Ad Placeholder Image

POTS: Pusing dan Jantung Cepat Berdiri? Kenali Ini!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

POTS adalah: Mengapa Jantung Berdebar Saat Berdiri?

POTS: Pusing dan Jantung Cepat Berdiri? Kenali Ini!POTS: Pusing dan Jantung Cepat Berdiri? Kenali Ini!

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasa pusing yang sangat hebat, jantung berdebar kencang, hingga pandangan berkunang-kunang sesaat setelah berdiri dari posisi duduk atau berbaring? Jika ya, kondisi ini mungkin bukan sekadar pusing biasa. Dalam dunia medis, fenomena ini sering dikaitkan dengan Postural Orthostatic Tachycardia Syndrome atau yang lebih dikenal dengan istilah POTS.

POTS syndrome adalah suatu kondisi gangguan pada sistem saraf otonom yang memengaruhi aliran darah dan detak jantung seseorang. Karakteristik utamanya adalah peningkatan detak jantung yang sangat signifikan secara mendadak ketika seseorang mengubah posisi tubuh menjadi tegak (berdiri). Meskipun sering kali tidak terlihat secara fisik dari luar, penderita POTS sering kali merasa sangat terganggu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari karena rasa lemas dan pusing yang kronis.

Memahami kondisi ini sangat penting karena gejalanya sering kali tumpang tindih dengan gangguan kecemasan atau anemia, sehingga banyak pasien terlambat mendapatkan penanganan yang tepat. Padahal, dengan manajemen gaya hidup dan dukungan medis yang benar, kualitas hidup penderita POTS dapat ditingkatkan secara signifikan.

Nah, mau tahu lebih dalam mengenai apa itu POTS syndrome, gejala, hingga cara mengatasinya? Berikut ulasannya!

Mengenal Apa Itu POTS Syndrome

Postural Orthostatic Tachycardia Syndrome (POTS) adalah bagian dari kelompok gangguan yang disebut disautonomia. Sistem saraf otonom manusia bertugas mengendalikan fungsi-fungsi tubuh yang terjadi secara otomatis, seperti detak jantung, tekanan darah, pencernaan, dan suhu tubuh. Pada orang dengan POTS, sistem ini tidak bekerja dengan sinkron.

Secara normal, saat kita berdiri, gravitasi akan menarik sebagian darah ke arah bawah (area perut dan kaki). Sebagai respons, sistem saraf akan memerintahkan pembuluh darah untuk menyempit dan detak jantung meningkat sedikit untuk memastikan oksigen tetap sampai ke otak. Namun, pada penderita POTS, pembuluh darah tidak merespons dengan cukup kuat, sehingga jantung harus bekerja ekstra keras (berdetak sangat cepat) untuk mengompensasi kekurangan aliran darah ke bagian atas tubuh.

Gejala yang Sering Dialami Penderita POTS

Gejala POTS syndrome sangat bervariasi antara satu orang dengan orang lainnya. Namun, ciri khas utamanya adalah munculnya keluhan saat berada dalam posisi tegak yang kemudian membaik saat berbaring. Beberapa gejala yang paling sering dilaporkan meliputi:

  • Jantung berdebar kencang (palpitasi) segera setelah berdiri.
  • Pusing atau sensasi seperti melayang (lightheadedness).
  • Pingsan atau hampir pingsan (syncope).
  • Kelelahan ekstrem yang berlangsung lama.
  • Kabut otak (brain fog) atau kesulitan berkonsentrasi.
  • Mual dan gangguan pencernaan.
  • Tangan dan kaki terasa dingin atau berwarna keunguan saat berdiri.

Jika kamu sering mengalami keluhan jantung berdebar atau pusing yang tidak kunjung hilang, ada baiknya kamu segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan pemeriksaan awal yang akurat.

Penyebab dan Faktor Risiko

Hingga saat ini, penyebab pasti dari POTS syndrome masih terus diteliti oleh para ahli. Namun, kondisi ini sering kali dipicu atau berkaitan dengan beberapa faktor medis berikut:

  • Infeksi Virus: Banyak pasien melaporkan gejala POTS muncul setelah menderita penyakit virus seperti mononukleosis atau bahkan setelah pemulihan dari COVID-19 (Long COVID).
  • Kehamilan atau Operasi Besar: Perubahan hormonal yang drastis atau stres fisik setelah operasi dapat memicu gangguan sistem saraf otonom.
  • Trauma Fisik: Cedera kepala atau trauma lainnya terkadang menjadi pemicu awal.
  • Kondisi Genetik: Beberapa kasus menunjukkan adanya riwayat keluarga dengan gejala serupa, meski gen spesifiknya belum teridentifikasi secara pasti.
Tips Mengurangi Risiko Pingsan
  1. Jangan berdiri secara mendadak, lakukan transisi secara perlahan.
  2. Gunakan stoking kompresi untuk membantu aliran darah kembali ke jantung.
  3. Pastikan asupan cairan dan elektrolit terpenuhi setiap hari.

Jenis-Jenis POTS Syndrome

POTS bukan merupakan penyakit tunggal, melainkan kumpulan gejala yang bisa diklasifikasikan ke dalam beberapa subtipe berdasarkan mekanisme utamanya:

1. Neuropathic POTS

Kondisi ini terjadi karena adanya kerusakan pada saraf kecil (small fiber neuropathy) yang mengatur penyempitan pembuluh darah di kaki dan tangan. Akibatnya, darah mengendap di bagian bawah tubuh saat berdiri.

2. Hyperadrenergic POTS

Pada tipe ini, penderita memiliki kadar hormon stres (norepinefrin) yang sangat tinggi saat berdiri. Gejalanya sering kali disertai dengan tekanan darah tinggi, tremor, dan rasa cemas yang berlebihan.

3. Hypovolemic POTS

Penderita pada kelompok ini memiliki volume darah yang jauh lebih rendah dari normal. Volume darah yang rendah membuat jantung harus berdetak lebih cepat untuk mendistribusikan oksigen yang terbatas ke seluruh tubuh.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis POTS?

Diagnosis POTS syndrome bisa menjadi tantangan tersendiri. Kriteria utama diagnosis biasanya melibatkan tes yang disebut Tilt Table Test. Dalam tes ini, pasien akan diikat di meja khusus yang kemudian dimiringkan secara bertahap hingga posisi berdiri, sambil detak jantung dan tekanan darah dipantau secara ketat.

POTS didiagnosis jika terjadi peningkatan detak jantung sebesar 30 denyut per menit (bpm) atau lebih pada orang dewasa (40 bpm pada remaja) dalam waktu 10 menit setelah berdiri, tanpa adanya penurunan tekanan darah yang drastis (hipotensi ortostatik).

Penanganan Mandiri dan Gaya Hidup

Karena POTS adalah kondisi kronis, fokus utamanya adalah manajemen gejala. Berikut adalah beberapa langkah yang biasanya disarankan oleh tenaga medis:

1. Meningkatkan Konsumsi Garam dan Air
Asupan garam yang tinggi membantu menahan air di dalam pembuluh darah, sehingga meningkatkan volume darah. Hal ini sangat krusial bagi penderita tipe hipovolemik. Untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan dan mineral harian, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk mencari suplemen elektrolit yang praktis.

2. Olahraga Terstruktur
Meskipun berdiri terasa berat, olahraga tetap diperlukan. Dokter biasanya menyarankan latihan dalam posisi duduk atau berbaring terlebih dahulu, seperti bersepeda statis atau berenang, untuk memperkuat otot jantung tanpa memicu gejala berlebihan.

3. Penggunaan Compression Garments
Menggunakan celana atau stoking kompresi medis dapat membantu memberikan tekanan pada pembuluh darah di kaki, sehingga darah tidak menumpuk di bagian bawah dan lebih mudah kembali ke jantung.

Studi Mengenai Gangguan Otonom

Journal of the American College of Cardiology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa manajemen multidisiplin yang menggabungkan latihan fisik (rehabilitasi fisik) dan pengaturan diet (garam/air) memberikan hasil yang jauh lebih baik daripada hanya mengandalkan obat-obatan saja pada pasien POTS.

Studi ini menekankan pentingnya personalisasi terapi karena setiap pasien memiliki subtipe POTS yang berbeda. Edukasi pasien mengenai kondisi ini juga terbukti menurunkan tingkat kecemasan yang sering kali memperburuk gejala fisik.

POTS syndrome memang menantang, tetapi bukan berarti kamu tidak bisa hidup produktif. Kuncinya adalah mengenali batas kemampuan tubuh dan rutin melakukan pemeriksaan medis. Jika gejala pusing atau jantung berdebar sering muncul saat kamu beraktivitas, segera bicarakan dengan ahlinya.

Kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc agar mendapatkan arahan yang lebih spesifik mengenai kondisi kesehatanmu.

Punya Keluhan Jantung Berdebar Saat Berdiri? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu merasa pusing atau jantung berdebar kencang saat baru saja berdiri? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Postural Orthostatic Tachycardia Syndrome (POTS).
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Postural Orthostatic Tachycardia Syndrome.
Dysautonomia International. Diakses pada 2026. What is POTS?.
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2026. Postural Orthostatic Tachycardia Syndrome (POTS).

FAQ

1. Apakah POTS syndrome adalah penyakit berbahaya?

Meskipun gejalanya terasa menakutkan seperti pingsan dan jantung berdebar, POTS sendiri biasanya tidak bersifat mengancam nyawa. Namun, risiko cedera akibat pingsan dan penurunan kualitas hidup menjadi perhatian utama.

2. Apakah POTS syndrome bisa disembuhkan?

Saat ini belum ada obat yang secara total menyembuhkan POTS, namun sebagian besar penderita mengalami perbaikan gejala yang signifikan melalui perubahan gaya hidup, olahraga, dan pengobatan yang tepat.

3. Mengapa penderita POTS harus minum banyak air garam?

Garam membantu tubuh menahan cairan di dalam aliran darah. Dengan volume darah yang lebih banyak, jantung tidak perlu bekerja sekeras sebelumnya untuk memompa darah ke otak saat posisi berdiri.

4. Siapa yang paling berisiko terkena POTS?

Statistik menunjukkan bahwa POTS lebih sering menyerang wanita usia produktif, antara usia 15 hingga 50 tahun, meskipun pria dan anak-anak juga bisa mengalaminya.