Repatha: Manfaat, Dosis, dan Cara Menggunakannya
Repatha adalah obat yang dapat digunakan untuk menurunkan kolesterol jahat LDL dan trigliserida.

DAFTAR ISI
- Repatha Obat Apa?
- Manfaat Repatha
- Apa Kata Studi Terkait Repatha?
- Perhatian Penggunaan Repatha
- Dosis dan Aturan Pakai Repatha
- Cara Menggunakan Repatha dengan Benar
- Efek Samping Repatha
- Interaksi Repatha
- Kontraindikasi Repatha
Repatha Obat Apa?
Repatha merupakan merek dagang untuk obat evolocumab, yaitu obat antibodi monoklonal inhibitor PCSK9 yang digunakan untuk menurunkan kolesterol jahat LDL dan trigliserida. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengurangi risiko kejadian kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke.
- Kategori: Antibodi monoklonal inhibitor PCSK9
- Digunakan oleh: Dewasa dan anak-anak usia >12 tahun.
- Repatha untuk ibu hamil dan menyusui: Sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
- Bentuk obat: Injeksi
Manfaat Repatha
Berikut beberapa manfaat dari Repatha:
1. Menurunkan kadar kolesterol LDL secara signifikan
Evolocumab bekerja dengan menghambat protein PCSK9, yang biasanya menghancurkan reseptor LDL di hati. Dengan menghambat PCSK9, lebih banyak reseptor LDL tersedia untuk membersihkan kolesterol LDL dari darah.
2. Mengurangi risiko kejadian kardiovaskular
Dapat menurunkan risiko serangan jantung, stroke, angina tak stabil, dan kebutuhan tindakan revaskularisasi (seperti pemasangan ring jantung) pada pasien dengan penyakit jantung aterosklerotik.
Kamu perlu Mengenal Anatomi Jantung dan Fungsinya pada Tubuh.
3. Mengatasi hiperlipidemia familiar
Dapat digunakan pada pasien dengan hiperlipidemia primer maupun hiperlipidemia familial homozigot yang merupakan kelainan genetik berat dengan kadar kolesterol LDL sangat tinggi.
Apa Kata Studi terkait Repatha?
Mengacu pada studi yang diterbitkan oleh American Health & Drug Benefits, berikut beberapa temuan terkait repatha:
- Repatha telah disetujui FDA sebagai opsi terapi baru untuk menurunkan LDL-C.
- Penurunan LDL-C sebesar 54–71% pada pasien dengan penyakit jantung aterosklerotik klinis.
- Penurunan LDL-C sebesar 60–61% pada pasien dengan hiperkolesterolemia familial heterozigot.
- Penurunan LDL-C sebesar 31% pada pasien dengan hiperkolesterolemia familial homozigot.
- Selain menurunkan LDL-C, Repatha juga menunjukkan efek positif terhadap parameter lipid lainnya.
- Hasil tersebut menunjukkan bahwa Repatha efektif sebagai terapi tambahan bagi pasien yang belum mencapai target LDL-C dengan statin saja.
Simak informasi lengkap mengenai penyakit stroke di artikel berikut: Stroke – Gejala, Penyebab, Pengobatan & Pencegahan.
Perhatian Penggunaan Repatha
Sebelum menggunakan Repatha (evolocumab), ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan terkait keamanan dan efek sampingnya:
- Hanya digunakan atas indikasi medis yang jelas.
- Perhatikan efek samping yang mungkin terjadi.
- Tidak dianjurkan untuk digunakan anak di bawah usia 12 tahun.
- Ibu hamil dan menyusui perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
- Konsultasikan dengan dokter spesialis jantung atau penyakit dalam sebelum menggunakan obat.
Jika alami kolesterol, Ini 5 Makanan Penurun Kolesterol yang Perlu Dicoba.
Dosis dan Aturan Pakai Repatha
Repatha (evolocumab) diberikan melalui suntikan subkutan, dengan dosis yang disesuaikan berdasarkan indikasi dan kondisi klinis pasien. Berikut ketentuan dosis dan aturan pakainya:
- Obat ini harus disuntikkan oleh orang yang sudah terlatih cara menggunakan alat suntiknya.
- Dosisnya tergantung kondisi pasien, bisa diberikan satu kali sebulan atau dua minggu sekali.
Cara Menggunakan Repatha dengan Benar
Agar manfaat repatha (evolocumab) optimal dan risiko efek samping minimal, penting untuk mengikuti cara penggunaan yang tepat berikut ini:
- Pastikan penggunaan sesuai anjuran dokter, termasuk dosis, jadwal, dan area suntikan.
- Pilih area suntikan subkutan yang sesuai.
- Bersihkan area suntikan dengan alkohol swab sebelum penyuntikan.
- Buang alat suntik bekas ke wadah khusus limbah medis.
- Jangan gunakan kembali alat suntik yang telah dipakai.
- Jangan menyuntikkan pada area kulit yang memar, bengkak, iritasi, atau luka.
Efek Samping Repatha
Berikut efek samping yang umumnya terjadi ketika menggunakan obat repatha:
- Nyeri sendi atau otot.
- Sakit perut.
- Kemerahan, sakit, dan bengkak di area yang disuntik.
Interaksi Repatha
Interaksi repatha cenderung minimal. Meski begitu, selalu informasikan ke dokter tentang semua obat, suplemen, atau terapi herbal yang sedang digunakan sebelum menggunakan obat ini.
Kontraindikasi Repatha
Repatha tidak boleh digunakan pada orang dengan kondisi-kondisi tertentu, seperti:
- Hipersensitif terhadap kandungan evolocumab.
- Wanita hamil dan menyusui.
- Pasien anak di bawah 12 tahun.
- Pasien dengan gangguan sistem imun berat.
Itulah informasi mengenai repatha. Dengan mengetahui informasi yang tepat kamu bisa meminimalkan risiko efek samping pada tubuh.
Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait obat ini beserta informasi kesehatan lainnya, segera berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit jantung atau dokter spesialis penyakit dalam.
Dapatkan juga berbagai rekomendasi obat-obatan dan produk kesehatan lain di Toko Kesehatan Halodoc. Pesan tanpa ribet, produk sampai dalam 1 jam saja!


