
Perlu Diketahui, Ini Tips Sehat Buat yang Suka Makan Gorengan
Kamu bisa mulai dengan membatasi porsinya dan konsumsi buah serta sayuran.

DAFTAR ISI
- Dampak Suka Makan Gorengan bagi Kesehatan
- Tips Sehat buat yang Suka Makan Gorengan
- Studi Terkait
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Buat kamu yang suka makan gorengan, camilan seperti bakwan, tahu isi, tempe goreng, atau pisang goreng memang sulit ditolak. Rasanya gurih, teksturnya renyah, dan mudah ditemukan di mana saja.
Namun, gorengan menyerap banyak minyak sehingga tinggi kalori dan lemak. Kalau dikonsumsi terlalu sering, kebiasaan ini bisa berdampak pada kesehatan. Kabar baiknya, kamu tetap bisa menikmatinya dengan beberapa tips sehat berikut.
Dampak Suka Makan Gorengan bagi Kesehatan
Saat digoreng, makanan menyerap minyak sehingga jumlah kalori dan lemaknya meningkat. Kemenkes menganjurkan batas konsumsi lemak sekitar 67 gram per hari, setara kurang lebih 5 sendok makan minyak. Beberapa potong gorengan saja sudah bisa menyumbang porsi lemak yang cukup besar.
Minyak yang dipakai berulang kali juga menjadi perhatian. Pemanasan pada suhu tinggi secara berulang dapat mengubah struktur minyak dan menghasilkan senyawa hasil oksidasi lemak. Kajian ilmiah menyebutkan senyawa ini berpotensi berkaitan dengan peradangan dan risiko penyakit tidak menular bila dikonsumsi dalam jangka panjang.
Selain itu, makanan bertepung yang digoreng pada suhu tinggi dapat membentuk akrilamida, yaitu senyawa yang terbentuk secara alami saat memasak dengan panas tinggi. Lembaga seperti FDA menyarankan untuk tidak menggoreng hingga terlalu gosong atau cokelat pekat guna mengurangi pembentukannya.
Dalam jangka panjang, pola makan tinggi gorengan dikaitkan dengan kenaikan berat badan, kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung. Gorengan juga dapat memicu keluhan asam lambung naik pada sebagian orang.
Tips Sehat buat yang Suka Makan Gorengan
- Batasi frekuensi dan porsi, misalnya jadikan gorengan sebagai camilan sesekali, bukan menu setiap hari.
- Tiriskan gorengan dengan saringan atau alasi tisu dapur untuk mengurangi sisa minyak yang menempel.
- Hindari memakai minyak goreng berulang kali, terutama jika warnanya sudah gelap, kental, dan berbau tengik.
- Coba metode memasak lain seperti dipanggang, dikukus, atau menggunakan air fryer yang membutuhkan lebih sedikit minyak.
- Imbangi dengan sayur, buah, dan minum air putih, bukan minuman manis, agar asupan tetap seimbang.
- Kurangi tambahan saus atau sambal kemasan yang tinggi garam dan gula saat menyantap gorengan.
Kapan Harus ke Dokter?
Konsultasikan ke dokter jika kamu sering mengalami rasa panas di dada, perut kembung, atau nyeri ulu hati setelah makan gorengan. Pemeriksaan juga disarankan bila berat badan terus naik, atau kamu memiliki riwayat kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. Nyeri dada hebat yang menjalar ke lengan atau rahang perlu segera mendapat pertolongan medis.
Konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan saran pola makan dan pemeriksaan yang sesuai.
Studi Terkait
Tinjauan ilmiah berjudul Fried Food Consumption and Cardiovascular Health yang dimuat di jurnal Nutrients merangkum bahwa konsumsi gorengan yang sering berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2, gagal jantung, obesitas, dan hipertensi. Peneliti juga menyoroti bahwa jenis minyak dan penggunaan minyak berulang turut memengaruhi dampaknya.
Penelitian lain tentang produk oksidasi lemak pada makanan yang digoreng menunjukkan bahwa minyak yang dipanaskan berulang kali menghasilkan senyawa yang berpotensi merugikan kesehatan. Temuan ini mendukung anjuran untuk membatasi gorengan dan tidak memakai minyak jelantah berulang kali.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Chat dokter membantu kamu mengetahui seberapa banyak gorengan yang masih wajar dikonsumsi sesuai kondisi kesehatanmu. Dokter juga dapat memberi saran bila kamu mengalami keluhan pencernaan atau perlu memeriksa kadar kolesterol, gula darah, dan tekanan darah.
Chat dengan dokter Halodoc kapan saja untuk mendapatkan saran pola makan sehat yang sesuai dengan kebutuhanmu.
Referensi
PubMed. Diakses pada 2026. Fried Food Consumption and Cardiovascular Health: A Review of Current Evidence.
PubMed Central. Diakses pada 2026. Chronic Non-Communicable Disease Risks Presented by Lipid Oxidation Products in Fried Foods.
Journal of the American Heart Association. Diakses pada 2026. Consumption of Fried Foods and Risk of Heart Failure.
U.S. Food and Drug Administration. Diakses pada 2026. Acrylamide and Diet, Food Storage, and Food Preparation.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Anjuran Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak per Hari.
FAQ
Apakah makan gorengan setiap hari berbahaya?
Makan gorengan setiap hari dapat meningkatkan asupan kalori dan lemak secara berlebihan. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dikaitkan dengan risiko obesitas, kolesterol tinggi, hipertensi, dan penyakit jantung.
Bagaimana cara mengurangi minyak pada gorengan?
Tiriskan gorengan dengan saringan atau tisu dapur sebelum dimakan. Kamu juga bisa beralih ke air fryer atau memanggang makanan agar penggunaan minyak lebih sedikit.
Berapa kali minyak goreng boleh dipakai ulang?
Sebaiknya hindari memakai minyak goreng berulang kali. Minyak yang sudah berwarna gelap, kental, berbuih, atau berbau tengik perlu segera diganti.
Apakah gorengan bisa memicu asam lambung naik?
Ya, makanan berlemak seperti gorengan dapat memperlambat pengosongan lambung dan memicu asam lambung naik pada sebagian orang. Jika keluhan sering muncul, batasi gorengan dan konsultasikan ke dokter.




