Ad Placeholder Image

Rekomendasi Skincare untuk Bruntusan di Hidung Haloskin

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Mei 2026

Rekomendasi Skincare untuk Bruntusan di Hidung Haloskin

Rekomendasi Skincare untuk Bruntusan di Hidung HaloskinRekomendasi Skincare untuk Bruntusan di Hidung Haloskin

Apa Itu Bruntusan di Hidung?

Bruntusan di hidung adalah kondisi tekstur kulit yang tidak rata akibat adanya bintil-bintil kecil yang tumbuh secara berkelompok di permukaan kulit. Masalah kulit ini umumnya merujuk pada komedo tertutup atau whiteheads yang terbentuk karena sumbatan pada pori-pori. Area hidung sangat rentan mengalami kondisi ini karena memiliki kelenjar minyak yang lebih aktif dibandingkan area wajah lainnya.

Sumbatan tersebut biasanya terdiri dari campuran minyak alami atau sebum, sel kulit mati, dan sisa kotoran yang terperangkap di dalam folikel rambut. Bruntusan bukan merupakan masalah medis yang berbahaya, namun dapat mengganggu estetika dan membuat permukaan kulit terasa kasar saat diraba. Penanganan yang tidak tepat, seperti memencet bintil secara paksa, justru berisiko menimbulkan peradangan atau infeksi bakteri lebih lanjut.

Gejala Bruntusan di Area Hidung

Gejala utama dari kondisi ini adalah munculnya bintik-bintik kecil berwarna putih atau serupa dengan warna kulit di sekitar cuping dan punggung hidung. Bintil tersebut biasanya memiliki ukuran yang seragam dan terasa menonjol saat disentuh dengan ujung jari. Berbeda dengan jerawat papula atau pustula, bruntusan jenis komedo ini tidak disertai dengan rasa nyeri yang hebat atau denyutan.

Pada beberapa kondisi, area di sekitar bintil mungkin akan tampak sedikit kemerahan jika kulit mengalami iritasi akibat penggunaan produk yang terlalu keras. Kulit di area hidung juga sering kali terlihat lebih mengkilap karena produksi minyak yang berlebih menyertai kemunculan bruntusan tersebut. Tekstur yang tidak rata ini sering kali menjadi lebih terlihat jelas saat seseorang menggunakan produk kosmetik berbahan dasar bedak atau foundation yang tidak menempel sempurna.

Penyebab Munculnya Bruntusan di Hidung

Penyebab utama bruntusan di hidung adalah produksi sebum berlebih yang menyumbat pori-pori dan berinteraksi dengan tumpukan sel kulit mati. Kondisi ini diperparah oleh proses deskuamasi atau pengelupasan kulit alami yang tidak berjalan dengan lancar, sehingga material organik menyumbat saluran folikel. Selain faktor internal tersebut, paparan polusi dan debu harian yang tidak dibersihkan secara maksimal juga berkontribusi besar pada terbentuknya sumbatan.

Penggunaan produk perawatan kulit atau kosmetik yang bersifat komedogenik atau mengandung minyak berat juga menjadi pemicu eksternal yang signifikan. Perubahan hormon, terutama pada masa pubertas atau siklus menstruasi, dapat memicu kelenjar sebasea untuk memproduksi lebih banyak minyak. Selain itu, kebiasaan menyentuh area hidung dengan tangan yang kotor dapat memindahkan kotoran dan bakteri yang memperburuk penyumbatan pada pori-pori wajah.

Pilihan Skincare untuk Bruntusan di Hidung

Memilih skincare untuk bruntusan di hidung memerlukan fokus pada kandungan yang mampu membersihkan pori secara mendalam tanpa merusak lapisan pelindung kulit. Bahan aktif yang bersifat keratolitik atau mampu melunakkan sel kulit mati sangat direkomendasikan untuk menghaluskan tekstur kulit. Untuk mendapatkan penanganan yang lebih spesifik dan terarah sesuai kondisi kulit, layanan Haloskin dapat membantu proses perawatan melalui panduan medis yang tepat.

Langkah awal yang krusial adalah menerapkan metode double cleansing menggunakan pembersih berbahan dasar minyak diikuti dengan pembersih berbahan dasar air. Hal ini memastikan sisa kotoran dan sebum yang terjebak di area lipatan hidung dapat terangkat secara sempurna. Penggunaan toner atau serum yang mengandung bahan aktif berikut juga sangat membantu proses pemulihan tekstur kulit:

  • Asam Salisilat atau BHA untuk menembus minyak dan membersihkan bagian dalam pori-pori.
  • Asam Glikolat atau AHA untuk mengangkat sel kulit mati di permukaan kulit secara lembut.
  • Niacinamide untuk mengontrol produksi sebum dan memperbaiki tampilan pori-pori yang membesar.
  • Pelembap berbahan dasar air atau gel yang berlabel non-comedogenic untuk menjaga hidrasi tanpa menyumbat pori.

Pencegahan Bruntusan di Hidung Kembali Muncul

Pencegahan bruntusan di area hidung dilakukan dengan menjaga keseimbangan antara kebersihan kulit dan hidrasi harian. Rutinitas mencuci muka sebanyak dua kali sehari menggunakan pembersih berformula ringan merupakan langkah dasar yang tidak boleh terlewatkan. Menghindari kebiasaan memencet bintil kecil di hidung sangat penting untuk mencegah terjadinya luka permanen atau pori-pori yang semakin membesar.

Melakukan eksfoliasi secara rutin sebanyak 2 sampai 3 kali seminggu membantu memastikan tidak ada tumpukan sel kulit mati yang berpotensi menjadi sumbatan baru. Selain itu, penggunaan tabir surya tetap diperlukan untuk melindungi kulit, namun pastikan memilih produk yang memiliki tekstur ringan dan tidak memicu komedo. Konsumsi air putih yang cukup dan pola makan seimbang juga mendukung kesehatan kulit dari dalam secara keseluruhan.

Kesimpulan

Bruntusan di hidung merupakan masalah tekstur kulit yang umumnya disebabkan oleh penyumbatan pori akibat minyak dan sel kulit mati. Penanganan yang efektif melibatkan penggunaan bahan aktif seperti BHA serta konsistensi dalam menjaga kebersihan wajah melalui teknik double cleansing. Untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang lebih akurat, konsultasi dengan dokter di Halodoc sangat disarankan guna menjaga kesehatan kulit secara optimal.