Advertisement

Perhatikan Tips Aman Puasa untuk Ibu Hamil Ini

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   14 April 2022

“Ada beberapa tips yang bisa ibu hamil lakukan agar tetap aman berpuasa. Namun tips ini berisi rekomendasi dan hal yang sebaiknya dilakukan berdasarkan periode waktunya. Mulai dari saat sahur, berpuasa, hingga saat berbuka puasa.”

Perhatikan Tips Aman Puasa untuk Ibu Hamil IniPerhatikan Tips Aman Puasa untuk Ibu Hamil Ini

Halodoc, Jakarta – Ibu hamil merupakan salah satu golongan yang mendapatkan keringanan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadan. Namun, ibu hamil sebenarnya diperbolehkan tetap berpuasa selama kondisi kehamilan dalam keadaan sehat dan asupan gizi terpenuhi. Oleh sebab itu, penting bagi ibu hamil untuk terlebih dahulu memeriksakan kondisi kesehatan dirinya dan kandungannya, sebelum memutuskan puasa. 

Jika kondisi kesehatan dirasa aman, ada beberapa tips aman berpuasa bagi ibu hamil yang juga dapat dilakukan. Tujuannya tentu saja agar kesehatan senantiasa terjaga selama puasa, sehingga ibadah dapat dilakukan secara maksimal. Lantas, apa saja tips aman tersebut? Yuk, ketahui penjelasannya di sini! 

Tips Aman Puasa untuk Ibu Hamil

Ada beberapa tips yang bisa ibu hamil lakukan agar tetap aman berpuasa. Beberapa tips tersebut dibedakan berdasarkan periode waktunya. Mulai dari saat sahur, berpuasa, hingga saat berbuka puasa. Nah, berikut adalah penjabaran dari masing-masing periode tersebut: 

1. Saat Sahur

  • Minum 2 Gelas Air Saat Sahur. Minumlah secara berkala sambil mengonsumsi makanan lainnya agar perut ibu tidak kembung.
  • Perhatikan Asupan Makanan saat Sahur. Pilih menu sahur yang memiliki nutrisi cukup untuk ibu dan janin, misalnya karbohidrat, protein, lemak, kalsium, asam folat, dan zat besi. Ibu juga perlu memperbanyak konsumsi buah dan sayuran agar dapat melancarkan sistem pencernaan sehingga terhindar dari sembelit. Di samping itu, hindari konsumsi makanan yang bisa membuat tubuh cepat lemas dan lapar, serta batasi konsumsi makanan pedas yang bisa memicu peningkatan asam lambung dan risiko maag.
  • Minum Suplemen Khusus. Inilah pentingnya bicara dengan dokter sebelum memutuskan untuk puasa. Sebab, dokter bisa saja memberikan anjuran suplemen atau vitamin yang sebaiknya dikonsumsi ibu hamil selama menjalani ibadah puasa.

2. Saat Berpuasa

  • Perbanyak Istirahat. Ibu dapat memenuhinya dengan tidur di siang hari dan menghindari aktivitas berat yang melelahkan. Jika ibu bekerja, ibu juga perlu beristirahat di sela-sela waktu kosong atau meminta pemotongan jam kerja agar dapat beristirahat lebih banyak.
  • Jangan Memaksakan Berpuasa. Segera batalkan puasa jika ibu merasa tidak sanggup melanjutkannya atau muncul gejala yang membahayakan janin.

3. Saat Berbuka Puasa

  • Makan Makanan yang Mudah Diserap. Awali berbuka puasa dengan makanan ringan yang manis dan mudah diserap tubuh. Misalnya seperti kurma, kolak, air putih, dan takjil lainnya. Hal ini bertujuan agar kadar gula dalam tubuh kembali normal. 
  • Segera Hidrasi Tubuh. Minum air putih 2 gelas saat berbuka dan 4 gelas saat makan malam (setelah tarawih). Ibu tidak perlu menenggak habis dalam satu waktu. Ibu bisa meminumnya secara berkala sambil mengonsumsi kurma dan makanan utama.
  • Minum Suplemen. Jangan lupa untuk mengonsumsi suplemen khusus dan minum susu, terutama jika dokter mengharuskannya. 
  • Berbukalah Perlahan. Ibu bisa berbuka dengan perlahan agar perut tidak kaget. Setelah beberapa menit (sekitar 10-15 menit), barulah ibu bisa berbuka puasa dengan makanan utama. Jangan lupa untuk memenuhi nutrisi penting bagi ibu hamil pada menu makanan yang sudah disiapkan. Misalnya karbohidrat, protein, lemak, kalsium, asam folat, dan zat besi.

Kondisi yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil Selama Puasa 

Jika hasil pemeriksaaan kesehatan aman, menjalankan ibadah puasa saat hamil memang tidak ada salahnya. Namun, penting bagi ibu hamil untuk tetap mewaspadai beberapa kondisi yang dapat membahayakan kehamilan, seperti: 

  • Ibu kehilangan berat badan secara signifikan yang berpotensi membahayakan kesehatan janin. 
  • Merasa sangat haus, jarang buang air kecil, atau warna urine berubah menjadi gelap dan pekat. Kondisi tersebut merupakan gejala atau tanda dari dehidrasi yang dapat membuat ibu lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih (ISK). 
  • Merasa pusing, pingsan, lemah, bingung atau lelah, bahkan setelah ibu beristirahat dengan baik. 

Jika ibu mengalami salah satu atau beberapa kondisi tersebut, segeralah membatalkan puasa dan memeriksakan diri ke dokter jika ibu merasakan salah satu atau beberapa kondisi tersebut selama puasa. 

Nah, melalui aplikasi Halodoc, ibu bisa membuat janji rumah sakit dengan dokter untuk memeriksakan kondisi. Tentunya tanpa perlu menunggu atau mengantre berlama-lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi: 

Baby Centre. Diakses pada 2022. Fasting in pregnancy. 
Verywell Family. Diakses pada 2022. Can I Fast While Pregnant?
Pregnancy Hub. Diakses pada 2022. Fasting in pregnancy.