• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Rencanakan Kehamilan, Perlukah Suami Lakukan Cek Sperma?

Rencanakan Kehamilan, Perlukah Suami Lakukan Cek Sperma?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Keberhasilan program kehamilan merupakan tanggung jawab suami dan istri. Untuk menunjang keberhasilan, disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum merencanakan kehamilan. Salah satu pemeriksaan yang bisa dilakukan adalah pemeriksaan sperma. Selain menunjang keberhasilan program kehamilan, ada begitu banyak manfaat yang bisa didapatkan melakukan pemeriksaan tersebut.

Cek sperma umumnya dilakukan pasangan suami istri yang memiliki gangguan kesuburan. Jika pihak wanita disarankan untuk melakukan pemeriksaan sel telur, pihak pria juga dianjurkan untuk mengetahui bagaimana kualitas sperma mereka. Caranya dengan melalui analisis laboratorium terhadap sampel semen yang telah diambil. Faktor kesehatan sperma sendiri akan tergantung dari beberapa hal berikut ini:

  1. Kuantitas. Sperma dilakukan subur jika dalam ejakulasi tunggal mengandung setidaknya 15 juta sperma per milimeter. Sperma yang terlalu sedikit akan mengurangi peluang kehamilan.

  2. Pergerakan. Sperma perlu bergerak melalui serviks, rahim, serta saluran tuba falopi wanita. Pria dikatakan subur ketika setidaknya ada 40 persen sperma yang bergerak.

  3. Struktur atau morfologi. Sperma normal memiliki kepala berbentuk oval dan ekor yang panjang untuk membantu mendorong mereka dalam mencapai sel telur. Semakin banyak sperma yang memiliki bentuk ideal, maka kemungkinan tingkat kesuburan juga meningkat.

Baca juga: Ketahui Tingkat Kesuburan Pria dengan Cek Sperma

Manfaat Cek Sperma Sebelum Merencanakan Kehamilan

Setelah mengetahui faktor-faktor apa saja menentukan kriteria kesehatan sperma, berikut manfaat yang diperoleh saat melakukan pemeriksaan sperma sebelum merencanakan kehamilan:

  • Mengetahui Kondisi Sperma

Cek sperma merupakan pemeriksaan yang dilakukan guna mengetahui kondisi kesehatan sperma sesuai dengan faktor-faktor yang telah disebutkan. Dengan melakukan pemeriksaan ini, maka kesehatan sperma bisa dipastikan.

  • Mengetahui Penyakit Tertentu

Bukan hanya mengetahui kualitas sperma saja, pemeriksaan ini juga dapat membantu apakah ada indikasi penyakit tertentu secara keseluruhan. Pemeriksaan ini juga dapat dilakukan guna memeriksa apakah ada penyakit tertentu yang berkaitan dengan kesehatan organ reproduksi.

  • Mengetahui Tingkat Kesuburan

Dengan mengetahui tingkat kesuburan pada pria, akan mengetahui seberapa besar peluang kehamilan pada pasangan.

Meskipun pemeriksaan sperma biasanya dilakukan pada pasangan yang memiliki masalah kesuburan, tidak ada salahnya jika tes ini dilakukan lebih awal, ketika pasangan berencana memiliki momongan. Untuk lebih jelasnya mengenai prosedur ini, kamu bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya!

Baca juga: Manfaat Cek Sperma Sebelum Program Kehamilan

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Melakukan Cek Sperma

Agar membuahkan hasil yang maksimal, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Hindari ejakulasi selama 1–3 hari sebelum pemeriksaan dilakukan.

  • Hindari merokok, mengonsumsi kafein dan alkohol, karena dapat menurunkan jumlah sperma.

  • Hindari menggunakan pelumas yang mengandung spermisida.

  • Sampel sperma didapatkan dengan cara masturbasi. Perhatikan kebersihan tangan saat melakukannya.

  • Pastikan wadah sampel sperma bersih dan steril. Jangan lupa menutup wadah saat sampel dikumpulkan.

  • Pastikan tubuh dalam keadaan sehat dan tidak sedang stress.

Baca juga: Benarkah Tomat Bisa Meningkatkan Kualitas Sperma?

Untuk menjaga kualitas sperma tetap baik, beberapa hal yang dapat dilakukan, yaitu menjaga berat badan, mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang dengan kaya antioksidan, mengelola stres dengan baik, serta berolahraga secara rutin guna meningkatkan kadar enzim antioksidan guna menjaga kesehatan dan kualitas sperma.

Pemeriksaan sperma merupakan prosedur pemeriksaan yang aman dilakukan, karena tidak menyebabkan efek samping atau komplikasi kesehatan lain. Jadi, jangan ragu untuk melakukannya, terlebih jika kamu tengah merencanakan program kehamilan.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. 7 Tips for Healthy Sperm.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Healthy Sperm: Improving Your Fertility.