Ad Placeholder Image

Prosedur Pemasangan Gips pada Seseorang yang Patah Tulang

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Gips digunakan untuk mengatasi masalah patah tulang.

Prosedur Pemasangan Gips pada Seseorang yang Patah TulangProsedur Pemasangan Gips pada Seseorang yang Patah Tulang

DAFTAR ISI


Patah tulang atau cedera berat pada area kaki sering kali membutuhkan penanganan khusus agar tulang dapat menyatu dan sembuh dengan posisi yang benar. Salah satu metode medis yang paling umum dan terbukti efektif untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan menggunakan gips. Alat fiksasi ortopedi ini dirancang secara khusus untuk membatasi pergerakan pada area yang cedera, sehingga proses penyembuhan dapat berjalan secara optimal tanpa gangguan dari pergerakan otot atau sendi.

Kondisi medis yang mengharuskan penggunaan fiksasi ini tidak bisa disepelekan. Tulang penyangga tubuh di bagian bawah seperti tibia, fibula, pergelangan kaki (ankle), dan tulang-tulang kecil di telapak kaki menanggung beban tubuh yang sangat berat setiap harinya. Jika terjadi retak, patah, atau keseleo tingkat parah (sprain derajat tiga) pada ligamen, imobilisasi mutlak diperlukan. Tanpa penanganan ini, risiko malunion (tulang menyambung pada posisi yang salah) atau nonunion (tulang gagal menyambung) akan meningkat drastis, yang berujung pada kecacatan permanen atau nyeri kronis.

Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala patah tulang atau cedera serius, evaluasi medis adalah langkah pertama yang paling krusial. Keputusan untuk menggunakan gips kaki harus selalu didasarkan pada hasil pemeriksaan fisik dan rontgen (X-ray) oleh dokter spesialis ortopedi (tulang). Penggunaan fiksasi ini bukan hanya sekadar membalut luka, melainkan sebuah prosedur medis yang memerlukan perhitungan anatomis yang presisi.

Banyak pasien yang merasa khawatir atau tidak nyaman dengan prospek harus memakai penyangga kaku ini selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Namun, dengan pemahaman yang tepat mengenai tujuan, cara perawatan, dan proses pemulihannya, kamu dapat melewati masa penyembuhan ini dengan lebih tenang. Lantas, bagaimana sebenarnya prosedur pemasangannya dan apa saja pantangan selama masa penyembuhan? Mari kita bahas selengkapnya di bawah ini!

Tujuan Penggunaan Gips Kaki

Penggunaan penyangga kaku dalam dunia ortopedi bukanlah hal yang baru. Fungsinya sangat esensial dan tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh bidai (splint) biasa atau perban elastis, terutama untuk cedera yang tidak stabil. Secara medis, ada beberapa tujuan utama mengapa dokter memutuskan pasien harus menggunakannya.

1. Imobilisasi Area Fraktur

Tujuan paling utama adalah menghentikan pergerakan atau imobilisasi pada tulang yang patah atau retak. Tulang yang patah membutuhkan waktu untuk memproduksi sel-sel tulang baru (kalus) yang akan menyambung kembali patahan tersebut. Jika kaki terus bergerak, patahan tulang akan bergeser, merusak jaringan baru yang sedang terbentuk, dan menyebabkan komplikasi medis yang lebih parah.

2. Mengurangi Rasa Nyeri dan Pembengkakan

Pergerakan sekecil apa pun pada tulang yang patah akan memicu rasa nyeri yang luar biasa akibat gesekan antar fragmen tulang atau iritasi pada saraf di sekitarnya. Dengan menahan kaki pada posisi statis, rasa sakit akan berkurang secara signifikan. Selain itu, tekanan konstan dan merata dari material penyangga juga membantu mengontrol pembengkakan jaringan lunak pasca trauma.

