• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perilaku Si Kecil Adalah Cerminan Orang Tua, Mitos atau Fakta?

Perilaku Si Kecil Adalah Cerminan Orang Tua, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Anak-anak seperti sebuah cermin yang memantulkan gambar dari apa yang terjadi di sekitar mereka. Selain berbagi kesamaan genetik dengan orangtua, anak-anak juga mencerminkan gerakan, bahasa, dan minat orang dewasa dalam kehidupan mereka. Ibu mungkin akan melihat Si Kecil memegang krayon dengan cara yang sama, seperti ayahnya memegang pulpen, atau mengulangi kata-kata yang sering dikatakan oleh neneknya. Perlu diingat bahwa perilaku dan kebiasaan yang dipaparkan pada anak sejak usia dini bisa menjadi perilaku dan kebiasaan yang mereka bawa hingga dewasa nanti. Yuk, simak penjelasannya lebih lanjut di bawah ini. 

Dalam video yang dikeluarkan oleh childfriendly.org.au, terlihat gerak-gerik pasangan orangtua dan anak. Ternyata semua anak dalam video tersebut menirukan apapun yang dilakukan oleh orang dewasa yang dijadikan role modelnya. Mulai dari menelepon sambil berjalan, merokok, sampai melakukan kegiatan kekerasan dalam rumah tangga. Namun, di akhir video tersebut, terlihat juga sepasang orang dewasa dan anak yang membantu mengambilkan barang belanjaan orang lain yang terjadi di jalan. Video tersebut seolah menjadi salah satu bukti bahwa anak-anak meniru perilaku orangtua mereka.

Baca juga: Melatih Sopan Santun Pada Anak

Nyatanya, anak-anak mulai meniru orang dewasa sejak mereka masih bayi. Menurut G. Gergely dan J.S Watson, seorang bayi melihat ekspresi wajah dari orangtuanya dan mengingatnya untuk menunjukkan ekspresi tersebut di kemudian hari. Jadi, apa yang ditunjukkan oleh anak sebenarnya merupakan bentuk hasil belajar dari apa yang diajarkan oleh orangtuanya.

Orangtua yang menunjukkan perilaku antisosial akan menciptakan anak-anak dengan perilaku antisosial juga, menurut peneliti dari University of Chicago. Penelitian yang dilakukan oleh Dogan, Conger, Kim, dan Masyn ini menarik kesimpulan bahwa perilaku antisosial yang dimiliki anak merupakan hasil observasi dan interpretasi mereka dari perilaku orangtua. Anak-anak melihat apa yang orangtua mereka tampilkan dalam perilakunya dan menirunya karena menganggap itu adalah hal yang normal dalam kehidupan sosial. 

Begitu juga dengan anak yang menyaksikan tindak kekerasan dalam hidupnya. Menurut The Urban Child Institute’s 2011 Data Book: The State of Children in Memphis and Shelby County, ada lebih dari 60 persen anak-anak di Amerika Serikat yang melaporkan terkena kekerasan selama setahun terakhir. Dalam beberapa kasus, anak-anak tersebut mungkin menjadi korban, tetapi perilaku anak-anak juga dapat dipengaruhi dengan menyaksikan tindakan kekerasan, atau bahkan mendengar tentang kekerasan yang dialami oleh teman atau anggota keluarga. Kekerasan dapat terjadi dalam banyak bentuk, mulai dari kebrutalan fisik secara langsung hingga pelecehan verbal, ancaman kekerasan, dan penghancuran barang-barang.

Sandra Turner Brown, seorang ahli dalam pendidikan anak usia dini, mengatakan bahwa anak-anak muda yang secara teratur terpapar dengan kekerasan dapat mengembangkan karakteristik perilaku yang sama yang akan mereka jalani sepanjang hidup. Kekerasan juga dapat mengurangi rasa kepercayaan anak pada orang lain dan mereka mulai melihat dunia sebagai tempat berbahaya yang dipenuhi dengan orang dewasa yang tidak bisa menjaganya tetap aman.

Jadi, ketika ayah dan ibu bertengkar di depan Si Kecil, anak tidak hanya akan merasa sedih, tetapi kejadian tersebut juga bisa berdampak pada perilakunya dan kesehatan mentalnya kelak.

Baca juga: Dampak Keluarga yang Tidak Harmonis pada Psikologi Anak

Bagaimana Menjadi Role Model yang Baik untuk Anak?

Karena anak hampir selalu menirukan apa yang dilakukan orangtuanya, ayah dan ibu dianjurkan untuk memberi contoh yang baik pada anak. Dengan menjadi orangtua yang sering berperilaku ramah, baik dan penuh toleransi, ayah dan ibu secara tidak langsung sedang mengajarkan anak untuk mengembangkan perilaku yang sama. Menurut seorang psikolog dari Harvard, memberikan contoh berperilaku pada anak dapat memberikan satu acuan pada anak tentang apa yang baik dan tidak.

Karena itu, orangtua diharapkan dapat menunjukkan banyak perilaku yang baik dan hangat kepada orang lain agar Si Kecil juga dapat menerapkan hal tersebut.

Baca juga: Seberapa Penting Peran Ayah untuk Role Model Anak?

Nah, itulah penjelasan mengenai mengapa perilaku anak dapat mencerminkan perilaku orangtuanya. Untuk berdiskusi atau minta saran seputar pola asuh anak, ibu bisa menggunakan aplikasi Halodoc. Para dokter terpercaya di Halodoc siap memberikan solusi terbaik melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
The Urban Child Institute. Diakses pada 2019. Children Reflect Parental Behavior.