Ad Placeholder Image

Perubahan Cuaca Bisa Memperburuk Gejala Omicron

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   15 Februari 2022

“Perubahan cuaca dapat memengaruhi kemampuan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, suhu yang lebih rendah dan kelembapan ekstrem menjaga stabilitas virus, sehingga menular lebih lama. Suhu yang lebih rendah memperlambat reaksi kimia, yang membuat virus corona dapat bertahan lebih lama di dalam tetesan pernapasan.“

Perubahan Cuaca Bisa Memperburuk Gejala OmicronPerubahan Cuaca Bisa Memperburuk Gejala Omicron

Halodoc, Jakarta – Perubahan cuaca dapat berpengaruh pada struktur virus dan imun tubuh. Ketika cuaca dingin, kering, dan kurangnya sinar matahari dapat memberikan perubahan pada  kemampuan tubuh untuk mencegah infeksi pernapasan. Seperti halnya virus corona, terutama varian terbaru omicron.

Virus corona dapat berkembang lebih banyak saat cuaca dingin. Selain karena perubahan suhu itu sendiri, cuaca dingin membuat orang-orang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan, sehingga perpindahan virus juga lebih mudah. Informasi selengkapnya bagaimana perubahan cuaca bisa memperburuk gejala omicron bisa dibaca di sini!

Cuaca Dingin Meningkatkan Perkembangan Virus

Suhu yang lebih rendah dan kelembapan ekstrem—baik tinggi maupun rendah— dapat menjaga stabilitas virus sehingga menular lebih lama. Suhu yang lebih rendah memperlambat reaksi kimia, yang membuat virus corona dapat bertahan lebih lama di dalam tetesan pernapasan. 

Kelembapan yang lebih rendah dapat menguapkan tetesan ke ukuran yang lebih kecil, yang mempermudah virus menabrak bahan kimia lain dalam tetesan dan menonaktifkannya – tetapi hanya sampai titik tertentu. 

Jika tetesannya terlalu kecil, garam alami dalam cairan yang keluar saat berbicara atau bernapas akan mengkristal dan menjebak virus, menjaganya sampai menemukan inang baru. Cuaca yang dingin juga dapat berpengaruh pada tubuh yang terinfeksi. 

Menghirup udara yang lebih dingin dan lebih kering sebenarnya mengubah cara kerja sistem kekebalan tubuh. Sel-sel yang melapisi saluran udara dapat menghasilkan lebih sedikit molekul yang disebut interferon. Ini adalah salah satu jenis protein yang mengaktifkan sel-sel imun. 

Tinggal terlalu lama di dalam ruangan juga dapat membuat seseorang kekurangan vitamin D. Soalnya selain memperkuat tulang,  vitamin D juga memainkan peranan penting dalam memodulasi respons imun. Vitamin D memengaruhi setidaknya 200 jalur kimia yang terlibat dengan pertahanan imunitas tubuh. 

Kulit memproduksi vitamin D dengan menggunakan sinar ultraviolet-B dari matahari untuk membuka salah satu cincin karbon dari prekursor kimia kolesterol. Meskipun makanan dapat memasok sebagian vitamin D, sinar matahari dapat meningkatkan kadar vitamin D secara lebih baik. 

Faktor Lain yang Memengaruhi Imun Tubuh

Sebenarnya tidak hanya cuaca dingin, perubahan cuaca itu sendiri—misalnya sebentar hujan kemudian panas—juga memengaruhi kemampuan sistem kekebalan bekerja. Selain itu, keinginan untuk mengurung diri di rumah karena cuaca yang tidak pasti tersebut juga dapat memiliki pengaruh. 

Misalnya, mendapatkan sinar matahari pagi dapat membantu transisi tubuh dari tidur dan terjaga, kemudian mengatur fungsi vital. Cuaca mendung di pagi hari ataupun perubahan cuaca yang tak pasti seringnya membuat orang-orang malas untuk keluar rumah, sehingga lebih memilih untuk berdiam diri di rumah. Akibatnya, kamu tidak bisa mendapatkan asupan sinar matahari yang memiliki banyak manfaat, salah satunya melawan corona. 

Terlebih lagi dengan keberadaan varian terbaru omicron yang penyebarannya sangat cepat, ditambah dengan perubahan cuaca yang tak pasti, bukan tak mungkin kombinasi ini memperburuk penyebaran dan gejala omicron—apabila orang tersebut sudah terinfeksi.  

Itulah sebabnya sangat disarankan untuk menjaga kesehatan tubuh, terutama  untuk tetap mendapatkan paparan sinar matahari. Apabila cuaca sedang cerah, kamu disarankan untuk berjemur di pagi hari, atau setidaknya menghirup udara segar di sore hari.

Selain itu, kamu juga bisa melawan virus omicron dengan tetap aktif berolahraga, makan makanan sehat, menjaga kualitas tidur, dan tentu saja menerapkan protokol kesehatan. Demikianlah informasi mengenai bagaimana perubahan cuaca bisa memperburuk gejala omicron. Penuhi kebutuhan vitamin dan suplemenmu dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Belum punya aplikasinya? Yuk, download sekarang juga di App Store atau Google Play!

Referensi:
National Geographic. Diakses pada 2022. Why cold weather makes it harder for the body to fight respiratory infections.
Scientific American. Diakses pada 2022. Why Is Omicron So Contagious?