• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlu Tahu, 3 Fakta KLB Polio di Aceh
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlu Tahu, 3 Fakta KLB Polio di Aceh

Perlu Tahu, 3 Fakta KLB Polio di Aceh

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 12 Desember 2022

“Ada beberapa fakta terkait Kejadian Luar Biasa (KLB) polio di Aceh yang perlu diketahui. Mulai dari ditetapkan sebagai KLB sampai cakupan vaksinasi yang belum mencapai target.”

Perlu Tahu, 3 Fakta KLB Polio di AcehPerlu Tahu, 3 Fakta KLB Polio di Aceh

Halodoc, Jakarta – Baru-baru ini masyarakat dihebohkan oleh kemunculan kasus polio di Pidie, Aceh, yang ditetapkan sebagai KLB. Pada kasus tersebut, seorang anak berusia tujuh tahun dilaporkan mengalami polio dan  kelumpuhan kaki. Adanya kasus polio yang terdeteksi di Indonesia tentunya mengejutkan banyak pihak. Sebab, Indonesia diketahui sudah berstatus bebas polio sejak tahun 2014. 

Perlu diingat bahwa polio merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh virus. Virus yang menjadi penyebab polio menyerang sistem saraf, sehingga seseorang yang terinfeksi dapat mengalami kelumpuhan hanya dalam hitungan jam. Selain kelumpuhan, polio juga diketahui dapat menyebabkan kegagalan sistem pernapasan, yang dapat berdampak fatal. 

Nah, mengingat penyakit ini merupakan salah satu momok menakutkan, sebaiknya ketahuilah beberapa fakta mengenai polio. Khususnya yang berkaitan dengan KLB polio di Aceh. 

Fakta Mengenai KLB Polio di Aceh

Berikut adalah beberapa fakta terkait KLB polio di Aceh yang perlu diketahui:

1. Ditetapkan sebagai KLB

Dilansir dari salah satu media daring nasional, polio kini ditetapkan sebagai kejadian luar biasa atau KLB meski baru satu kasus yang terdeteksi. Alhasil, pemerintah daerah setempat menggalakan imunisasi massal mulai 28 November lalu. 

Sementara itu, pemerintah pusat lewat Kementerian Kesehatan mencanangkan program, dua kali suntikan vaksin polio gratis untuk bayi, mulai 2023. Namun, sejak Kamis (1/12), program ini sudah dimulai di tiga provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. 

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin membeberkan asal usul virus polio yang terjadi di Kabupaten Pidie, Aceh. Virus  tersebut dikabarkan berasal dari virus polio yang sudah dilemahkan dalam vaksin. Adapun itu, virus polio yang dilemahkan tersebut keluar dari tubuh anak yang baru saja divaksinasi polio saat sedang buang air besar (BAB).

2. Polio hanya dapat dicegah

Menurut laman resmi Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan RI, hingga saat ini tidak ada obat yang dapat digunakan untuk menyembuhkan polio. Namun, perawatan kepada pengidapnya dapat tetap dilakukan untuk meringankan gejalanya. Salah satu perawatan yang dapat dilakukan adalah terapi fisik yang dapat bermanfaat untuk merangsang otot. 

Selain itu, dokter juga biasanya akan meresepkan penggunaan obat antispasmodic untuk mengendurkan otot-otot dan meningkatkan mobilitas pengidap polio. Meski obat ini dapat meningkatkan mobilitas, sayangnya kelumpuhan polio permanen tidak dapat diobati dengan obat tersebut. 

Selain itu, apabila sudah terkena polio, tindakan yang dapat dilakukan adalah tatalaksana kasus yang lebih ditekankan pada tindakan suportif dan pencegahan terjadinya kecacatan fisik. Melalui tatalaksana tersebut, anggota gerak pasien yang terkonfirmasi polio diusahakan kembali berfungsi senormal mungkin. Pengidapnya akan dirawat inap selama minimal tujuh hari atau sampai pengidap melewati masa akut polio. 

3. Cakupan vaksinasi polio masih di bawah target

Cakupan vaksinasi sampai saat ini masih di bawah target 90 persen. Hal ini diakibatkan oleh bermacam faktor, seperti adanya oknum anti vaksin, pandemi COVID-19, hingga banyaknya hoaks seputar imunisasi. Padahal, polio tidak dapat disembuhkan, dan hanya dapat dicegah melalui vaksinasi. 

Kini ada dua jenis vaksin polio untuk anak, yaitu vaksin polio tetes dan suntik.  Untuk pemberiannya, vaksin polio tetes diberikan empat kali, yaitu saat anak berusia 1, 2, 3, dan 4 bulan. Sedangkan, vaksin suntik diberikan sekali pada usia 4 bulan. 

Itulah beberapa fakta mengenai KLB polio di Aceh yang saat ini tengah menjadi sorotan. Jika ibu masih memiliki pertanyaan seputar polio, segeralah menghubungi dokter. Nah, melalui aplikasi Halodoc, ibu bisa tanya dokter tepercaya untuk mendapatkan informasi kesehatan yang dibutuhkan. Tentunya melalui fitur chat/video call secara langsung pada aplikasinya. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi: 
CNN Indonesia. Diakses pada 2022. Fakta Seputar Polio yang Ditetapkan Jadi Kejadian Luar Biasa di Aceh. 
Kompas. Diakses pada 2022. Menkes Ungkap Asal Usul Virus Polio di Aceh, Ternyata dari BAB Anak yang Baru Vaksin. 
Infeksi Emerging Kemenkes RI. Diakses pada 2022. Poliomyelitis (Penyakit Virus Polio). 
CDC.gov. Diakses pada 2022. What is Polio?