3. Mencegah Kontraktur Otot

Saat tubuh mengalami cedera parah, otot memiliki refleks alami untuk menegang atau mengalami spasme. Spasme otot yang kuat bahkan bisa menarik tulang yang patah keluar dari jajaran yang seharusnya (alignment). Fiksasi luar ini menjaga agar panjang otot tetap stabil, meminimalisasi ketegangan, dan mencegah otot memendek secara abnormal (kontraktur).

4. Pemulihan Pasca Operasi Bedah Tulang

Bagi pasien yang mengalami patah tulang kompleks atau patah tulang terbuka, dokter mungkin perlu melakukan operasi terlebih dahulu untuk memasang pen, plat, atau sekrup di dalam (Fiksasi Internal). Setelah luka bedah ditutup, bagian luar kaki sering kali tetap harus dibalut gips untuk memberikan perlindungan ekstra terhadap benturan mekanis dari luar selama masa awal penyembuhan.

Faktor Pemicu Kebutuhan Gips Kaki
  1. Trauma Akut: Kecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian, atau benturan keras saat berolahraga (seperti sepak bola atau basket).
  2. Osteoporosis: Pengeroposan tulang pada lansia yang menyebabkan tulang kaki retak hanya karena tersandung atau salah tumpuan.
  3. Stress Fracture: Retak halus pada tulang akibat aktivitas fisik repetitif yang berlebihan, sering dialami oleh pelari maraton atau penari balet.
  4. Cedera Ligamen Parah: Robekan total pada ligamen pergelangan kaki yang membuat sendi sangat tidak stabil.

Proses dan Prosedur Pemasangan

Prosedur ini harus dilakukan oleh tenaga medis profesional seperti dokter bedah ortopedi, perawat bedah, atau teknisi gips yang bersertifikat. Proses ini umumnya memakan waktu sekitar 15 hingga 30 menit, bergantung pada panjang dan kompleksitas area yang dibalut.

1. Persiapan dan Evaluasi Awal

Sebelum pemasangan, dokter akan mengevaluasi hasil rontgen terbaru untuk memastikan tulang sudah berada pada posisi yang lurus (alignment). Jika tulang masih bergeser, dokter mungkin perlu melakukan proses “reduksi tertutup”, yaitu menarik dan meluruskan tulang secara manual sebelum dibalut. Prosedur ini biasanya membutuhkan anestesi lokal atau sedasi ringan untuk mengurangi rasa sakit pasien.

2. Pemasangan Lapisan Pelindung

Langkah pertama dalam membungkus kaki adalah melindungi kulit. Tenaga medis akan memasangkan kaus kaki pelindung (stockinette) berbahan katun tipis yang membentang dari ujung jari kaki hingga mendekati lutut atau paha (tergantung letak cedera). Setelah itu, kaki akan dibalut dengan gulungan kapas tebal (cotton padding). Padding ini sangat penting untuk melindungi tulang yang menonjol, saraf, dan kulit dari gesekan material keras nantinya.

3. Aplikasi Material Keras

Saat ini terdapat dua jenis material utama yang digunakan:

  • Plaster of Paris (Gips Putih Tradisional): Terbuat dari bubuk kalsium sulfat. Material ini dicelupkan ke dalam air sebelum dililitkan ke kaki. Keunggulannya adalah lebih mudah dibentuk mengikuti kontur anatomi kaki yang kompleks. Namun, material ini lebih berat dan mudah hancur jika terkena air.
  • Fiberglass (Sintetis): Material modern yang terbuat dari serat kaca yang ditenun dan dilapisi resin poliuretan. Fiberglass jauh lebih ringan, memiliki pori-pori (sehingga kulit lebih bisa bernapas), lebih kuat, dan tersedia dalam berbagai warna. Material ini mengeras jauh lebih cepat dibandingkan plaster konvensional.

4. Pembentukan dan Pengeringan

Saat material dililitkan, dokter akan membentuknya secara perlahan (molding) dengan telapak tangan agar sesuai dengan lekuk kaki dan memberikan sokongan maksimal pada area fraktur. Reaksi kimia dari material yang basah akan menghasilkan sensasi hangat di kulit pasien selama 10-15 menit pertama. Material fiberglass biasanya akan mengeras dalam waktu 20-30 menit, sedangkan plaster of paris membutuhkan waktu hingga 48 jam untuk benar-benar kering dan kuat menopang beban.

Cara Merawat Gips Kaki di Rumah

Fase pemulihan di rumah adalah masa yang kritis. Durasi pemakaian rata-rata berkisar antara 4 hingga 8 minggu. Agar proses penyembuhan lancar dan terhindar dari komplikasi, kamu wajib mematuhi aturan perawatan berikut ini:

1. Menjaga Gips Tetap Kering Secara Ketat

Ini adalah aturan emas yang tidak boleh dilanggar. Air adalah musuh utama masa pemulihan ini. Jika material plaster terkena air, ia akan melunak dan hancur, sehingga gagal menyangga tulang. Meskipun fiberglass lebih tahan air, lapisan kapas di dalamnya (padding) sama sekali tidak tahan air. Jika kapas di dalam basah, ia tidak akan bisa kering dengan sendirinya. Akibatnya, area yang lembap tersebut akan memicu pertumbuhan jamur, bakteri, ruam kulit parah, bahkan maserasi kulit (kulit menjadi hancur dan melepuh).

Saat mandi, bungkus kaki menggunakan dua lapis kantong plastik tebal dan rekatkan dengan selotip kedap air (waterproof tape) di bagian atas. Alternatif yang lebih aman adalah menggunakan pelindung khusus (cast protector) yang dijual di apotek. Mandilah dengan posisi duduk menggunakan gayung atau pancuran yang bisa dilepas, dan usahakan agar kaki tidak tercelup ke dalam bak air.

2. Elevasi untuk Mengurangi Bengkak

Pembengkakan sangat wajar terjadi pada 48-72 jam pertama pasca pemasangan. Untuk mencegah bengkak bertambah parah (yang bisa membuat kaki terasa sesak dan nyeri di dalam balutan), selalu posisikan kaki lebih tinggi dari letak jantung saat sedang berbaring atau duduk santai. Gunakan 2-3 bantal tumpuk untuk menyangga tumit dan betis. Elevasi ini membantu gaya gravitasi mengalirkan cairan dan darah kotor kembali ke jantung.

3. Mengatasi Rasa Gatal Tanpa Merusak Kulit

Keluhan paling umum adalah rasa gatal yang hebat di area kulit yang tertutup. Ingat, sangat dilarang untuk memasukkan benda apa pun (seperti penggaris, lidi, gantungan baju, atau sumpit) ke dalam celah untuk menggaruk. Kulit di dalam sangat tipis dan rapuh; goresan kecil dapat langsung berubah menjadi infeksi serius karena tertutup rapat.

Jika terasa sangat gatal, gunakan pengering rambut (hair dryer) dengan pengaturan angin DINGIN (cool setting) dan hembuskan udara dari celah atas atau bawah. Jangan pernah menggunakan udara panas karena dapat membakar kulit yang tidak sensitif. Alternatif lain adalah menepuk-nepuk bagian luar pelan-pelan atau meminum obat antihistamin jika gatal sangat mengganggu, tentunya setelah berkonsultasi dengan dokter.

4. Latihan Pergerakan Sendi yang Bebas

Meskipun kaki diamobilisasi, penting untuk tetap menggerakkan sendi yang tidak terbungkus. Gerakkan jari-jari kaki secara rutin setiap jam, serta tekuk dan luruskan lutut (jika tidak dibalut hingga paha). Ini bertujuan untuk melancarkan sirkulasi darah dan mencegah kekakuan sendi serta penyusutan otot (atrofi) di area sekitarnya.

Larangan Keras Saat Masa Pemulihan
  1. Jangan Memodifikasi: Dilarang keras memotong, memangkas, atau mengikir bagian ujung gips jika terasa mengganjal. Segera hubungi dokter jika ada yang tajam.
  2. Jangan Menarik Padding: Jangan menarik lapisan kapas (stockinette) keluar dari tepi atas atau bawah, karena ini adalah bantalan pelindung yang vital.
  3. Hindari Beban Berlebih: Jangan menginjakkan kaki atau berjalan menahan beban tubuh tanpa instruksi eksplisit dari dokter. Gunakan kruk (tongkat penyangga) atau kursi roda saat bermobilisasi.
  4. Hindari Produk Kimia: Dilarang menuangkan lotion, bedak tabur, minyak esensial, atau semprotan deodoran ke dalam rongga. Bubuk dapat menggumpal dan menyebabkan iritasi parah.

Tanda Bahaya dan Kapan Harus ke Dokter

Pada kondisi tertentu, fiksasi ini bisa menimbulkan komplikasi medis darurat, seperti Sindrom Kompartemen. Ini adalah kondisi di mana pembengkakan jaringan di dalam balutan yang sempit menyebabkan tekanan tinggi, yang akhirnya menyumbat aliran darah ke otot dan saraf kaki. Jika tidak segera ditangani, jaringan otot bisa mati (nekrosis) dan berujung pada amputasi.

Segera buat jadwal konsultasi ke dokter Halodoc atau segera kunjungi instalasi gawat darurat (IGD) jika kamu mengalami satu atau lebih dari gejala peringatan berikut:

  • Rasa nyeri yang tiba-tiba bertambah parah dan tidak mereda meski sudah meminum obat pereda nyeri resep dokter dan melakukan elevasi.
  • Jari-jari kaki terasa sangat kebas, mati rasa (kesemutan ekstrem), atau kehilangan sensasi sentuhan.
  • Perubahan warna yang mencolok pada jari kaki (menjadi pucat pasi, kebiruan, atau keunguan) serta jari kaki terasa sangat dingin saat disentuh.
  • Munculnya bau busuk, tengik, atau aroma tidak sedap dari dalam balutan. Ini indikasi kuat adanya infeksi jamur atau jaringan yang mati.
  • Terlihat cairan (nanah, darah, atau cairan kuning) merembes keluar menembus material keras.
  • Area fiksasi terasa sangat longgar (biasanya terjadi setelah minggu ke-2 karena otot mengecil) sehingga kaki bisa bergeser di dalamnya.
  • Material retak, pecah, penyok, atau menjadi lembek di berbagai sisi.

Pemulihan dan Fisioterapi Pasca Pelepasan

Proses penyembuhan tidak berhenti saat dokter memotong pelindung keras tersebut dengan gergaji khusus berosilasi (cast saw). Sering kali, pasien terkejut saat melihat kondisi kakinya untuk pertama kali. Kaki akan terlihat jauh lebih kurus (atrofi otot), kulitnya kering, bersisik tebal, pucat, dan mungkin lebih banyak ditumbuhi rambut. Ini adalah reaksi fisiologis normal.

1. Perawatan Kulit Pasca Pelepasan

Kulit akan sangat sensitif. Jangan menggosok kulit bersisik dengan kasar menggunakan batu apung atau sikat mandi keras. Cukup basuh dengan sabun mandi yang lembut dan air hangat. Oleskan losion pelembap (body lotion) tanpa pewangi secara rutin setiap hari. Kulit mati tersebut akan mengelupas dan membaik dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu.

2. Fisioterapi (Rehabilitasi Medik)

Sendi pergelangan kaki (ankle) dan lutut (jika terbalut) akan terasa sangat kaku. Berjalan pertama kali tanpa penyangga akan terasa aneh, tidak stabil, dan sedikit menyakitkan. Di sinilah peran dokter spesialis rehabilitasi medik dan fisioterapis sangat dibutuhkan. Terapi fisik bertujuan untuk mengembalikan rentang gerak sendi (Range of Motion/ROM), membangun kembali kekuatan otot betis dan paha, serta memulihkan keseimbangan tubuh (propriosepsi).

