• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Radang Tenggorokan pada Anak Sebabkan Demam, Ini Alasannya

Radang Tenggorokan pada Anak Sebabkan Demam, Ini Alasannya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Radang tenggorokan terjadi karena infeksi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pyogenes. Gangguan tenggorokan ini sering terjadi pada anak-anak berusia 5 hingga 15 tahun, biasanya terjadi selama musim hujan dan awal musim panas.

Hanya sekitar 20-30 persen infeksi tenggorokan pada anak usia sekolah disebabkan oleh radang tenggorokan. Gejala termasuk sakit tenggorokan, demam, nanah pada amandel, kesulitan menelan, demam, dan kelenjar bengkak. Anak-anak mungkin juga mengeluh sakit kepala, sakit perut, dan muncul ruam merah di tubuh mereka. 

Baca juga: Tanpa Obat, Ini Cara Mengatasi Radang Tenggorokan

Bagaimana Gejala Terjadi?

Perlu orangtua ketahui bahwa batuk dan pilek bukan gejala khas radang tenggorokan pada anak. Sedangkan demam merupakan salah satu gejala yang terjadi. Meski begitu, gejala dapat berbeda pada setiap anak. Agar lebih yakin, tanyakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc, ya! 

Gejala-gejala yang biasanya menunjukkan terjadinya radang tenggorokan meliputi:

  • Sakit tenggorokan.
  • Demam.
  • Amandel merah dan bengkak.
  • Kelenjar leher yang sakit atau bengkak.

Perlu diketahui juga bahwa tidak semua sakit tenggorokan adalah radang tenggorokan. Sering kali, anak-anak mengalami sakit tenggorokan karena virus, biasanya akan hilang tanpa perawatan medis. Namun, anak-anak yang mengalami radang tenggorokan mungkin mendapatkan gejala lain dalam waktu sekitar 3 hari, seperti:

  • Bercak merah dan putih di tenggorokan.
  • Kesulitan menelan.
  • Sakit kepala.
  • Sakit perut bagian bawah.
  • ketidaknyamanan umum.
  • Kehilangan selera makan.
  • Mual.
  • Muncul Ruam.

Baca juga: Cara Membedakan Amandel dan Radang Tenggorokan

Penyebab Radang Tenggorokan Terjadi pada Anak

Radang tenggorokan sangat menular. Siapa saja bisa mendapatkannya, tapi kebanyakan kasus terjadi pada anak-anak dan remaja usia sekolah. Infeksi biasa terjadi pada masa-masa sekolah ketika sebagian besar anak dan remaja berada di lingkungan yang dekat. 

Bakteri yang menyebabkan radang tenggorokan cenderung bersarang di hidung dan tenggorokan. Kegiatan normal seperti bersin, batuk, atau berjabat tangan dapat dengan mudah menyebarkan infeksi dari satu orang ke orang lain. 

Anak-anak dengan radang tenggorokan yang tidak diobati lebih mungkin untuk menyebarkan infeksi ketika gejalanya paling parah, tetapi masih dapat menginfeksi orang lain hingga 3 minggu. Itulah mengapa sangat penting untuk mengajarkan anak-anak mengenai pentingnya mencuci tangan. Kebersihan yang baik dapat mengurangi kemungkinan terkena penyakit menular seperti radang tenggorokan.

Merawat Anak yang Sedang Radang Tenggorokan

Jika orangtua bertanya pada dokter, biasanya ia akan meresepkan obat antibiotik yang dikonsumsi selama 10 hari untuk mengobati radang tenggorokan. Dalam waktu sekitar 24 jam setelah mulai menggunakan antibiotik, anak mungkin tidak akan demam dan penyakitnya tidak akan menular. Pada hari kedua atau ketiga, gejala lain harus mulai hilang. 

Saat anak merasa lebih baik, mereka tetap harus mengonsumsi antibiotik sesuai resep. Ini merupakan cara terbaik untuk membunuh bakteri berbahaya. Jika tidak, bakteri dapat tetap berada di tenggorokan dan gejalanya dapat kembali. Melengkapi semua antibiotik dapat mencegah masalah kesehatan lain yang dapat disebabkan oleh infeksi radang, seperti demam rematik (yang dapat menyebabkan kerusakan jantung), demam berdarah, infeksi darah, atau penyakit ginjal. 

Baca juga: Mudah Menular, Ini 5 Penyebab Radang Tenggorokan

Untuk mencegah penyebaran radang tenggorongan di lingkungan rumah:

  • Pisahkan peralatan makan, piring, dan gelas minum anak dan cucilah dalam air sabun yang panas setelah digunakan. 
  • Pastikan anak tidak berbagi makanan, minuman, serbet, sapu tangan, atau handuk dengan anggota keluarga lainnya. 
  • Ajari anak untuk menutupi mulut saat bersin atau batuk. Jika tidak ada tidus, anak harus bersin atau batuk ke lengan baju, bukan tangan.
  • Ingatkan semua anggota keluarga untuk mencuci tangan dengan baik dan sering. 
  • Berikan anak sikat gigi baru setelah perawatan antibiotik dimulai agar ia tidak tertular lagi. 

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2020. Strep Throat
Healthy Children. Diakses pada 2020. When is a Sore Throat a More Serious Infection?