• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perbedaan Purging dan Breakout yang Terjadi pada Wajah
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perbedaan Purging dan Breakout yang Terjadi pada Wajah

Perbedaan Purging dan Breakout yang Terjadi pada Wajah

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 11 November 2021
Perbedaan Purging dan Breakout yang Terjadi pada Wajah

“Purging merupakan kondisi kulit (terutama wajah) yang mengalami reaksi ‘pembersihan’ dan regenerasi akibat penggunaan produk skincare. Sedangkan breakout pada umumnya merupakan reaksi ketidakcocokan kulit dengan produk skincare yang digunakan.  perbedaan di antara keduanya dapat diketahui melalui penyebabnya, hingga berapa lama durasi jerawat yang timbul akan tumbuh.“

Halodoc, Jakarta – Saat ini, istilah purging dan breakout sudah terasa tidak asing lagi dalam dunia kecantikan. Kendati demikian, masih banyak orang yang belum benar-benar mengetahui perbedaan di antara keduanya. Sebab, efek yang ditimbulkan oleh keduanya hampir serupa dan sulit dibedakan. Efek sampingnya sama-sama menimbulkan jerawat pada kulit, terutama wajah. 

Lantas, sebenarnya apa perbedaan purging dan breakout? Yuk simak penjelasannya di sini!

Ini Perbedaan Antara Keduanya

Purging merupakan kondisi kulit (terutama wajah) mengalami reaksi “pembersihan” dan regenerasi akibat penggunaan produk skincare. Terutama produk dengan kandungan eksfoliator (pengelupas kulit)  seperti asam alfa-hidroksi, asam beta-hidroksi, dan retinoid. 

Reaksi purging umumnya akan memunculkan jerawat di tempat yang pernah ditumbuhi sebelumnya. Meski begitu, jerawat yang tumbuh akibat purging biasanya akan cepat hilang, apabila dibandingkan dengan jerawat breakout.

Dilansir dari Healthline, purging akan memicu pergantian sel, sehingga kulit akan melepaskan sel-sel kulit mati lebih cepat dari biasanya. Akibatnya, sel-sel kulit yang segar akan terekspos ke permukaan, dan membuat kulit lebih bersih dan tampak awet muda. 

Sayangnya, sebelum sel-sel baru yang sehat tersebut dapat naik ke permukaan, minyak berlebih, sebum, serpihan kulit mati, serta penumpukan kotoran akan terlebih dahulu naik ke permukaan. Nah, itulah alasan mengapa purging juga menimbulkan jerawat. 

Sementara itu, breakout umumnya merupakan reaksi ketidakcocokan kulit dengan produk skincare yang digunakan dan malah menyebabkan iritasi pada kulit. Apabila produk yang digunakan tidak mengandung bahan eksfoliator yang dapat memicu pergantian sel kulit, maka kemungkinan besar itu adalah breakout

Namun, breakout juga dapat dipicu oleh beberapa hal lain. Contohnya seperti stres yang tidak terkendali, hingga pola makan yang kurang sehat. Alhasil, penanganannya pun harus disesuaikan dengan faktor penyebabnya. 

Breakout akan menimbulkan jerawat, tetapi jerawat breakout akan tumbuh pada area kulit yang belum pernah berjerawat sebelumnya. Di samping itu, jerawat breakout juga dapat muncul dalam jumlah besar, dan umumnya membutuhkan waktu sekitar 8-10 hari untuk muncul, matang, lalu menyusut.  

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa perbedaan antara purging dan breakout adalah penyebabnya, kandungan produk skincare yang digunakan, di mana jerawat akan tumbuh, dan berapa lama durasi jerawat yang tumbuh akan menghilang.  

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Apabila kulit sedang mengalami purging, maka kamu harus bersabar dan bersikap lembut terhadap kulitmu. Pasalnya, kondisi kulit sangatlah sensitif dan rentan selama proses purging berlangsung. 

Sementara itu, bila breakout pada wajah disebabkan oleh ketidakcocokan skincare, maka penggunaannya harus dihentikan. Selain itu, hindarilah produk yang mengandung zat tertentu. Contohnya seperti alkohol, silikon, serta lanolin karena bersifat iritan bagi kulit.

Di samping itu, ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan kulit ketika sedang mengalami purging dan breakout, antara lain:

  • Cuci muka secara rutin dua kali sehari, agar dapat mengangkat kotoran dan minyak berlebih pada kulit. Namun, hindarilah mencuci muka terlalu berlebihan atau lama, karena dapat membuat kulit wajah kering.
  • Hindari menyentuh atau memencet jerawat, karena  dapat memicu peradangan yang lebih parah, dan membuat bakteri penyebab jerawat hinggap lebih mudah pada kulit.
  • Membatasi asupan makanan dengan indeks glikemik tinggi, karena dapat meningkatkan risiko timbulnya jerawat atau memperburuk jerawat.
  • Menggunakan tabir surya setiap keluar rumah, karena paparan sinar matahari dapat meningkatkan produksi minyak dan memperparah jerawat.

Nah, itulah penjelasan mengenai perbedaan antara purging dan breakout. Meski sama-sama menimbulkan jerawat, tapi penyebab, durasi, dan letak jerawat yang tumbuh berbeda pada keduanya. Oleh sebab itu, perhatikanlah baik-baik produk skincare yang akan dipilih agar sesuai dengan kondisi kulitmu.

Apabila kulit wajah memiliki banyak jerawat akibat breakout dan tak kunjung membaik, segeralah hubungi dokter spesialis kulit di aplikasi Halodoc. Melalui fitur video call/chat secara langsung. 

Nantinya, dokter akan memberikan anjuran yang tepat atau resep obat untuk keluhan yang kamu rasakan. Nah, kamu juga bisa cek kebutuhan obat kulit sesuai resep yang diberikan dokter pada aplikasinya. Tentunya tanpa perlu keluar rumah atau mengantre berlama-lama. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2021. The Secrets to Deciphering — and Stopping — Skin Purging
Healthline. Diakses pada 2021. Why Am I Breaking Out? 8 Sneaky Causes of Acne (Plus How to Treat It)
Rosemary. Diakses pada 2021. Is Your Skin Purging or Breaking Out? Here’s How to Tell
American Academy of Dermatology Association. Diakses pada 2021. ACNE CLINICAL GUIDELINE
MDAcne. Diakses pada 2021. Acne Purging: Full Dermatologist Guide
Riverchase Dermatology. Diakses pada 2021. What the Heck Is Skin Purging, Exactly?
Your Wellness Center. Diakses pada 2021. Skin Purging vs. Breakouts