
Penyebab Vertigo Melonjak di Bulan Puasa dan Cara Mengatasinya
Pahami faktor pemicu dan strategi untuk mengatasi gejala vertigo selama menjalani ibadah puasa Ramadan.

DAFTAR ISI
- Penyebab Vertigo Saat Puasa
- Makanan Pemicu yang Harus Dihindari saat Sahur dan Buka
- Penanganan Vertigo yang Kambuh saat Puasa
- Tips Puasa Aman bagi Pengidap Vertigo
Menjalani ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi umat Muslim, namun bagi pengidap vertigo, puasa bisa menjadi tantangan tersendiri. Banyak individu melaporkan bahwa sensasi pusing berputar atau kliyengan menjadi lebih sering muncul saat menahan lapar dan haus.
Fenomena penyebab vertigo melonjak di bulan puasa ini sebenarnya berkaitan erat dengan perubahan drastis pada metabolisme dan pola aktivitas harian tubuh. Vertigo adalah sensasi di mana diri sendiri atau lingkungan sekeliling terasa berputar, yang sering kali disertai dengan mual, muntah, hingga hilangnya keseimbangan.
Meskipun vertigo umumnya dipicu oleh masalah pada telinga bagian dalam (perifer) atau gangguan saraf di otak (sentral), kondisi tubuh yang tidak fit selama puasa dapat memperparah frekuensi serangannya.
Penyebab Vertigo Saat Puasa
Lantas, apa penyebab vertigo melonjak di bulan puasa? Berikut tiga faktor utamanya:
1. Dehidrasi
Dehidrasi merupakan salah satu pemicu paling umum mengapa gejala penyebab vertigo melonjak di bulan puasa.
Saat kamu berpuasa selama belasan jam, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan, yang dapat menyebabkan volume darah menurun dan tekanan darah menjadi rendah.
Kekurangan cairan ini membuat suplai oksigen dan darah dari jantung menuju otak berkurang, sehingga menimbulkan rasa lemas, lesu, dan pusing yang berkembang menjadi serangan vertigo.
Selain itu, dehidrasi dapat memicu migrain, yang pada banyak kasus merupakan salah satu tanda awal kambuhnya gangguan keseimbangan ini.
2. Hipoglikemia atau penurunan kadar gula darah
Penurunan kadar gula darah atau hipoglikemia sering terjadi karena lambung tidak menerima asupan makanan dalam waktu lama. Gula darah adalah sumber energi utama bagi otak.
Ketika kadarnya turun drastis, sirkulasi darah dapat memburuk dan memicu sensasi berputar. Penurunan energi ini sering kali membuat pengidap vertigo merasa tidak stabil, terutama jika dibarengi dengan aktivitas fisik yang berat di siang hari.
3. Gaya hidup dan kesalahan posisi tubuh
Faktor fisik juga sangat berpengaruh. Berdiri terlalu cepat setelah duduk lama atau bangun tidur secara mendadak dapat menyebabkan tekanan darah turun seketika (hipotensi ortostatik).
Kebiasaan ini lah yang sering kali berujung pada vertigo. Selain itu, kurang tidur selama bulan Ramadan juga melemahkan kondisi badan, menjadikannya lebih rentan terhadap serangan pusing.
Jenis olahraga tertentu pun perlu diperhatikan. Latihan yang mengharuskan posisi kepala berada di bawah, seperti beberapa gerakan yoga atau pilates, justru dapat menggerakkan kristal kecil di telinga dalam dan memicu kekambuhan.
Di episode Halodoc Talks pertama ini, kami juga membahas bagaimana tubuh beradaptasi selama Ramadan dan tantangan kesehatan yang paling sering muncul, seperti maag, vertigo, dan gangguan pencernaan.
Berangkat dari data Halodoc dari tahun ke tahun, Fibriyani Elastria (Chief Marketing Officer Halodoc) dan dr. Irwan Heriyanto, MARS (Board of Medical Excellence Halodoc) mengulas mengapa persiapan kesehatan sejak awal menjadi kunci agar puasa berjalan lebih lancar dan nyaman.
Ingin insight lebih lengkap seputar kesiapan dan tantangan kesehatan selama Ramadan hingga Idul Fitri?
Baca selengkapnya di Indonesia Health Insights Report Q1 2026.
Makanan Pemicu yang Harus Dihindari saat Sahur dan Buka
Pola makan yang salah saat sahur dan berbuka dapat menjadi penyebab vertigo melonjak di bulan puasa. Berikut adalah beberapa jenis makanan yang sebaiknya kamu batasi:
- Makanan dan minuman manis: Konsumsi gula sederhana yang berlebihan (seperti sirup atau gula meja) dapat menyebabkan fluktuasi gula darah yang memicu vertigo.
- Makanan tinggi garam: Kadar natrium yang tinggi memengaruhi keseimbangan cairan di telinga bagian dalam, terutama bagi pengidap penyakit Meniere.
- Kafein: Kopi dan teh bersifat diuretik yang mempercepat pengeluaran cairan tubuh melalui urine, sehingga meningkatkan risiko dehidrasi.
- Produk susu dan tyramine: Bagi penderita vertigo yang dipicu migrain, makanan mengandung asam amino tyramine seperti keju matang, yoghurt, cokelat, dan daging asap sebaiknya dihindari.
Ketahui lebih dalam tentang kondisi Apa itu Vertigo? Gejala, Penyebab, Pencegahan & Pengobatannya berikut ini.
Penanganan Vertigo yang Kambuh saat Puasa
Jika kamu merasakan serangan saat sedang berpuasa, jangan panik. Kamu bisa melakukan langkah-langkah berikut untuk meredakan gejalanya secara mandiri di rumah:
- Segera duduk atau berbaring di alas yang empuk dan nyaman.
- Lakukan gerakan kepala perlahan. Putar kepala 45 derajat ke sisi yang sakit, lalu berbaringlah di atas bantal selama 30 detik.
- Putar kepala ke arah berlawanan sebesar 90 derajat dan tahan kembali selama 30 detik.
- Bangunlah dari posisi tidur dengan gerakan yang sangat lambat.
Jika vertigo hilang dalam hitungan menit, kamu mungkin tidak perlu membatalkan puasa. Namun, jika serangan menetap, disertai muntah hebat, atau mengganggu aktivitas secara signifikan, segera konsultasikan dengan dokter spesialis saraf di Halodoc dan pertimbangkan untuk membatalkan puasa demi alasan kesehatan.
Tips Puasa Aman bagi Pengidap Vertigo
Agar ibadah tetap lancar dan kamu terhindar dari risiko penyebab vertigo melonjak di bulan puasa, terapkan panduan berikut:
- Jangan melewatkan sahur: Konsumsi karbohidrat kompleks (gandum, kacang-kacangan) dan serat agar energi bertahan lebih lama.
- Cukupi kebutuhan cairan: Minumlah minimal 8 gelas (2 liter) sehari dengan pola 3 gelas saat sahur, 2 gelas saat berbuka, dan 3 gelas sebelum tidur.
- Pilih kurma: Mengonsumsi kurma saat berbuka dan sahur membantu menstabilkan kadar gula darah karena kandungan glukosa alaminya yang tinggi.
- Atur posisi tidur: Tidurlah dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi menggunakan dua bantal untuk mencegah pergeseran kristal telinga.
Simak lebih dalam tentang Puasa – Tujuan, Jenis, Manfaat, dan Informasi Lengkapnya di sini.
Mencegah serangan vertigo selama Ramadan dimulai dari disiplin mengatur nutrisi dan hidrasi. Jika gejala terasa makin berat, segera hubungi dokter spesialis saraf di Halodoc.
Mereka bisa memberikan informasi dan saran perawatan yang tepat sekaligus meresepkan obat.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:



