• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Postur Tubuh Tinggi dan Kurus, Wanita Lebih Rentan Endometriosis

Postur Tubuh Tinggi dan Kurus, Wanita Lebih Rentan Endometriosis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Endometriosis merupakan gangguan yang cukup menyakitkan, di mana jaringan mirip dengan jaringan yang melapisi bagian dalam rahim yang tumbuh pada rahim wanita. Endometriosis biasanya melibatkan indung telur, saluran tuba, dan jaringan yang melapisi panggul. Jarang terjadi jaringan endometrium dapat menyebar di luar organ panggul.

Dengan endometriosis, jaringan seperti endometrium akan bertindak seperti jaringan endometrium. Ia menebal, rusak, dan berdarah pada setiap siklus menstruasi. Namun, karena jaringan ini tidak memiliki cara untuk keluar dari tubuh, maka dapat terperangkap.

Baca juga: Ketahui 6 Fakta Mengenai Endometriosis

Postur Tubuh Tidak Selalu Jadi Penyebab

Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang tinggi dan kurus lebih berisiko mengalami endometriosis. Hanya saja tidak sesederhana itu. Ditemukan bahwa wanita yang memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi di masa kanak-kanak memiliki risiko endometriosis yang lebih rendah dibandingkan dengan anak perempuan yang kurus dan tinggi. 

Hal ini menunjukkan bahwa indikator risiko dapat diambil pada usia lebih dini, yang mungkin membantu mempercepat diagnosis. Dengan begitu, pengobatan dapat mulai memperlambat pertumbuhan jaringan endometrium. Para peneliti mengatakan mereka menemukan bahwa anak perempuan yang lebih kurus dan lebih tinggi lebih berisiko terhadap endometriosis. 

Hanya saja, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa tidak sesederhana itu jika wanita tinggi dan kurus selalu mengalami endometriosis. Hubungan antara tinggi, berat, dan endometriosis lebih kompleks. Bukan berarti jika kamu kurus atau kurus-tinggi itulah yang membuat kamu mengalami endometriosis. 

Baca juga: Berpotensi Sebabkan Kemandulan, Bagaimana Endometriosis Diobati?

Karena endometriosis dengan sendirinya dengan menjadi penyakit sistemik cenderung mengarah pada fenotip lean. Nyatanya yang terjadi justru kebalikannya. Jika seseorang mengalami endometriosis, ia akan cenderung kurus karena endometriosis bekerja secara sistemik.

Perhatikan Munculnya Nyeri Haid

Selama ini wanita telah dikondisikan untuk percaya bahwa periode menstruasi yang menyakitkan itu normal. Hanya saja wanita tetap perlu waspada terhadap tanda-tanda peringatan bahwa rasa sakit yang dialami saat menstruasi mungkin lebih dari rasa sakit periode standar. 

Endometriosis cenderung menjadi semakin buruk pada siklus menstruasi, biasanya ia tidak menanggapi agen anti-inflamasi nonsteroid, dan cenderung juga memiliki gejala siklus lainnya apakah itu gejala usus atau kandung kemih. Maka itu, kamu tidak perlu ragu untuk mendiskusikan masa-masa menyakitkan menstruasi pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Penting bagi remaja dan wanita muda untuk mendiskusikan rasa nyeri pada masa menstruasi pada dokter. Melihat banyak wanita dengan endometriosis dan selalu ada dalam daftar diagnosis yang memungkinkan saat remaja atau wanita dewasa menggambarkan periode haid yang menyakitkan. Di sisi lain, endometriosis merupakan penyakit yang membutuhkan lebih banyak penelitian. 

Baca juga: 5 Tips Jaga Pola Makan bagi Pengidap Endometriosis

Kenali Gejala Endometriosis

Gejala utama endometriosis adalah nyeri panggul, sering dikaitkan dengan periode menstruasi. Meskipun banyak yang mengalami kram selama periode menstruasi, mereka yang mengalami endometriosis biasanya menggambarkan nyeri haid yang jauh lebih buruk dari biasanya. Nyeri juga dapat meningkat seiring waktu. 

Tanda dan gejala umum endometriosis meliputi:

  • Menstruasi yang menyakitkan. Nyeri panggul dan kram dapat dimulai sebelum dan beberapa hari  ke periode menstruasi. Kamu juga mungkin mengalami sakit punggung bagian bawah dan perut.

  • Nyeri saat berhubungan intim. Nyeri selama atau setelah berhubungan intim umum kaitannya dengan endometriosis. 

  • Nyeri saat buang air besar atau buang air kecil. Kamu kemungkinan besar akan mengalami gejala-gejala ini selama periode menstruasi. 

  • Pendarahan berlebihan. Kamu mungkin mengalami periode menstruasi berat sesekali atau perdarahan di antara periode menstruasi. 

  • Infertilitas. Terkadang, endometriosis pertama kali diagnosis pada wanita yang mencari pengobatan untuk infertilitas.

Tingkat keparahan rasa sakit yang kamu alami belum tentu merupakan indikator yang dapat diandalkan mengenai sejauh mana kondisi tersebut. Kamu dapat mengalami endometriosis ringan dengan rasa sakit yang parah, atau kamu bisa mengalami endometriosis lanjut dengan sedikit atau tanpa rasa sakit. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Do Taller, Thinner Girls Really Have a Higher Risk of Endometriosis?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Endometriosis.