Ad Placeholder Image

Prolaps Rektum: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   27 Agustus 2025

Prolaps rektum adalah kondisi medis ketika rektum keluar melalui anus dan butuh penanganan tepat.

Prolaps Rektum: Penyebab, Gejala, dan Cara MengatasinyaProlaps Rektum: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Gangguan pada sistem pencernaan bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satunya adalah prolaps rektum, kondisi medis yang membuat sebagian rektum keluar melalui anus.

Meski sering dianggap memalukan, kondisi ini nyata dan membutuhkan penanganan medis.

Banyak orang mencari tahu tentang prolaps rektum karena gejalanya mirip dengan wasir, padahal penyebab dan penanganannya berbeda.

Dengan memahami kondisi ini lebih baik, kamu bisa lebih cepat mendapatkan bantuan medis yang tepat.

Apa Itu Prolaps Rektum?

Prolaps rektum adalah kondisi ketika bagian akhir usus besar (rektum) melorot dari posisi normalnya dan menonjol keluar melalui anus.

Kondisi ini bisa terjadi secara bertahap, mulai dari hanya saat buang air besar hingga permanen jika tidak diobati.

Prolaps rektum biasanya terjadi karena melemahnya otot dasar panggul dan jaringan penyangga di sekitar rektum.

Kondisi ini lebih sering dialami orang lanjut usia, tetapi bisa juga terjadi pada anak-anak atau dewasa muda.

Apa Penyebab Prolaps Rektum?

Penyebab prolaps rektum seringkali multifaktor. Beberapa faktor risiko yang umum meliputi:

  1. Kelemahan Otot Panggul
    Terjadi karena penuaan, persalinan berulang, atau operasi panggul sebelumnya.
  2. Konstipasi Kronis
    Mengejan terlalu keras dalam jangka panjang dapat melemahkan otot rektum. Pahami lebih lanjut tentang Apa Itu Konstipasi (Sembelit)? Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya berikut ini.
  3. Diare Kronis
    Tekanan terus-menerus saat buang air bisa memperburuk kondisi.
  4. Kerusakan Saraf
    Gangguan saraf di area panggul atau tulang belakang bisa memengaruhi fungsi rektum.
  5. Riwayat Medis Lain
    Seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) yang menyebabkan batuk berkepanjangan, atau kondisi neurologis tertentu.

Dengan kata lain, prolaps rektum adalah hasil kombinasi dari lemahnya otot penyangga dan tekanan berulang pada anus.

Gejala Prolaps Rektum yang Harus Kamu Waspadai

Gejala prolaps rektum bisa bervariasi, tergantung tingkat keparahannya. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan adalah:

  • Tonjolan merah muda atau kemerahan keluar dari anus, terutama setelah buang air besar.
  • Sensasi penuh atau tidak tuntas setelah buang air besar.
  • Rasa tidak nyaman atau nyeri di anus.
  • Inkontinensia feses (sulit menahan buang air besar). Pahami lebih dalam mengenai Inkontinensia Alvi – Gejala, Penyebab, dan Pengobatan.
  • Perdarahan ringan dari anus.

Banyak orang awalnya salah mengira prolaps rektum sebagai wasir. Namun, wasir biasanya berupa pembengkakan pembuluh darah, sementara prolaps adalah keluarnya jaringan usus.

Berikut Ini Dokter di Halodoc yang Bisa Bantu Pengobatan Wasir untuk kamu hubungi.

Bagaimana Cara Mengatasi Prolaps Rektum?

Penanganan prolaps rektum bergantung pada tingkat keparahan dan kondisi pasien. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:

  1. Perubahan Gaya Hidup
    • Tingkatkan konsumsi serat dan cairan untuk mencegah konstipasi.
    • Hindari mengejan terlalu keras saat buang air besar.
    • Lakukan senam Kegel untuk memperkuat otot panggul.
  2. Obat-obatan
    Dokter dapat meresepkan obat pencahar atau pelunak tinja untuk mengurangi konstipasi.
  3. Prosedur Medis dan Operasi
    • Operasi perineal: mengangkat atau memperbaiki rektum melalui area anus.
    • Operasi abdominal: mengencangkan atau memperbaiki posisi rektum dari perut.
    • Rektoplasti: prosedur untuk memperkuat dinding rektum.

Operasi sering menjadi pilihan utama pada kasus prolaps rektum sedang hingga parah, dengan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi.

Tips Mencegah Prolaps Rektum

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Berikut beberapa langkah untuk menurunkan risiko prolaps rektum:

  • Konsumsi makanan tinggi serat: buah, sayur, biji-bijian.
  • Minum cukup air: setidaknya 2 liter per hari untuk mencegah sembelit.
  • Olahraga teratur: terutama latihan yang memperkuat otot panggul.
  • Hindari mengejan berlebihan: biasakan buang air besar tanpa menahan atau memaksa.
  • Kelola batuk kronis: segera obati jika kamu memiliki riwayat batuk berkepanjangan.

Dengan menjaga gaya hidup sehat, kamu bisa mengurangi risiko terjadinya prolaps rektum, terutama jika memiliki faktor risiko.

Kesimpulan

Singkatnya, prolaps rektum adalah kondisi serius ketika rektum keluar dari anus akibat lemahnya otot panggul atau faktor medis lainnya.

Gejalanya sering mirip dengan wasir, tetapi penanganannya berbeda dan membutuhkan perhatian medis.

Perubahan gaya hidup, obat-obatan, hingga tindakan operasi bisa menjadi solusi tergantung tingkat keparahannya.

Jika kamu mengalami gejala prolaps rektum, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Rectal prolapse – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Rectal Prolapse: Symptoms, Causes & Treatment.
Better Health Channel. Diakses pada 2025. Rectal prolapse.