusuk-tusuk, atau terbakar.
Kondisi ini terjadi ketika aliran sinyal saraf terganggu, baik karena kerusakan saraf itu sendiri atau karena masalah pada pasokan darah ke saraf.
Saraf adalah bagian penting dari sistem komunikasi tubuh, yang bertanggung jawab untuk mengirimkan informasi sensorik dari kulit ke otak.
Ketika saraf tidak berfungsi dengan baik, sensasi ini dapat terganggu, menyebabkan kebas.
Gejala Kebas yang Menyertai
Selain mati rasa dan kesemutan, kebas bisa disertai dengan berbagai gejala lain tergantung pada penyebabnya. Gejala ini bisa membantu dokter dalam menegakkan diagnosis yang tepat.
- Nyeri di area yang kebas, bisa tumpul atau tajam.
- Kelemahan otot atau kesulitan menggerakkan bagian tubuh yang kebas.
- Sensasi terbakar atau dingin.
- Perubahan sensitivitas terhadap sentuhan, suhu, atau getaran.
- Sulit menjaga keseimbangan atau berjalan.
Berbagai Penyebab Kebas pada Tangan dan Kaki
Ada banyak faktor yang bisa menjadi pemicu kebas pada tangan dan kaki, mulai dari masalah ringan hingga kondisi medis serius. Pemahaman akan penyebabnya sangat penting untuk penanganan yang efektif.
1. Masalah saraf (neuropati)
Neuropati adalah kerusakan pada saraf tepi yang mengirimkan sinyal dari otak dan sumsum tulang belakang ke seluruh tubuh. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab paling umum dari kebas.
- Diabetes: Gula darah tinggi yang tidak terkontrol dapat merusak saraf, terutama di tangan dan kaki, menyebabkan neuropati diabetik.
- Saraf terjepit: Tekanan pada saraf dapat terjadi di berbagai lokasi. Contohnya carpal tunnel syndrome di pergelangan tangan atau tarsal tunnel syndrome di pergelangan kaki.
- Herniated disc: Penonjolan bantalan tulang belakang yang menekan saraf di tulang belakang leher atau punggung bawah.
2. Kekurangan nutrisi
Beberapa vitamin sangat penting untuk kesehatan saraf. Kekurangan vitamin tertentu dapat mengganggu fungsi saraf.
- Kekurangan Vitamin B: Terutama vitamin B1 (thiamine), B6 (pyridoxine), dan B12 (cobalamin), yang berperan vital dalam menjaga kesehatan dan fungsi saraf. Kekurangan dapat menyebabkan kerusakan saraf dan kebas.
Cari tahu lebih jauh mengenai Vitamin B – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping.
3. Gangguan peredaran darah
Pasokan darah yang tidak memadai ke tangan dan kaki dapat menyebabkan sel-sel saraf kekurangan oksigen dan nutrisi, yang kemudian memicu kebas.
- Penyakit arteri perifer (PAP): Penyempitan pembuluh darah yang mengurangi aliran darah ke tungkai.
- Fenomena raynaud: Kondisi di mana pembuluh darah menyempit secara berlebihan sebagai respons terhadap dingin atau stres, mengurangi aliran darah ke jari tangan dan kaki.
4. Kondisi medis lainnya
Beberapa penyakit dan kondisi kesehatan dapat mempengaruhi sistem saraf atau peredaran darah, sehingga menyebabkan kebas.
- Kehamilan: Pembengkakan tubuh selama kehamilan dapat menekan saraf, terutama di tangan.
- Infeksi: Beberapa infeksi, seperti HIV atau kusta, dapat menyerang dan merusak saraf.
- Penyakit ginjal: Ginjal yang tidak berfungsi dengan baik dapat menyebabkan penumpukan racun dalam tubuh yang merusak saraf.
- Gangguan tiroid: Kadar hormon tiroid yang tidak seimbang dapat memengaruhi saraf dan menyebabkan kebas.
- Stroke: Kerusakan otak akibat gangguan aliran darah dapat memengaruhi kemampuan otak untuk memproses sensasi, menyebabkan mati rasa di satu sisi tubuh.
- Multiple sclerosis (MS): Penyakit autoimun yang merusak selubung pelindung saraf (mielin) di otak dan sumsum tulang belakang.
5. Penyebab sementara
Tidak semua kebas merupakan tanda kondisi serius. Beberapa penyebab kebas bersifat sementara dan dapat diatasi dengan perubahan sederhana.
- Posisi tidur yang salah: Menekan saraf secara tidak sengaja saat tidur dapat memotong aliran darah atau menekan saraf sementara.
- Tekanan berulang: Mempertahankan posisi tertentu terlalu lama, seperti menyilangkan kaki atau menopang kepala dengan tangan.
