Ragu Memakai KB Implan? Perhatikan 4 Hal Ini

Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   02 Juni 2021
Ragu Memakai KB Implan? Perhatikan 4 Hal IniRagu Memakai KB Implan? Perhatikan 4 Hal Ini

Halodoc, Jakarta – Dari berbagai jenis KB, KB implan adalah salah satu pilihan yang praktis untuk wanita. KB implan berbentuk batang plastik seukuran korek api yang fleksibel. Cara menggunakan KB ini adalah dengan memasukannya di bawah kulit lengan wanita. Jika dibandingkan dengan pil KB, KB implan tentunya lebih praktis karena kamu tidak perlu mengingat atau lupa dengan jadwal minum pil.

KB implan bekerja dengan cara melepaskan hormon progestasional dalam dosis rendah dan stabil untuk mengentalkan lendir serviks. Proses ini juga mampu menekan ovulasi. Dengan demikian, potensi untuk hamil pun semakin kecil. Selain itu, KB implan dapat dikeluarkan kapan saja dan mampu mengembalikan kesuburan dengan cepat. Kelebihan lainnya, KB implan tidak mengandung hormon estrogen yang mampu menimbulkan efek tertentu pada pemakaiannya. 

Baca juga: Ini 6 Pilihan Kontrasepsi selama Pandemi


Perhatikan Hal Ini sebelum Memutuskan KB Implan

Apabila kamu masih ragu-ragu dengan KB implan, berikut beberapa hal yang mungkin dapat diskusikan dengan dokter: 

1. Seberapa Efektif KB Implan Bekerja?

Jika dipasang dengan benar, keefektifan KB implan bisa hampir 99 persen untuk mencegah kehamilan. Efek KB ini pun bisa bertahan lama hingga 3-5 tahun. Selain efektif, KB ini juga lebih nyaman untuk kamu yang takut dengan jarum suntik. Kalau dibandingkan dengan pil KB, KB suntik, atau kondom, tentu KB implan jauh lebih praktis dan efektif. 

2. Berapa Biayanya?

Biaya KB implan dapat bervariasi di setiap rumah sakit atau klinik. Namun, rata-rata harganya masih tergolong murah untuk bisa digunakan sampai 3-5 tahun. Kamu juga hanya perlu membayar biaya pemasangan dan pelepasan saja. Bagi peserta BPJS Kesehatan, KB implan juga bisa didapatkan secara gratis.

Baca juga: 4 Macam Alat Kontrasepsi Pria

3. Apakah Aman untuk Ibu Menyusui?

Tidak seperti pil KB atau KB suntik, KB implan aman digunakan oleh ibu menyusui karena tidak akan memengaruhi produksi ASI. Jadi, KB implan mungkin bisa jadi pilihan yang tepat bila kamu sedang dalam masa menyusui Si Kecil. Namun, untuk mencegah kehamilan pada ibu menyusui atau yang baru melahirkan, sebaiknya KB implan dipasang sebelum hari ke-21 setelah melahirkan. Jika dipasang lewat dari hari ke-21, dokter biasanya akan menyarankan kamu untuk menggunakan alat kontrasepsi tambahan dalam beberapa minggu awal, seperti kondom untuk menghindari kehamilan. 

4. Apakah Aman Digunakan untuk Pengidap Kondisi Tertentu?

Tidak semua wanita cocok menggunakan KB jenis ini. Pasalnya, KB implan sebaiknya dihindari oleh wanita yang mengidap diabetes, penyakit jantung, gangguan fungsi hati, migrain, dan kolesterol tinggi. Wanita yang pernah mengalami penggumpalan darah, emboli paru, atau riwayat kanker payudara juga tidak disarankan untuk menggunakan KB implan, karena KB ini mampu memengaruhi hormon di dalam tubuh.

Jadi, apabila kamu mengalami kondisi tertentu dan berencana menggunakan KB implan, sebaiknya pertimbangkan kembali atau memilih alternatif KB lainnya untuk menghindari efek tertentu dari penggunaan KB implan. 

Baca juga: Ketahui 5 Manfaat dari Program Keluarga Berencana

Itulah beberapa hal yang bisa kamu diskusikan bersama dokter sebelum memutuskan untuk menggunakan KB implan. Sebelum memasang KB, kamu juga harus memberi tahu dokter terlebih dahulu apabila kamu mengidap kondisi-kondisi tertentu. Kalau kamu masih punya pertanyaan lain seputar KB implan, hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu repot keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter kapan dan di mana saja kamu membutuhkannya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Contraceptive implant.
NHS. Diakses pada 2021. Contraceptive implant. 

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan