Ad Placeholder Image

Perlu Tahu, Ini Jenis dan Fungsi Hormon Pada Laki Laki

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Beberapa hormon pada laki-laki yang berperan penting dalam tubuh meliputi testosteron, FSH, LH, dan lainnya.

Perlu Tahu, Ini Jenis dan Fungsi Hormon Pada Laki LakiPerlu Tahu, Ini Jenis dan Fungsi Hormon Pada Laki Laki

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu bertanya-tanya, bagaimana tepatnya tubuh pria memproduksi sperma setiap harinya? Pembentukan sperma atau yang dalam istilah medis dikenal sebagai spermatogenesis, adalah proses biologis yang sangat kompleks, krusial, dan berlangsung terus-menerus di dalam tubuh seorang pria dewasa. Proses ini terjadi di dalam tubulus seminiferus, yang merupakan saluran-saluran berongga berukuran mikroskopis di dalam testis. Namun, mesin produksi sel sperma ini tidak bisa berjalan dengan sendirinya; ia sangat bergantung pada sistem kendali canggih yang diatur oleh berbagai hormon di dalam tubuh.

Jadi, apabila ditanya, hormon yang berfungsi untuk pembentukan sperma di dalam testis yaitu apa saja? Jawabannya melibatkan orkestrasi yang rumit dari beberapa hormon utama, terutama yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari (hipofisis) di otak dan testis itu sendiri. Hormon-hormon seperti Follicle-Stimulating Hormone (FSH), Luteinizing Hormone (LH), serta testosteron adalah aktor utama di balik layar yang memastikan sperma diproduksi dengan jumlah yang cukup dan kualitas yang optimal. Tanpa sinyal dari hormon-hormon ini, proses pembentukan sperma akan terhenti total.

Keseimbangan hormon sangat menentukan kualitas, motilitas (pergerakan), dan morfologi (bentuk) sperma yang dihasilkan. Ketika seorang pria mengalami gangguan kesuburan atau infertilitas, salah satu hal pertama yang akan diperiksa oleh dokter spesialis andrologi adalah profil hormonnya. Kekurangan hormon tertentu dapat menyebabkan kondisi seperti oligospermia (jumlah sperma rendah) atau bahkan azoospermia (tidak ada sperma sama sekali). Oleh karena itu, memahami fungsi dari masing-masing hormon ini tidak hanya penting untuk sekadar pengetahuan biologi dasar, tetapi juga sangat krusial bagi pria dan pasangan yang sedang merencanakan program kehamilan.

Gangguan hormonal pada pria bisa dipicu oleh berbagai faktor eksternal maupun internal, mulai dari gaya hidup yang tidak sehat, tingkat stres fisik dan mental yang kronis, paparan radikal bebas serta racun lingkungan, hingga kondisi medis tertentu seperti obesitas dan varikokel. Menjaga keseimbangan hormon bukan sekadar tentang penanganan medis, melainkan juga melibatkan komitmen untuk menerapkan kebiasaan hidup sehat secara konsisten. Bagi kamu yang sedang berusaha meningkatkan kualitas sperma, memenuhi asupan nutrisi makro dan mikro, serta mengonsumsi suplemen khusus pria seringkali direkomendasikan untuk mendukung fungsi testis.

Nah, mau tahu apa saja pilihan suplemen pendukung kualitas sperma dan hormon pria yang aman untuk dikonsumsi? Berikut ulasan lengkap beserta rekomendasi medisnya!

Rekomendasi Suplemen Pendukung Sperma yang Ampuh

Kualitas sperma yang baik sangat dipengaruhi oleh kecukupan vitamin dan mineral di dalam tubuh yang bertugas mencegah stres oksidatif pada sel reproduksi. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi suplemen yang bisa membantu mengoptimalkan hormon dan pembentukan sperma di testis:

1. Oligocare 30 Tablet

Oligocare merupakan suplemen multivitamin dan mineral komprehensif yang dirancang secara spesifik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pria, khususnya dalam mendukung kesehatan reproduksi dan kesuburan. Suplemen ini memiliki kandungan aktif yang sangat kaya, antara lain Lycopene, L-Carnitine, Coenzyme Q10, Glutathione, Ekstrak Ginseng, Zinc, serta kombinasi Vitamin A, C, E, dan Selenium.

Cara kerjanya berfokus pada dua hal utama: memberikan energi pada sel sperma dan melindunginya dari kerusakan. L-Carnitine dan CoQ10 berperan penting dalam mitokondria sperma untuk menghasilkan ATP (energi), sehingga motilitas (pergerakan) sperma menjadi lebih lincah dan kuat. Sementara itu, Lycopene, Glutathione, dan Selenium bertindak sebagai antioksidan kuat yang menetralkan radikal bebas, mencegah kerusakan DNA sperma akibat stres oksidatif. Zinc di dalamnya juga sangat esensial untuk memicu sintesis hormon testosteron di sel Leydig testis.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 tablet sebanyak 1-2 kali sehari.
  • Sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan makanan utama (saat perut terisi) atau segera setelah makan untuk memaksimalkan penyerapan dan menghindari iritasi lambung.

Suplemen ini termasuk golongan obat bebas terbatas atau suplemen kesehatan. Perhatikan aturan pakai pada kemasan dan konsultasikan dengan dokter jika kamu memiliki riwayat penyakit kronis. Hindari konsumsi bersamaan dengan teh atau kopi karena dapat mengganggu penyerapan zat besi dan mineral lainnya.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Oligocare 30 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Wellness Zinc 50 mg 60 Kapsul

Zinc merupakan salah satu mineral jejak (trace mineral) paling vital yang tidak boleh diremehkan fungsinya dalam sistem reproduksi pria. Wellness Zinc 50 mg mengandung zinc picolinate atau zinc citrate yang mudah diserap oleh tubuh. Mineral ini ditemukan dalam konsentrasi yang sangat tinggi pada cairan mani dan kelenjar prostat.

Manfaat spesifik dari Zinc adalah sebagai kofaktor lebih dari 300 enzim di dalam tubuh, termasuk enzim yang terlibat dalam metabolisme hormon dan sintesis DNA. Zinc bekerja langsung mendukung kelenjar pituitari dalam melepaskan FSH dan LH, yang pada gilirannya akan memerintahkan testis memproduksi testosteron. Kadar zinc yang optimal berkaitan langsung dengan peningkatan volume air mani, perbaikan morfologi sperma, serta menjaga kadar testosteron agar tetap stabil.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 kapsul per hari.
  • Dianjurkan diminum setelah makan.

Obat ini termasuk golongan suplemen kesehatan (obat bebas). Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Konsumsi zinc dalam dosis tinggi dalam jangka waktu yang sangat panjang (lebih dari 50 mg per hari selama berbulan-bulan) tanpa indikasi medis dapat mengganggu penyerapan tembaga (copper) di dalam tubuh.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Wellness Zinc 50 mg 60 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

3. Sea-Quill Vitamin E 400 IU 30 Kapsul

Kualitas sperma sering kali terganggu oleh tingginya kadar radikal bebas di dalam tubuh, sebuah kondisi yang disebut stres oksidatif. Sea-Quill Vitamin E 400 IU hadir sebagai solusi perlindungan antioksidan yang poten. Produk ini mengandung Vitamin E alami (d-alpha tocopherol) yang diketahui memiliki bioavailabilitas lebih baik dibandingkan vitamin E sintetis.

Cara kerja Vitamin E adalah dengan melindungi membran lipid sperma yang sangat rentan terhadap peroksidasi (kerusakan oleh radikal bebas). Dengan mempertahankan keutuhan membran sel sperma, kelangsungan hidup sperma di dalam saluran reproduksi wanita meningkat secara signifikan, dan kemampuannya untuk menembus sel telur (fertilisasi) menjadi lebih optimal. Kombinasi Vitamin E dengan mineral lain juga sangat dianjurkan oleh ahli andrologi bagi pria yang mengalami asthenozoospermia (pergerakan sperma lambat).

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 kapsul per hari.
  • Diminum setelah makan, idealnya setelah mengonsumsi makanan yang mengandung sedikit lemak sehat agar penyerapan vitamin E (yang larut lemak) lebih maksimal.

Obat ini termasuk golongan suplemen kesehatan bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Bagi pria yang sedang menggunakan obat pengencer darah, harap berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum rutin mengonsumsi vitamin E dosis tinggi.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sea-Quill Vitamin E 400 IU 30 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

4. Nutrimax Stamina X 30 Tablet

Nutrimax Stamina X adalah suplemen herbal dan multivitamin yang diformulasikan khusus untuk menjaga vitalitas pria, mengatasi kelelahan kronis, serta mendukung fungsi hormon pria secara alami. Suplemen ini memadukan kandungan ekstrak herbal terstandar seperti Maca, Tribulus Terrestris, Muira Puama, Panax Ginseng, dan Horny Goat Weed, ditambah dengan kandungan Zinc dan asam amino.

Kandungan Tribulus Terrestris dan Maca telah lama dipelajari perannya dalam mendukung kadar hormon luteinizing (LH), yang kemudian secara alami menstimulasi tubuh memproduksi testosteronnya sendiri secara optimal tanpa efek samping sintetis. Selain itu, ekstrak ginseng dan Muira Puama bekerja memperbaiki sirkulasi aliran darah, termasuk aliran darah mikro ke organ reproduksi, yang sangat penting bagi pembentukan sperma dan fungsi ereksi.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 – 2 tablet setiap hari.
  • Diminum setelah makan secara teratur untuk hasil maksimal.

Suplemen ini masuk dalam kategori obat tradisional/suplemen bebas. Tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh individu yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol atau sedang menggunakan obat jantung berat, kecuali atas persetujuan dokter.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Nutrimax Stamina X 30 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Penurunan Kualitas Sperma dan Hormon Pria
  1. Paparan Panas Berlebih: Suhu testis yang terlalu panas akibat sering mandi air panas, memangku laptop, atau memakai celana dalam terlalu ketat dapat mengganggu kerja enzim pembentuk sperma.
  2. Stres Oksidatif: Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebih menghasilkan radikal bebas yang merusak DNA sperma dan menekan produksi testosteron.
  3. Kelebihan Berat Badan (Obesitas): Lemak viseral dapat mengubah testosteron menjadi hormon estrogen melalui enzim aromatase, yang akhirnya menekan jumlah sperma.

Jenis Hormon yang Berfungsi untuk Pembentukan Sperma di Dalam Testis Yaitu?

Jika kita masuk lebih dalam ke sisi biologis, spermatogenesis diatur oleh poros hipotalamus-hipofisis-testis (hypothalamic-pituitary-gonadal axis). Prosesnya melibatkan komunikasi kimia yang presisi. Berikut adalah jawaban rinci mengenai hormon yang berfungsi untuk pembentukan sperma di dalam testis yaitu:

1. Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH)

Meski tidak bekerja secara langsung di testis, GnRH adalah “sakelar utama” atau konduktor dari seluruh proses reproduksi pria. Hormon ini disekresikan secara berdenyut (pulsatif) oleh hipotalamus di otak. GnRH bertugas memberikan sinyal kuat kepada kelenjar pituitari (hipofisis) bagian anterior untuk mulai memproduksi dan melepaskan dua hormon penting: FSH dan LH.

2. Follicle-Stimulating Hormone (FSH)

FSH adalah hormon kunci pertama. Di dalam testis, terdapat struktur tubulus seminiferus yang dilapisi oleh sel-sel perawat yang disebut Sel Sertoli. FSH mengalir melalui darah, masuk ke testis, dan berikatan langsung dengan reseptor pada Sel Sertoli. Rangsangan dari FSH ini memerintahkan Sel Sertoli untuk “mengasuh” sel induk sperma (spermatogonia) agar membelah dan matang. Selain itu, FSH merangsang produksi Androgen-Binding Protein (ABP). ABP ini berfungsi mengikat testosteron di dalam tubulus seminiferus, memastikan konsentrasi testosteron lokal tetap sangat tinggi (bisa mencapai 100 kali lipat dibanding di peredaran darah), suatu syarat mutlak bagi sel sperma untuk bertahan hidup.

3. Luteinizing Hormone (LH)

Hormon penting kedua yang dilepaskan pituitari adalah LH. Berbeda dengan FSH, LH memiliki target yang berbeda di testis. LH berikatan dengan Sel Leydig yang terletak di ruang interstisial (di antara tubulus seminiferus). Fungsi utama LH adalah menstimulasi Sel Leydig untuk mengubah molekul kolesterol menjadi hormon pria yang paling terkenal, yaitu Testosteron.

4. Testosteron

Inilah hormon seks utama pria yang sangat populer. Hormon yang berfungsi untuk pembentukan sperma di dalam testis yaitu testosteron ini. Tanpa testosteron, tahap akhir pematangan sperma dari spermatid menjadi spermatozoa tidak akan pernah terjadi. Spermatogenesis akan terhenti di tengah jalan, mengakibatkan infertilitas permanen. Selain esensial untuk sperma, testosteron juga memicu gairah seksual (libido), menjaga kepadatan tulang, membentuk massa otot, dan menumbuhkan rambut sekunder (kumis, jenggot).

5. Inhibin B

Sistem hormon membutuhkan mekanisme rem agar tidak over-produksi. Inilah peran Inhibin B. Hormon ini dihasilkan oleh Sel Sertoli. Ketika jumlah sperma yang diproduksi di testis sudah cukup banyak dan kapasitas tabung penuh, Sel Sertoli melepaskan Inhibin B ke dalam aliran darah yang akan berjalan menuju otak untuk memberikan sinyal “Berhenti sejenak, pabrik sedang penuh.” Inhibin B akan menekan produksi FSH di kelenjar pituitari.

Bagaimana Proses Spermatogenesis Terjadi?

Di bawah kendali ketat hormon-hormon di atas, spermatogenesis berlangsung setiap detiknya. Proses ini memakan waktu yang cukup panjang, yaitu sekitar 64 hingga 72 hari dari awal pembelahan sel hingga menjadi sperma yang utuh dan siap membuahi. Tahapannya meliputi:

Pertama, pembelahan mitosis di mana sel induk sperma (spermatogonia) yang menempel pada dinding luar tubulus seminiferus mulai membelah diri. Sebagian tetap menjadi sel induk, sebagian lainnya bergerak lebih dalam menjadi spermatosit primer.

Kedua, pembelahan meiosis, sebuah proses di mana spermatosit primer membelah dan mengurangi jumlah kromosomnya menjadi separuh (dari 46 menjadi 23 kromosom) menjadi spermatosit sekunder, kemudian membelah lagi menjadi spermatid (sel sperma yang masih bulat dan belum memiliki ekor).

Ketiga, tahap spermiogenesis, yaitu fase makeover total yang dikendalikan kuat oleh testosteron. Di fase ini, spermatid yang bulat tumbuh memanjang, membentuk kepala akrosom yang tajam (berisi enzim untuk menembus sel telur), dan menumbuhkan ekor yang kuat (flagelum) untuk berenang mengarungi saluran reproduksi wanita.

Cara Alami Menjaga Keseimbangan Hormon Pria

Mengingat betapa rapuhnya sistem hormonal ini terhadap pengaruh lingkungan, pria dianjurkan untuk melakukan langkah preventif sejak dini:

1. Tidur yang Cukup (7-8 Jam Semalam)

Sebagian besar hormon testosteron disintesis oleh tubuh pada malam hari selama fase tidur Rapid Eye Movement (REM) dan tidur lelap (deep sleep). Pria yang sering begadang kronis tercatat mengalami penurunan kadar testosteron hingga 15% setiap harinya.