Rekomendasi Suplemen untuk Mengatasi Kebas dan Kesemutan
Sensasi kebas dan kesemutan pada tubuh umumnya menjadi sinyal adanya gangguan atau masalah pada sistem saraf, seperti penurunan fungsi atau kerusakan sel saraf.
Guna meredakan keluhan tidak nyaman ini, salah satu langkah efektif yang bisa dilakukan adalah dengan rutin mengonsumsi vitamin B kompleks.
Kelompok vitamin ini bekerja sebagai nutrisi esensial yang tidak hanya melindungi sel saraf dari kerusakan lebih lanjut, tetapi juga mempercepat proses perbaikan dan regenerasi jaringan saraf yang terganggu agar fungsinya kembali normal.
Selain dari makanan, kamu juga bisa mengonsumsi suplemen untuk mengatasi kebas dan kesemutan, berikut ini rekomendasinya:
1. Neurobion Forte 10 Tablet

Neurobion Forte 10 Tablet juga dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu mengatasi keluhan kesemutan yang berkaitan dengan gangguan fungsi saraf atau kekurangan vitamin B.
Suplemen ini mengandung kombinasi vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12 yang berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem saraf serta mendukung proses regenerasi saraf.
Berkat kandungannya tersebut, Neurobion Forte dapat membantu meredakan keluhan seperti kesemutan, nyeri saraf (neuralgia), dan neuropati perifer.
Aturan pakai:
- Diminum 1 tablet sehari, sesudah makan.
- Tablet sebaiknya ditelan utuh dengan bantuan air putih dan tidak dikunyah atau dihancurkan terlebih dahulu.
Nomor registrasi: DBL9615806416A1
Harga mulai dari Rp53.000 per strip.
Dapatkan Neurobion Forte 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
2. Neurobion 10 Tablet

Neurobion merupakan suplemen vitamin B kompleks yang sering digunakan untuk membantu menjaga kesehatan saraf. Terutama pada kondisi yang berkaitan dengan gangguan saraf seperti kesemutan, baal, atau rasa kebas pada tangan dan kaki akibat kekurangan vitamin B tertentu.
Suplemen ini mengandung kombinasi vitamin B1, B6, dan B12 yang berperan penting dalam mendukung fungsi sistem saraf, membantu regenerasi jaringan saraf, serta mendukung proses metabolisme energi dalam tubuh.
Kecukupan vitamin B kompleks juga dapat membantu mencegah defisiensi vitamin yang dapat memengaruhi kesehatan saraf dan memicu keluhan seperti kesemutan.
Aturan pakai:
- Neurobion Tablet umumnya dikonsumsi sebanyak 1 tablet, 1 kali sehari, atau sesuai dengan anjuran dokter.
No BPOM: DBL7215806416B1
Harga mulai dari Rp31.800.
Dapatkan Neurobion 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc.
Jika keluhan kesemutan berlangsung lama, semakin sering terjadi, atau disertai gejala lain seperti kelemahan otot dan mati rasa, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Kamu bisa cari tahu juga, Berbagai Pilihan Suplemen Vitamin B yang Bagus.
Kapan Harus Konsultasi Dokter untuk Mengatasi Kebas?
Jika kebas yang dialami tidak hilang dalam waktu singkat atau sering kambuh, sangat penting untuk mencari pertolongan medis. Terutama jika kebas disertai dengan gejala berikut:
- Muncul tiba-tiba dan tanpa sebab jelas.
- Menyebar ke bagian tubuh lain atau memburuk dengan cepat.
- Disertai kelemahan otot, kesulitan berjalan, atau kehilangan keseimbangan.
- Mengganggu aktivitas sehari-hari.
- Terdapat luka baru di area yang kebas tanpa terasa sakit.
Dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc dapat melakukan pemeriksaan fisik dan tes diagnostik seperti tes darah, elektromiografi (EMG), atau pencitraan (MRI) untuk mengetahui penyebab pasti kebas dan memberikan penanganan yang sesuai.
Kesimpulan dan Rekomendasi Medis
Kebas pada tangan dan kaki bisa menjadi indikator berbagai kondisi kesehatan, mulai dari yang ringan hingga serius. Mengidentifikasi penyebab kebas pada tangan dan kaki secara dini sangat krusial untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Apabila mengalami kebas yang berkepanjangan atau mengkhawatirkan, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Melalui aplikasi Halodoc, dapat mencari dan membuat janji dengan dokter spesialis saraf yang profesional dan berpengalaman, sehingga mendapatkan diagnosis akurat serta rencana perawatan yang tepat.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan seperti badan pegal atau batuk yang tak kunjung sembuh, tapi bingung harus melakukan apa? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.



