
Resep Coto Makassar Kuah Kental, Gurih dan Nikmat
“Coto makassar adalah hidangan berkuah yang gurih dan nikmat. Daripada beli, kamu bisa buat sendiri di rumah, untuk menu makan keluarga.”

DAFTAR ISI
- Mengenal Kelezatan dan Nutrisi Coto Makassar
- Resep Coto Makassar Kuah Kental dan Gurih
- Tips Sehat Menikmati Hidangan Berlemak
- Studi Mengenai Konsumsi Daging Merah
- Tanya HILDA Tentang Keluhan Kesehatan
- FAQ
Coto Makassar adalah salah satu ikon kuliner Nusantara yang berasal dari Sulawesi Selatan. Hidangan ini dikenal dengan kuahnya yang kental, berwarna kecokelatan, dan memiliki aroma rempah yang sangat kuat. Berbeda dengan soto pada umumnya, Coto Makassar menggunakan bahan-bahan khas seperti kacang tanah sangrai dan air cucian beras untuk menciptakan tekstur kuah yang unik tanpa perlu menggunakan santan.
Bagi pencinta kuliner, menikmati semangkuk Coto Makassar panas dengan potongan ketupat atau buras adalah kenikmatan yang tiada tara. Namun, di balik kelezatannya, hidangan ini sering kali dianggap sebagai “musuh” bagi mereka yang menjaga kadar kolesterol karena penggunaan jeroan sapi seperti hati, babat, paru, dan jantung yang cukup dominan.
Penting bagi kamu untuk memahami cara mengolah dan mengonsumsi hidangan ini dengan bijak agar manfaat protein dan zat besi dari daging sapi tetap bisa didapatkan tanpa mengorbankan kesehatan jantung. Dengan modifikasi resep dan kontrol porsi yang tepat, kamu tetap bisa menikmati kelezatan tradisional ini di rumah.
Nah, mau tahu bagaimana cara membuat hidangan legendaris ini dengan rasa yang autentik namun tetap memperhatikan aspek kesehatan? Berikut ulasan lengkap mengenai resep Coto Makassar dan tips mengonsumsinya!
Mengenal Kelezatan dan Nutrisi Coto Makassar
Coto Makassar bukan sekadar sup daging biasa. Keunikan utamanya terletak pada bumbu “40 rempah” atau yang dikenal masyarakat lokal sebagai ampah patang pulo. Meskipun dalam praktiknya tidak selalu berjumlah tepat 40, kombinasi berbagai rempah seperti ketumbar, jintan, jahe, lengkuas, serai, hingga kayu manis memberikan profil rasa yang kompleks sekaligus berfungsi sebagai penawar alami untuk kandungan lemak dalam daging.
Secara nutrisi, daging sapi yang menjadi bahan utama merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang mengandung asam amino esensial. Selain itu, daging sapi kaya akan zat besi heme yang lebih mudah diserap tubuh dibandingkan zat besi dari sumber nabati, serta mengandung vitamin B12 yang krusial untuk kesehatan sistem saraf.
Namun, jika kamu menggunakan jeroan, kadar purin dan kolesterol akan meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, bagi kamu yang memiliki riwayat asam urat atau dislipidemia, sangat disarankan untuk lebih banyak menggunakan bagian daging merah (lean meat) ketimbang jeroan. Jika kamu merasakan gejala seperti pusing atau leher kaku setelah mengonsumsi makanan berlemak, segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna memantau kadar kesehatanmu.
Resep Coto Makassar Kuah Kental dan Gurih
Membuat Coto Makassar membutuhkan kesabaran, terutama dalam proses pengolahan daging dan jeroan agar empuk dan tidak berbau amis. Berikut adalah langkah-langkahnya:
Bahan Utama:
- 500 gram daging sapi bagian paha atau has dalam (potong kotak).
- 250 gram jeroan sapi (opsional, cuci bersih dan rebus terpisah).
- 2 liter air cucian beras (tajin) dari bilasan kedua atau ketiga.
- 200 gram kacang tanah, sangrai, kupas kulitnya, lalu haluskan hingga berminyak.
- 3 batang serai, memarkan.
- 5 cm lengkuas, memarkan.
- 3 lembar daun salam.
- Garam dan kaldu sapi secukupnya.
Bumbu Halus:
- 10 siung bawang putih.
- 8 butir bawang merah.
- 1 sendok makan ketumbar bubuk (sangrai dulu agar lebih harum).
- 1 sendok teh jintan bubuk (sangrai dulu).
- 1 sendok teh merica butiran.
- 4 cm jahe.
Cara Membuat:
- Rebus daging sapi dan jeroan dalam wadah terpisah menggunakan air biasa hingga empuk. Buang air rebusan pertama untuk mengurangi kadar lemak jenuh dan kotoran.
- Setelah empuk, potong-potong daging dan jeroan sesuai selera. Sisihkan.
- Didihkan air cucian beras dalam panci besar. Masukkan serai, lengkuas, dan daun salam.
- Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak zaitun atau minyak kanola hingga harum dan matang sempurna (berubah warna menjadi kecokelatan).
- Masukkan tumisan bumbu ke dalam panci berisi air cucian beras yang sudah mendidih.
- Tambahkan kacang tanah yang sudah dihaluskan. Aduk rata hingga kuah mengental dan warnanya menyatu.
- Masukkan potongan daging dan jeroan ke dalam kuah. Tambahkan garam dan kaldu. Masak dengan api kecil agar bumbu meresap ke dalam daging.
- Koreksi rasa. Matikan api jika kuah sudah terlihat berminyak secara alami dari kacang tanah.
- Sajikan dengan taburan bawang goreng, irisan seledri, daun bawang, perasan jeruk nipis, dan sambal tauco.
Tips Mengurangi Bau Amis pada Jeroan
- Rebus jeroan dengan jahe dan daun salam yang banyak pada air rebusan pertama.
- Pastikan membuang air rebusan pertama dan mencuci kembali jeroan sebelum dimasukkan ke kuah coto.
- Gunakan air jeruk nipis saat mencuci jeroan mentah.
Tips Sehat Menikmati Hidangan Berlemak
Menikmati makanan enak tidak harus merusak diet atau kesehatan. Ada beberapa strategi yang bisa kamu lakukan untuk menetralisir efek negatif dari hidangan seperti Coto Makassar:
1. Gunakan Jeruk Nipis yang Cukup
Jeruk nipis bukan hanya penambah rasa asam yang segar. Kandungan vitamin C dan asam sitrat di dalamnya membantu memberikan rasa “bersih” di lidah dan secara tradisional dipercaya membantu memecah rasa neg akibat lemak tinggi.
2. Perbanyak Sayuran Pendamping
Karena Coto Makassar minim sayuran, pastikan kamu mengonsumsi porsi sayuran hijau yang cukup pada waktu makan berikutnya. Serat dari sayuran berfungsi mengikat lemak di saluran pencernaan agar tidak semuanya diserap oleh tubuh.
3. Pilih Karbohidrat dengan Bijak
Coto Makassar biasanya dimakan dengan ketupat. Batasi konsumsi ketupat jika kamu ingin menjaga asupan kalori. Satu atau dua potong ketupat kecil sudah cukup untuk memberikan rasa kenyang tanpa lonjakan gula darah yang berlebihan.
Untuk menjaga daya tahan tubuh dan metabolisme lemak, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk mendapatkan suplemen vitamin atau herbal pendukung pencernaan yang kamu butuhkan.
Studi Mengenai Konsumsi Daging Merah
The American Journal of Clinical Nutrition menerbitkan studi di tahun 2021 yang menjelaskan bahwa konsumsi daging merah dalam porsi moderat sebagai bagian dari diet seimbang tidak secara signifikan meningkatkan risiko kardiovaskular jika diimbangi dengan asupan serat yang tinggi.
Studi ini menekankan bahwa cara pengolahan dan pemilihan bagian daging yang rendah lemak (lean cuts) sangat berperan dalam menentukan dampak kesehatan jangka panjang. Oleh karena itu, memodifikasi Coto Makassar dengan mengurangi porsi jeroan adalah langkah medis yang sangat tepat.
Jika setelah makan kamu merasa tidak nyaman di area perut atau mengalami gangguan pencernaan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis melalui Halodoc untuk mendapatkan saran penanganan yang cepat.
Ingin Menikmati Coto Makassar tapi Khawatir Kolesterol Naik? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan setelah makan enak, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Tabel Komposisi Pangan Indonesia: Daging Sapi.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Meat preparation: How to keep it healthy.
PubMed – The American Journal of Clinical Nutrition. Diakses pada 2026. Red Meat and Cardiovascular Risk.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Organ Meats: Is it Healthy to Eat Heart, Liver or Kidneys?
FAQ
1. Apakah Coto Makassar mengandung santan?
Secara tradisional, Coto Makassar tidak menggunakan santan. Kekentalan kuahnya didapat dari penggunaan air cucian beras dan kacang tanah yang dihaluskan.
2. Siapa yang harus membatasi makan Coto Makassar?
Orang dengan riwayat kolesterol tinggi, asam urat, dan hipertensi sebaiknya membatasi konsumsi, terutama bagian jeroan dan kuah yang pekat lemak.
3. Mengapa air cucian beras digunakan dalam resep ini?
Air cucian beras (tajin) memberikan tekstur kuah yang lebih kental, gurih secara alami, dan membantu bumbu rempah lebih menyatu dengan daging.
4. Bolehkah makan Coto Makassar setiap hari?
Tidak disarankan. Karena kandungan lemak jenuh dan kalori yang tinggi, sebaiknya hidangan ini dinikmati sesekali sebagai variasi menu dalam diet seimbang.