2. Olahraga Beban dan Kardio Rutin

Latihan resistensi atau angkat beban terbukti secara klinis merupakan stimulus paling kuat untuk lonjakan sekresi testosteron dan hormon pertumbuhan (HGH). Olahraga juga memperbaiki sensitivitas insulin yang turut berdampak pada hormon reproduksi.

3. Manajemen Stres dan Penurunan Kadar Kortisol

Stres fisik maupun emosional memicu kelenjar adrenal memompa hormon kortisol dalam jumlah masif. Kortisol tinggi berbanding terbalik dengan testosteron. Saat kortisol naik, jalur produksi testosteron di dalam tubuh secara otomatis ditekan untuk memprioritaskan energi “bertahan hidup” (fight-or-flight).

Studi Terkait Spermatogenesis dan Hormon

Endocrine Reviews menerbitkan sebuah tinjauan studi medis yang menjelaskan bahwa pemulihan spermatogenesis pada pria dengan hipogonadisme sekunder (kegagalan testis akibat masalah pituitari) membutuhkan terapi kombinasi hormon FSH eksogen dan hCG (hormon yang meniru aksi LH).

Studi ini mempertegas fakta biologis bahwa testosteron tunggal tidak cukup untuk memicu pembentukan sperma dari nol. Orkestrasi antara FSH yang melebarkan tubulus dan LH yang merangsang Leydig adalah syarat mutlak bagi pria yang ingin mengembalikan tingkat kesuburannya kembali normal.

Jika kamu sudah mencoba memperbaiki asupan nutrisi namun belum ada tanda-tanda peningkatan performa reproduksi, jangan ragu untuk melakukan konsultasi ke dokter spesialis melalui aplikasi Halodoc agar penyebab dasarnya bisa diidentifikasi.

Di samping itu, berbagai produk kesehatan dan vitamin pendukung di atas bisa kamu dapatkan dengan mudah dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Tidak perlu repot antre, obat 100% asli dan diantar langsung ke depan pintumu.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Spermatogenesis: Process & Function.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Male infertility – Symptoms and causes.
National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2026. Physiology, Male Reproductive System.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. WHO laboratory manual for the examination and processing of human semen.
Endocrine Society. Diakses pada 2026. The Control of Spermatogenesis by Androgens and Estrogens.

FAQ

1. Apakah konsumsi hormon testosteron sintetis bisa memperbanyak sperma?

Sangat salah. Memasukkan hormon testosteron dari luar (seperti injeksi steroid anabolik) justru akan mematikan produksi sperma. Otak (hipotalamus) akan mengira tubuh sudah punya terlalu banyak testosteron, sehingga ia berhenti mengeluarkan FSH dan LH, yang menyebabkan testis mengecil dan produksi sperma terhenti.

2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan tubuh pria untuk memproduksi sperma baru?

Satu siklus penuh spermatogenesis membutuhkan waktu rata-rata sekitar 64 hingga 72 hari. Itulah sebabnya perubahan gaya hidup atau suplemen kesuburan baru akan menunjukkan perbaikan kualitas sperma dalam evaluasi lab setelah konsumsi minimal 2 hingga 3 bulan.

3. Apakah berendam air panas benar-benar bisa merusak sperma?

Ya, benar. Testis berada di luar rongga tubuh karena proses pembentukan sperma membutuhkan suhu sekitar 2 derajat Celcius lebih dingin dari suhu inti tubuh. Paparan panas yang intens dari berendam air panas atau sauna dalam waktu lama dapat menurunkan jumlah sel sperma sehat secara sementara.

4. Kapan pria disarankan melakukan analisis sperma (tes cairan mani)?

Analisis sperma disarankan apabila seorang pria dan pasangannya belum juga berhasil mencapai kehamilan setelah melakukan hubungan seksual secara rutin tanpa alat kontrasepsi selama satu tahun penuh, atau 6 bulan jika pihak wanita berusia di atas 35 tahun.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Andrologi via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Andrologi terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang