“Menjumpai mata kucing berselaput? Ini bisa terjadi karena banyak hal. Mulai dari trauma atau benturan pada mata, paparan zat kimia, hingga penyakit serius seperti ulserasi kornea dan glaukoma. Penting untuk mengenali gejalanya dan membawa kucing kesayangan ke dokter hewan.”

DAFTAR ISI
- Penyebab Mata Kucing Berselaput Merah
- Gejala yang Perlu Diwaspadai
- Cara Mengatasi Masalah Mata Kucing
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- FAQ
Pernahkah kamu memperhatikan area mata kucing kesayanganmu dan melihat adanya jaringan tambahan berwarna merah atau putih yang menutupi sebagian bola mata? Kondisi mata kucing berselaput merah sering kali membuat pemilik hewan merasa khawatir. Selaput ini sebenarnya adalah membran niktitans atau kelopak mata ketiga, sebuah fitur anatomi unik yang dimiliki kucing untuk melindungi mata mereka dari cedera dan menjaga kelembapan kornea.
Dalam kondisi normal, kelopak mata ketiga ini biasanya tersembunyi di sudut dalam mata dan tidak terlihat jelas. Namun, jika selaput ini menonjol dan berwarna merah meradang, hal itu bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan, mulai dari iritasi ringan hingga infeksi serius yang memerlukan penanganan medis segera. Memahami penyebab di balik munculnya selaput ini sangat penting agar kamu bisa memberikan pertolongan pertama yang tepat bagi anabul (anak bulu) kesayangan.
Mata merupakan salah satu organ paling sensitif pada kucing. Masalah pada mata yang tidak segera ditangani dapat memburuk dengan cepat, bahkan berisiko menyebabkan kebutaan permanen. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengenali tanda-tanda bahaya dan mengetahui langkah apa yang harus diambil ketika melihat perubahan pada mata kucingmu.
Nah, mau tahu apa saja penyebab dan cara menangani kondisi mata kucing berselaput merah? Berikut ulasannya!
Penyebab Mata Kucing Berselaput Merah
Munculnya selaput merah pada mata kucing bukan merupakan penyakit tunggal, melainkan gejala dari kondisi klinis tertentu. Berikut adalah beberapa penyebab yang paling umum ditemukan:
1. Konjungtivitis (Peradangan Selaput Lendir)
Konjungtivitis adalah peradangan pada jaringan merah muda di sekitar mata. Kondisi ini sering disebabkan oleh infeksi virus (seperti Feline Herpesvirus), bakteri, atau alergi terhadap debu dan serbuk sari. Saat meradang, konjungtiva akan membengkak dan membuat selaput di sudut mata tampak lebih menonjol dan berwarna merah terang.
2. Cedera atau Trauma Kornea
Kucing yang aktif bermain atau berkelahi dengan kucing lain berisiko mengalami goresan pada kornea. Sebagai respon alami untuk melindungi area yang terluka, kelopak mata ketiga akan naik menutup sebagian mata. Jika terjadi infeksi pada luka tersebut, selaput akan terlihat merah dan membengkak.
3. Sindrom Haw (Haw’s Syndrome)
Kondisi ini ditandai dengan menonjolnya kelopak mata ketiga pada kedua mata kucing secara bersamaan. Menariknya, sindrom ini sering kali dikaitkan dengan masalah pencernaan, seperti adanya cacingan atau peradangan pada usus. Meskipun matanya terlihat bermasalah, penyebab utamanya justru ada pada sistem internal tubuhnya.
4. Uveitis
Uveitis adalah peradangan pada bagian dalam mata (uvea). Ini adalah kondisi serius yang sangat menyakitkan bagi kucing. Selain selaput merah yang menonjol, mata biasanya akan terlihat keruh, pupil mengecil, dan kucing cenderung memicingkan matanya terus-menerus.
5. Cherry Eye
Meskipun lebih umum terjadi pada anjing, kucing juga bisa mengalami cherry eye, yaitu kondisi di mana kelenjar pada kelopak mata ketiga keluar dari posisi normalnya (prolaps). Kelenjar ini akan terlihat seperti benjolan daging berwarna merah cerah di sudut mata.
Faktor Risiko yang Memperburuk Kondisi Mata Kucing
- Lingkungan yang kotor dan berdebu meningkatkan risiko iritasi.
- Populasi kucing yang padat memudahkan penularan virus pernapasan (Feline Flu).
- Kurangnya asupan nutrisi yang menurunkan sistem kekebalan tubuh kucing.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Selain melihat adanya selaput merah, kamu juga perlu memperhatikan gejala penyerta lainnya yang menunjukkan tingkat keparahan kondisi mata kucing tersebut:
- Produksi Cairan Berlebih: Mata berair, atau mengeluarkan kotoran kental berwarna kuning kehijauan (nanah).
- Mata Sering Memicing: Kucing terus-menerus menutup matanya atau sensitif terhadap cahaya matahari.
