Ad Placeholder Image

Roseola: Gejala, Penyebab dan Cara Penanganannya

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlin SpA   10 Oktober 2025

Roseola adalah penyakit virus pada anak dengan demam tinggi dan ruam khas.

Roseola: Gejala, Penyebab dan Cara PenanganannyaRoseola: Gejala, Penyebab dan Cara Penanganannya

DAFTAR ISI

  1. Apa Itu Roseola?
  2. Apa Penyebab Roseola?
  3. Gejala Roseola
  4. Bagaimana Roseola Didagnosis?
  5. Penanganan dan Perawatan Roseola
  6. Komplikasi yang Harus Diwaspadai
  7. Pencegahan Roseola
  8. Kesimpulan

Ibu pasti penasaran, “roseola adalah penyakit apa sih?” Roseola sering muncul pada bayi dan balita, dan walau biasanya ringan, demam tinggi mendadak dan ruam yang menyertai bisa membuat orang tua khawatir.

Dengan memahami secara rinci roseola adalah apa, penyebabnya, dan langkah perawatan yang tepat, ibu bisa lebih siap menangani kondisi ini kalau terjadi pada anak.

Apa Itu Roseola?

Roseola (atau roseola infantum, eksantema subitum, “sixth disease”) adalah infeksi virus yang umumnya terjadi pada bayi dan anak di bawah usia 2–3 tahun.

Infeksi ini kerap dimulai dengan demam tinggi, lalu muncul ruam ketika demam mereda.

Roseola biasanya ringan, tidak memerlukan perawatan khusus, dan anak biasanya sembuh dalam waktu sekitar seminggu.

Apa Penyebab Roseola?

Roseola disebabkan oleh virus herpes tipe 6 (HHV-6), dan kadang oleh HHV-7.

Virus ini menyebar melalui saliva (air liur), droplet pernapasan, atau kontak dekat dengan penderita.

Masa inkubasi, waktu dari terpapar virus hingga muncul gejala, biasanya sekitar 5 sampai 15 hari.

Gejala Roseola

Berikut gejala roseola berdasarkan fasenya:

1. Fase Demam Awal

Gejala pertama yang sering muncul adalah demam mendadak tinggi, bisa mencapai 39–40 °C atau lebih. Demam ini biasanya berlangsung 3–5 hari sebelum kemudian turun tiba-tiba.

2. Ruam Roseola

Setelah demam mereda, muncul ruam merah muda (spot pink) yang tidak gatal dan bisa muncul di dada, perut, punggung, lalu menyebar ke lengan & kaki.

Ruam ini bersifat sementara, biasanya hilang dalam 1–2 hari (kadang hanya beberapa jam).

Gejala Tambahan Lainnya

Beberapa anak mungkin mengalami gejala lain seperti:

  • Nafsu makan menurun.
  • Hidung meler atau batuk ringan.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
  • Mata bengkak atau iritasi ringan.
  • Lelah dan rewel.

Simak lebih lanjut mengenai Kesehatan Anak – Tips dan Informasi Lengkapnya agar ibu senantiasa bisa menjaga kondisi Si Kecil.

Bagaimana Roseola Didagnosis?

Diagnosa roseola biasanya dilakukan lewat riwayat gejala (demam tinggi lalu ruam khas) dan pemeriksaan fisik.

Dokter kadang melakukan tes darah atau PCR untuk memastikan HHV-6/7 jika kondisi imun terganggu atau gejala tidak khas.

Seringkali diagnosis baru dapat ditegakkan setelah demam turun dan ruam muncul, karena pola khas itu yang membedakan roseola dari penyakit lain.

Penanganan dan Perawatan Roseola

Berikut ini penanganan yang bisa dilakukan untuk mengatasi roseola:

1. Perawatan di Rumah

Roseola tidak memerlukan obat antivirus khusus dalam kebanyakan kasus, perawatan bersifat suportif atau menunjang. Beberapa langkah yang bisa ibu lakukan:

  • Pastikan anak tetap terhidrasi dengan baik, air putih, ASI, susu formula
  • Berikan parasetamol atau ibuprofen untuk meredakan demam dan ketidaknyamanan (sesuai dosis usia).
  • Kenakan pakaian ringan agar tidak menahan panas.
  • Istirahat yang cukup.

Penting: jangan berikan aspirin pada anak karena risiko efek samping serius (Reye syndrome).

Kapan Harus ke Dokter?

Segera ke dokter bila:

  • Demam tinggi berlanjut lebih dari 5 hari
  • Anak tampak sangat lemah, tidak mau minum
  • Muntah hebat atau diare berat
  • Kejang atau aktivitas otot tiba-tiba (febrile seizure)
  • Ruam tidak membaik atau disertai gejala lain mencurigakan
  • Anak memiliki kondisi imun lemah

Berikut Ini Rekomendasi Dokter Spesialis Anak di Halodoc yang bisa dihubungi seputar penanganan roseola.

Komplikasi yang Harus Diwaspadai

Roseola biasanya bersifat ringan, tetapi beberapa komplikasi bisa muncul, terutama pada anak dengan sistem kekebalan lemah:

  • Kejang demam (febrile seizure), terjadi pada sekitar 5–15 persen kasus karena lonjakan suhu tinggi.
  • Dalam kasus langka pada pasien imunokompromais, virus bisa menyebar dan menyebabkan masalah sistem syaraf, hepatitis, atau infeksi berat lainnya.

Pencegahan Roseola

Karena virus penyebab roseola bisa tersebar lewat saliva dan droplet, beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Rajin mencuci tangan terutama setelah menyentuh anak sakit atau permukaan yang mungkin terkena
  • Hindari kontak dekat dengan anak yang sedang demam tinggi, hingga setidaknya 24 jam setelah demam mereda
  • Jaga kebersihan permukaan mainan, alat makan, peralatan bayi
  • Jika anak sudah pernah terkena roseola, kemungkinan besar ia akan kebal (imunitas), sehingga kasus berulang jarang terjadi.

Ketahui lebih dalam mengenai Roseola – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya di sini.

Kesimpulan

Roseola adalah infeksi virus umum pada bayi dan balita yang dimulai dengan demam tinggi kemudian diikuti ruam khas.

Karena bersifat ringan dan self-limiting, pengobatan utamanya adalah mendukung tubuh agar nyaman hingga penyakit mereda.

Jika punya pertanyaan lebih lanjut mengenai perawatan roseola, jangan ragu menghubungi dokter spesialis anak di Halodoc.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Roseola (Sixth Disease) Symptoms & Causes.
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Roseola – Symptoms & causes.
Healthline. Diakses pada 2025. Roseola (Sixth Disease): Symptoms, Treatment, and More.
DermNet NZ. Diakses pada 2025. Roseola (viral rash): Causes, Symptoms, and Treatment.
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2025. Roseola in Children.