Kamu mungkin diminta untuk tetap menggunakan alat bantu jalan seperti tongkat selama beberapa waktu hingga kaki cukup kuat untuk menopang berat badan sepenuhnya tanpa bantuan.

Studi Terkait

Journal of Orthopaedic Trauma menerbitkan studi komprehensif pada tahun 2026 yang meneliti efektivitas jangka panjang material fiberglass dibandingkan dengan plaster of paris pada fraktur ekstremitas bawah. Studi tersebut menjelaskan bahwa penggunaan gips fiberglass menurunkan angka komplikasi terkait kerusakan kulit dan gangguan integritas balutan hingga 40% pada pasien rawat jalan.

Penelitian ini juga menyoroti bahwa kepatuhan pasien dalam menjaga kebersihan dan kekeringan area immobilisasi sangat berkorelasi langsung dengan kecepatan penyembuhan kalus tulang. Pasien yang mampu menjaga elevasinya dengan baik terbukti sembuh lebih cepat tanpa intervensi bedah tambahan.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Jika proses penyembuhan tidak berjalan sesuai rencana atau keluhan bertambah parah, sangat penting untuk tidak mengambil kesimpulan sendiri. Selalu pantau kondisi kesehatanmu secara berkala.

Kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan tulang, otot, maupun sendi yang sedang dialami melalui aplikasi tepercaya, Halodoc.

Referensi:
American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS). Diakses pada 2026. Casts and Splints: Bone and Joint Injuries.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Cast care: Do’s and don’ts.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Broken Bones and Cast Care: What You Need to Know.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Penanganan Pertama pada Cedera Patah Tulang dan Peran Fiksasi Ortopedi.

FAQ

1. Berapa lama pemakaian gips kaki untuk menyembuhkan patah tulang?

Durasi pemakaian sangat bervariasi bergantung pada jenis tulang yang patah, tingkat keparahan, usia pasien, dan laju penyembuhan individu. Secara umum, untuk patah tulang ringan hingga sedang pada area ekstremitas bawah, waktu pemakaian berkisar antara 4 hingga 8 minggu. Tulang lansia atau penderita osteoporosis mungkin butuh waktu lebih lama.

2. Bagaimana cara aman mandi saat menggunakan fiksasi tersebut?

Pastikan area yang dibalut dilindungi secara menyeluruh. Gunakan kantong plastik tebal setidaknya dua lapis, atau beli pelindung khusus anti-air. Tutup celah atas dengan selotip kedap air yang kuat menempel di kulit paha/betis. Usahakan mandi dengan gayung sambil duduk, dan posisikan kaki yang sakit agar menjauhi cipratan air.

3. Apakah saya boleh mencoba berjalan dengan gips kaki?

Tergantung pada instruksi dari dokter spesialis ortopedimu. Ada beberapa jenis balutan yang dirancang khusus dengan tambahan “walking boot” atau bantalan tumit karet agar pasien bisa memberi beban ringan (weight-bearing). Namun, sebagian besar melarang pasien menapakkan kaki ke lantai. Jangan menahan beban sebelum mendapat izin resmi, atau patahan tulang bisa bergeser kembali.

4. Apa yang harus saya lakukan jika alat pelindung tersebut terasa terlalu longgar?

Longgarnya ruang di dalam balutan wajar terjadi pada minggu kedua atau ketiga akibat berkurangnya pembengkakan awal dan mulai menyusutnya massa otot (atrofi) karena tidak digunakan. Namun, jika terasa sangat longgar hingga bisa bergeser dan berputar, segera kunjungi dokter karena hal ini membuat fungsi imobilisasi menjadi tidak efektif lagi, sehingga mungkin perlu diganti dengan yang baru.