- Perubahan Perilaku: Kucing menjadi lesu, kehilangan nafsu makan, atau sering menggosok-gosokkan matanya ke benda-benda di sekitar.
- Kekeruhan pada Bola Mata: Jika bagian bening mata (kornea) mulai terlihat keputihan atau kebiruan, ini menandakan adanya kerusakan jaringan yang serius.
Cara Mengatasi Masalah Mata Kucing
Penanganan mata kucing berselaput merah sangat bergantung pada penyebab dasarnya. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan:
1. Membersihkan Mata dengan Lembut
Gunakan kapas bersih yang telah dibasahi air hangat atau cairan saline khusus mata untuk menyeka kotoran mata secara perlahan. Lakukan dari arah dalam ke luar. Pastikan menggunakan kapas yang berbeda untuk setiap mata guna mencegah penularan infeksi lintas mata.
2. Pemberian Obat Cacing
Jika kondisi ini disebabkan oleh Sindrom Haw yang berkaitan dengan pencernaan, pemberian obat cacing secara rutin sesuai jadwal dapat membantu mengembalikan posisi selaput mata ke kondisi normal.
3. Menjaga Kebersihan Lingkungan
Pastikan area bermain dan tempat tidur kucing bebas dari debu atau asap rokok yang dapat memperparah iritasi mata. Gunakan pembersih udara jika perlu untuk mengurangi alergen di dalam ruangan.
Kapan Harus ke Dokter?
Jangan pernah menunda untuk membawa kucing ke dokter hewan jika selaput merah tidak hilang dalam waktu 24 jam atau jika kucing terlihat sangat kesakitan. Penggunaan obat tetes mata manusia pada kucing sangat tidak disarankan karena mengandung bahan kimia yang bisa beracun bagi mereka.
Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk tes fluorescein untuk melihat adanya luka pada kornea atau pengecekan tekanan bola mata. Jika kamu kesulitan membawa kucing langsung ke klinik, kamu bisa melakukan langkah awal dengan [konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja](https://halodoc.onelink.me/cQvV/8x1v8wkv) melalui layanan kesehatan hewan yang tersedia.
Khawatir dengan Kondisi Mata Kucing Kesayangan? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu mendapati mata kucing kesayangan tampak tidak biasa atau berselaput merah? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Studi Mengenai Kesehatan Mata Felin
Journal of Feline Medicine and Surgery menerbitkan studi di tahun 2021 yang menjelaskan bahwa penyakit pernapasan atas pada kucing sering kali bermanifestasi sebagai penyakit okular kronis. Studi tersebut menekankan bahwa penanganan dini terhadap virus herpes felin sangat krusial untuk mencegah kerusakan permanen pada membran niktitans dan kornea.
Temuan ini menunjukkan bahwa kesehatan mata kucing sangat erat kaitannya dengan sistem imun secara keseluruhan. Pemilik hewan disarankan untuk memberikan vaksinasi rutin guna meminimalkan risiko infeksi virus yang dapat menyerang area mata.
Sebagai kesimpulan, mata kucing berselaput merah adalah tanda bahwa tubuh anabul sedang berjuang melawan sesuatu. Tetap tenang, pantau gejalanya, dan jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.
Kamu bisa mendapatkan berbagai kebutuhan perawatan hewan peliharaan di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.
Referensi:
Cornell University College of Veterinary Medicine. Diakses pada 2026. Conjunctivitis in Cats.
VCA Animal Hospitals. Diakses pada 2026. Eyelid Third Protrusion in Cats.
MSD Veterinary Manual. Diakses pada 2026. Disorders of the Nasolacrimal System and Adnexa in Cats.
PetMD. Diakses pada 2026. Cherry Eye in Cats: Symptoms, Causes, and Treatment.
FAQ
1. Apakah mata kucing berselaput merah bisa sembuh sendiri?
Tergantung penyebabnya. Jika karena iritasi debu ringan, mungkin bisa membaik. Namun, jika disebabkan oleh infeksi virus atau cedera kornea, kondisi ini tidak akan sembuh tanpa pengobatan medis.
2. Apakah Sindrom Haw pada kucing menular?
Sindrom Haw sendiri tidak menular, namun penyebab dasarnya seperti infeksi virus pernapasan atau parasit internal bisa menular ke kucing lain di lingkungan yang sama.
3. Bolehkah menggunakan obat tetes mata manusia untuk kucing?
Sangat tidak disarankan. Beberapa zat dalam obat mata manusia dapat menyebabkan iritasi parah atau reaksi alergi fatal pada kucing. Selalu gunakan obat berdasarkan resep dokter hewan.
4. Bagaimana cara mencegah mata kucing berselaput?
Lakukan vaksinasi rutin, berikan obat cacing secara teratur, jaga kebersihan kandang, dan berikan nutrisi berkualitas untuk menjaga daya tahan tubuh kucing.



