Ad Placeholder Image

Pilihan Pengganti Garam MPASI: Gurih Alami Si Kecil Suka

8 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Pengganti Garam MPASI: Rasa Alami, Bayi Sehat

Pilihan Pengganti Garam MPASI: Gurih Alami Si Kecil SukaPilihan Pengganti Garam MPASI: Gurih Alami Si Kecil Suka

DAFTAR ISI


Memperkenalkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) adalah tahapan krusial dalam tumbuh kembang bayi. Salah satu perhatian utama orang tua adalah bagaimana memastikan MPASI memiliki rasa yang disukai bayi tanpa membahayakan kesehatannya, terutama terkait asupan natrium. Memilih pengganti garam untuk MPASI yang tepat menjadi kunci untuk melatih bayi mengenal rasa asli makanan sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisinya tanpa kelebihan natrium.

Pentingnya Pembatasan Garam pada MPASI

Ginjal bayi yang belum berfungsi optimal memiliki keterbatasan dalam memproses natrium dalam jumlah besar. Kelebihan natrium dapat membebani ginjal, meningkatkan risiko masalah kesehatan jangka panjang seperti tekanan darah tinggi di kemudian hari. Selain itu, paparan rasa asin yang kuat sejak dini dapat membuat bayi kurang peka terhadap rasa alami makanan, sehingga cenderung menolak makanan tanpa tambahan garam atau bumbu instan tinggi natrium. Oleh karena itu, penting untuk memprioritaskan bahan alami sebagai penambah rasa pada MPASI.

Apa saja resep MPASI untuk bayi 8 bulan? 4 Resep MPASI Sederhana dan Sehat untuk Bayi 8 Bulan

Pilihan Alami Pengganti Garam untuk MPASI

Ada beragam bahan alami yang dapat dijadikan pengganti garam untuk MPASI, tidak hanya menambah cita rasa gurih tetapi juga memperkaya nutrisi. Pilihan ini membantu bayi terbiasa dengan rasa asli makanan.

Bumbu Aromatik dan Rempah

Penggunaan bumbu aromatik dan rempah dalam jumlah sedikit dapat memberikan dimensi rasa dan aroma yang menarik pada MPASI, merangsang nafsu makan bayi.

  • Bawang Merah & Bawang Putih: Keduanya adalah dasar bumbu dapur yang memberi aroma gurih alami. Cincang halus dan tumis dengan sedikit minyak sehat (misalnya minyak zaitun atau minyak kelapa) sebelum menambahkan bahan lain, atau masukkan langsung ke dalam masakan saat merebus atau mengukus.
  • Daun Salam & Sereh: Rempah ini sangat efektif saat merebus daging, ayam, atau ikan. Daun salam memberikan aroma khas yang menenangkan, sementara sereh memberikan sensasi segar dan sedikit hangat. Cukup memarkan batang sereh atau masukkan beberapa lembar daun salam saat proses perebusan.
  • Oregano & Basil: Rempah kering ini aman diberikan sejak bayi berusia 6 bulan. Keduanya dikenal memberi rasa gurih yang lembut dan sering digunakan dalam masakan Mediterania. Taburkan sedikit pada bubur, sup, atau pure sayuran setelah matang.
  • Jahe & Kunyit: Berikan dalam jumlah sangat sedikit untuk rasa hangat dan aroma kuat yang dapat membantu meningkatkan nafsu makan. Jahe parut atau irisan tipis dapat dimasukkan saat merebus bahan makanan. Kunyit bubuk atau segar (parut) juga memberikan warna menarik dan aroma khas. Pastikan jumlahnya tidak berlebihan agar rasa tidak terlalu dominan.

Bahan Pangan Pemberi Rasa Gurih Alami

Beberapa bahan makanan itu sendiri sudah memiliki rasa gurih alami atau manis yang bisa dimanfaatkan untuk memperkaya MPASI.

  • Kaldu Homemade: Ini adalah salah satu pengganti garam terbaik. Buat kaldu dari tulang ayam, sapi, atau ikan yang dimasak perlahan bersama wortel, seledri, dan bawang bombay. Kaldu ini kaya akan rasa umami dan nutrisi penting seperti mineral dan kolagen. Gunakan sebagai kuah bubur, pure, atau sup.
  • Sayuran & Buah: Banyak sayuran dan buah-buahan yang secara alami memberikan rasa manis atau gurih. Wortel, labu kuning, ubi jalar, tomat, dan bit dapat dihaluskan menjadi pure atau dicampur dalam bubur untuk menambah rasa tanpa garam.
  • Keju Lembut: Keju jenis mild cheddar, ricotta, atau cream cheese tanpa tambahan garam yang berlebihan dapat menambah rasa gurih dan creamy pada MPASI. Parut sedikit keju di atas bubur atau pure yang sudah matang. Pastikan memilih produk keju khusus untuk bayi atau yang rendah natrium.
  • Telur & Ikan: Telur, baik direbus, didadar, atau diorak-arik, serta ikan (misalnya salmon, tuna, kakap) secara alami sudah memiliki rasa gurih yang lezat. Sajikan telur rebus yang dihancurkan atau ikan kukus/panggang yang disuwir halus sebagai sumber protein sekaligus penambah rasa.

Produk Tambahan Aman Penambah Rasa

Selain bahan segar, ada juga produk instan yang aman digunakan asalkan dipilih dengan cermat.

  • Bubuk Ikan atau Kaldu Bubuk Alami: Pilih produk yang secara eksplisit menyatakan “tanpa MSG, garam, atau gula tambahan”. Contoh produk seperti bubuk ikan Crystal of the Sea sering direkomendasikan karena murni dari bahan alami dan tidak mengandung aditif yang tidak diperlukan. Bubuk ini dapat ditaburkan sedikit pada MPASI untuk rasa gurih yang praktis.

Cara Menggunakan Pengganti Garam untuk MPASI

Mengaplikasikan pengganti garam alami ini cukup mudah dan dapat bervariasi tergantung jenis masakannya.

  • Gunakan bawang putih atau bumbu aromatik sebagai dasar menumis saat menyiapkan bahan makanan untuk MPASI.
  • Tambahkan kaldu homemade saat memasak bubur, pure, atau sup bayi untuk memberikan rasa gurih dan kaya nutrisi.
  • Taburkan bubuk ikan, bubuk kaldu alami, atau parutan keju lembut sedikit saja pada MPASI yang sudah matang, sebagai sentuhan akhir untuk menambah rasa.
  • Bereksperimenlah dengan kombinasi sayuran dan buah untuk mendapatkan rasa manis dan gurih alami pada pure atau bubur.

Bagaimana cara memilih susu formula untuk bayi? Baca di sini: Inilah Tips Memilih Susu Formula yang Bagus untuk Bayi

Catatan Penting dalam Pemberian Rasa MPASI

Pendekatan terbaik adalah membiarkan bayi terlebih dahulu terbiasa dengan rasa alami dari berbagai bahan makanan.

  • Fokus pada rasa alami makanan lebih dulu untuk melatih indra pengecap bayi.
  • Garam boleh ditambahkan sedikit (sekitar seujung sendok teh) setelah bayi berusia 6 bulan, namun hanya jika makanan benar-benar hambar dan bahan-bahan alami di atas sudah diutamakan. Penggunaan garam harus sangat dibatasi.
  • Hindari penggunaan garam Himalaya sebagai pengganti garam biasa untuk MPASI, kecuali ada saran khusus dari dokter. Garam Himalaya umumnya tidak mengandung yodium, padahal yodium sangat penting untuk perkembangan otak dan tiroid bayi.

Hubungi Dokter Spesialis Anak Ini Jika Alami Gangguan Pertumbuhan Anak

Untuk mengevaluasi tahapan perkembangan anak secara akurat serta mendapatkan panduan stimulasi dan solusi medis yang tepat, ibu bisa berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak (Sp.A).

Berikut adalah rekomendasi dokter spesialis anak di Halodoc yang bisa ibu hubungi:

  • dr. Ariawan Setiadi, Sp.A: Dokter spesialis anak dengan pengalaman 22 tahun, lulusan Universitas Islam Sultan Agung (2002) dan Universitas Diponegoro (2015). Saat ini berpraktik di Semarang, Jawa Tengah, anggota IDAI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Ni Wayan Ayu Yuliantari Sp.A: Dokter spesialis anak dengan pengalaman 10 tahun, lulusan Universitas Warmadewa (2015) dan Universitas Udayana (2025). Saat ini berpraktik di Denpasar, Bali, anggota IDAI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Lingga Pradipta, Sp.A: Dokter spesialis anak dengan pengalaman 11 tahun, lulusan Universitas Gadjah Mada (2011) dan Universitas Hasanuddin (2021). Saat ini berpraktik di Makassar, Sulawesi Selatan, anggota IDAI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.

Itulah beberapa dokter yang bisa ibu hubungi untuk informasi lengkap terkait pertumbuhan anak. 

Dokter tersebut tersedia selama 24 jam di Halodoc sehingga ibu bisa lakukan konsultasi dari mana saja dan kapan saja.

Namun, jika dokter sedang tidak tersedia atau offline, ibu tetap bisa membuat janji konsultasi melalui aplikasi Halodoc.

Tunggu apalagi? Ayo, pakai Halodoc sekarang juga!

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:

✅ Dokter tersedia 24 jam.

✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).

✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 

✅ Bisa dicover asuransi.

✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.

✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat. 

✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%. 

Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang! 

Kesimpulan

Memilih pengganti garam untuk MPASI yang tepat adalah langkah proaktif dalam mendukung kesehatan dan perkembangan bayi. Dengan memperkenalkan beragam rasa alami, bayi akan tumbuh menjadi individu dengan preferensi makan yang lebih sehat dan terbiasa dengan variasi makanan. Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai nutrisi dan MPASI bayi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter gizi atau dokter anak melalui aplikasi Halodoc. Dokter dapat memberikan panduan yang lebih personal dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang si kecil.

Referensi
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Diakses pada 2026. Praktik Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI): Regulasi Asupan Natrium, Penggunaan Garam, dan Rasa Alami Makanan.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Complementary feeding: Guiding principles for infant nutrition, sodium restriction, and iodine fortification.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Infant nutrition: Introducing solids, safe use of herbs and spices, and why to avoid excess sodium in baby food.
Healthline. Diakses pada 2026. Sodium for Babies: How Much Is Safe, Natural Salt Substitutes for MPASI, and the Importance of Iodized Salt.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2026. Nurturing healthy eating habits from infancy: Developing taste preferences and monitoring infant kidney function.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Pediatric Dietary Guidelines: Assessing Choking Hazards with Herbs, Making Homemade Broth, and When to Consult a Pediatric Dietitian.

FAQ

  1. Kapan bayi boleh mulai diberi garam?
    Pemberian garam sangat dibatasi hingga bayi berusia setidaknya 12 bulan. Namun, jika diperlukan untuk sedikit meningkatkan rasa pada makanan yang sangat hambar, garam boleh ditambahkan sangat sedikit (kurang dari seperempat sendok teh) setelah usia 6 bulan, dengan tetap memprioritaskan penambah rasa alami.
  2. Mengapa garam Himalaya tidak direkomendasikan untuk MPASI?
    Garam Himalaya umumnya tidak difortifikasi dengan yodium. Yodium merupakan mikronutrien esensial yang sangat penting untuk perkembangan kognitif dan fungsi tiroid bayi. Kekurangan yodium dapat berdampak serius pada tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, garam beryodium yang difortifikasi lebih direkomendasikan untuk keluarga, tetapi dengan jumlah yang sangat terbatas untuk MPASI.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu ditegaskan, HILDA tidak digunakan untuk mengganti saran atau petunjuk medis dari dokter, ya!