
Perbedaan Lidah Normal dan Tongue Tie, Ini yang Perlu Diketahui
Terdapat perbedaan antara liadh normal dan kondisi tongue tie, penting untuk melakukan penanganan yang tepat.

DAFTAR ISI
- Memahami Kondisi Tongue Tie dan Artinya
- Perbedaan Lidah Normal dan Lidah dengan Tongue Tie
- Gejala Tongue Tie pada Bayi dan Ibu Menyusui
- Pilihan Penanganan Medis untuk Tongue Tie
- Studi Terkait
- FAQ
Pernahkah kamu mendengar istilah “tie” dalam konteks kesehatan bayi? Dalam dunia medis, istilah tie artinya merujuk pada kondisi ankyloglossia atau yang lebih dikenal dengan sebutan tongue-tie. Kondisi ini terjadi sejak lahir dan dapat memengaruhi cara bayi menyusu, makan, hingga berbicara di kemudian hari. Secara anatomis, ini melibatkan jaringan ikat yang disebut frenulum lingual.
Kondisi ini sering kali menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua baru, terutama ketika bayi menunjukkan kesulitan saat menyusu atau berat badan bayi tidak kunjung naik. Memahami apa itu tongue-tie secara mendalam sangat penting agar kamu bisa mengambil langkah penanganan yang tepat sejak dini. Kelainan ini sebenarnya cukup umum, namun diagnosis yang akurat tetap memerlukan bantuan tenaga profesional.
Bagi banyak ibu, tantangan menyusui yang disebabkan oleh kondisi ini sering kali dianggap sebagai kesalahan teknik menyusui biasa. Padahal, masalah mekanis pada lidah bayi adalah penyebab utamanya. Dengan penanganan yang benar, bayi tetap bisa tumbuh sehat dan mengonsumsi nutrisi dengan optimal.
Nah, mau tahu lebih lanjut mengenai apa itu tongue-tie, gejala, serta cara menanganinya? Berikut ulasannya!
Memahami Kondisi Tongue Tie dan Artinya
Dalam istilah medis, tie artinya adanya keterikatan atau hambatan gerak. Pada tongue-tie, frenulum lingual (jaringan tipis yang menghubungkan bagian bawah lidah dengan dasar mulut) terlalu pendek, tebal, atau kencang. Hal ini menyebabkan mobilitas lidah menjadi terbatas. Lidah adalah organ vital yang digunakan untuk menghisap, menelan, dan nantinya untuk artikulasi suara.
Penyebab pasti dari kondisi ini belum diketahui sepenuhnya, namun faktor genetika diduga kuat berperan dalam terbentuknya anomali anatomi ini. Beberapa kasus menunjukkan bahwa tongue-tie sering diturunkan dalam keluarga. Meskipun tidak berbahaya secara langsung, keterbatasan gerak lidah dapat memicu masalah jangka panjang jika tidak segera dievaluasi.
Jika kamu merasa Si Kecil mengalami hambatan saat menyusu, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis awal yang akurat.
Perbedaan Lidah Normal dan Lidah dengan Tongue Tie
Secara visual, lidah normal memiliki frenulum yang fleksibel dan memungkinkan lidah untuk menjulur melewati gusi bawah atau menyentuh langit-langit mulut tanpa hambatan. Sementara itu, pada lidah yang mengalami tongue-tie, ujung lidah mungkin tidak bisa menjulur jauh. Saat bayi mencoba menjulurkan lidah, ujung lidah sering kali terlihat berbentuk seperti hati (heart-shaped) atau berlekuk di bagian tengah.
Selain bentuk, perbedaan juga terletak pada fungsinya. Bayi dengan lidah normal dapat melakukan gerakan peristaltik lidah dengan efisien untuk memerah ASI dari payudara ibu. Sebaliknya, bayi dengan tongue-tie cenderung hanya “menggigit” puting karena lidahnya tidak bisa menutupi gusi bawah dengan sempurna, yang sering kali menyebabkan nyeri hebat pada ibu.
Gejala Tongue Tie pada Bayi dan Ibu Menyusui
Gejala tongue-tie tidak hanya terlihat pada bayi, tetapi juga dapat dirasakan oleh ibu yang menyusui. Berikut adalah beberapa tanda yang harus diperhatikan:
- Bayi kesulitan melekat pada payudara secara dalam (shallow latch).
- Muncul suara klik saat bayi menyusu, yang menandakan lepasnya segel vakum.
- Bayi menyusu dalam waktu yang sangat lama, namun tampak tidak pernah kenyang.
- Berat badan bayi sulit naik atau bahkan menurun.
- Bayi sering rewel karena kelelahan saat mencoba menghisap ASI.
- Puting ibu menjadi lecet, pecah-pecah, atau berbentuk pipih setelah menyusui.
Masalah yang Sering Muncul Akibat Tongue Tie
- Masalah Bicara: Kesulitan melafalkan huruf konsonan tertentu seperti ‘t’, ‘d’, ‘z’, ‘s’, ‘r’, dan ‘l’.
- Kesehatan Mulut: Kesulitan membersihkan sisa makanan di gigi karena gerakan lidah terbatas, yang bisa memicu kerusakan gigi.
- Gangguan Makan: Pada anak yang lebih besar, mereka mungkin kesulitan menjilat es krim atau menelan makanan padat tertentu.
Pilihan Penanganan Medis untuk Tongue Tie
Penanganan untuk tongue-tie sangat bergantung pada tingkat keparahannya. Dalam beberapa kasus, frenulum mungkin akan melonggar seiring berjalannya waktu dan pertumbuhan anak. Namun, jika kondisi ini mengganggu kualitas hidup, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan:
1. Frenotomi (Frenulotomi)
Ini adalah prosedur bedah sederhana di mana dokter akan menggunting frenulum yang kencang. Prosedur ini sangat singkat, sering kali dilakukan tanpa anestesi pada bayi baru lahir karena jaringan tersebut memiliki sangat sedikit saraf dan pembuluh darah. Bayi biasanya bisa langsung menyusu segera setelah tindakan selesai.
2. Frenuloplasti
Prosedur ini dilakukan jika frenulum terlalu tebal atau memerlukan perbaikan yang lebih kompleks. Frenuloplasti dilakukan dengan anestesi umum dan melibatkan teknik penjahitan untuk menutup luka bekas sayatan. Setelah tindakan ini, biasanya diperlukan latihan lidah untuk meningkatkan mobilitas.
3. Terapi Bicara
Bagi anak-anak yang baru terdiagnosis saat sudah mulai berbicara, terapi wicara sangat membantu untuk melatih otot lidah agar dapat melafalkan kata-kata dengan lebih jelas, baik sebelum maupun sesudah tindakan bedah dilakukan.
Setelah prosedur medis dilakukan, orang tua mungkin perlu memberikan perawatan di rumah. Kamu bisa beli obat online di Halodoc, seperti pereda nyeri ringan yang direkomendasikan dokter, agar proses pemulihan Si Kecil lebih nyaman.
Studi Mengenai Tongue Tie dan Menyusui
Cochrane Database of Systematic Reviews menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa tindakan frenotomi secara signifikan dapat mengurangi nyeri puting pada ibu menyusui dalam jangka pendek. Penelitian ini melibatkan ratusan bayi dengan gangguan pelekatan akibat ankyloglossia.
Meskipun efektivitas jangka panjang terhadap peningkatan berat badan masih terus diteliti, mayoritas orang tua melaporkan kepuasan yang tinggi setelah prosedur dilakukan karena bayi menjadi lebih tenang dan proses menyusui menjadi jauh lebih nyaman bagi ibu.
Jika kamu melihat adanya tanda-tanda yang disebutkan di atas pada Si Kecil, jangan menunda untuk mencari bantuan profesional. Penanganan dini dapat mencegah masalah bicara dan nutrisi di masa depan.
Kamu bisa mendapatkan berbagai keperluan perawatan bayi dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc kapan pun dibutuhkan.
FAQ
1. Apakah tongue tie artinya selalu harus dioperasi?
Tidak selalu. Jika tongue-tie tidak mengganggu proses menyusui atau kemampuan bicara anak di kemudian hari, dokter mungkin hanya akan menyarankan observasi rutin tanpa tindakan bedah.
2. Berapa lama penyembuhan setelah prosedur frenotomi?
Proses penyembuhan luka pasca frenotomi biasanya berlangsung sangat cepat, sekitar 1 hingga 2 minggu. Area putih di bawah lidah setelah tindakan adalah hal normal dan merupakan bagian dari proses granulasi atau penyembuhan jaringan.
3. Apakah tongue tie bisa menyebabkan keterlambatan bicara?
Tongue-tie biasanya tidak menyebabkan keterlambatan bicara secara kognitif, tetapi lebih ke arah gangguan artikulasi (kejelasan suara) karena lidah sulit mencapai posisi yang tepat untuk membentuk huruf tertentu.
4. Apakah orang dewasa bisa mengalami tongue tie?
Ya, jika tidak ditangani sejak bayi, kondisi ini akan terbawa hingga dewasa. Pada orang dewasa, hal ini bisa memicu masalah kepercayaan diri karena artikulasi yang kurang jelas atau kesulitan saat melakukan aktivitas oral tertentu.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Tongue-tie (ankyloglossia).
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Ankyloglossia (Tongue-Tie).
National Health Service (NHS) UK. Diakses pada 2026. Tongue-tie.
American Academy of Pediatrics. Diakses pada 2026. Identification and Management of Ankyloglossia and Its Effect on Breastfeeding.
Khawatir Si Kecil Mengalami Tongue Tie? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu merasa ada yang tidak biasa dengan lidah Si Kecil atau kesulitan saat menyusui? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


