• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Rutin Cuci Tangan untuk Cegah Infeksi Nosokomial

Rutin Cuci Tangan untuk Cegah Infeksi Nosokomial

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Gangguan infeksi nosokomial dapat terjadi di lingkungan rumah sakit. Seseorang dapat mengalami infeksi nosokomial jika berada atau sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Infeksi ini bisa terjadi pada pasien, perawat, dokter, pekerja rumah sakit, atau pengunjung rumah sakit. 

Beberapa penyakit yang dapat terjadi akibat infeksi ini yaitu infeksi aliran darah, pneumonia, infeksi saluran kemih (ISK), dan infeksi luka operasi. Infeksi nosokomial dapat dicegah. Hal ini menjadi tanggung jawab bagi semua orang yang berada di rumah sakit. Beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mencegah penyebaran infeksi nosokomial di antaranya:

1. Rajin Mencuci Tangan

Bagi semua orang yang berada di rumah sakit sangat penting mencuci tangan dengan cara yang benar sesuai yang direkomendasikan WHO. Terdapat empat waktu untuk cuci tangan yang harus dilakukan saat di rumah sakit:

  • Sebelum menyentuh pasien.
  • Sebelum melaksanakan prosedur atau tindakan pada pasien.
  • Setelah terpapar cairan tubuh pasien (misalnya darah, urin, atau feses).
  • Setelah menyentuh barang-barang di sekitar pasien. 

Baca juga: Mengenal Lebih Dalam Tentang Infeksi Nosokomial

2. Menjaga Kebersihan Lingkungan Rumah Sakit 

Meskipun hanya berkunjung ke rumah sakit, kamu tetap bertanggung jawab atas kebersihannya, yaitu dengan tidak membuang sampah atau kotoran lainnya sembarangan. Selain itu, petugas rumah sakit bertugas membersihkan lingkungan rumah sakit dengan cairan pembersih atau disinfektan. Lantai rumah sakit dibersihkan sebanyak 2-3 kali per hari, sedangkan dinding dibersihkan setiap 2 minggu. 

3. Menggunakan Alat Sebagaimana Prosedurnya

Dokter melakukan tindakan medis dan menggunakan alat atau selang yang menempel pada tubuh, seperti infus, alat bantu napas, atau kateter urine. Alat-alat harus digunakan dan dipasang sesuai SOP (standar operasional prosedur) yang berlaku pada setiap rumah sakit dan sarana kesehatan.

4. Memisahkan Ruangan Pasien Tertentu

Menempatkan pasien harus sesuai dengan kondisi dan penyakit yang dialami. Misalnya, pasien dengan daya tahan tubuh rendah atau pasien yang berpotensi menularkan penyakit ke pasien lain seharusnya ditempatkan di ruang isolasi. 

Baca juga: Kenali Berbagai Gejala Infeksi Nosokomial

5. Gunakan APD (Alat Pelindung Diri)

Staf, petugas, dan setiap orang yang terlibat dalam melayani pasien di rumah sakit perlu menggunakan alat pelindung diri sesuai SOP. APD lengkap seperti sarung tangan dan masker ketika memeriksa pasien. 

Sedangkan bagi pasien atau pengunjung rumah sakit, pencegahan infeksi nosokomial dilakukan dengan cara berikut:

  • Selalu mencuci tangan setelah menggunakan toilet.
  • Mencuci tangan sebelum dan setelah makan.
  • Mengingatkan petugas di rumah sakit yang sedang menangani untuk rutin mencuci tangan.
  • Jangan sembarang menyentuh alat-alat kesehatan yang ada di rumah sakit.
  • Laporkan segera ke petugas rumah sakit yang sedang berjaga, jika ada pembengkakan, rasa nyeri, dan kemerahan di area suntikan. 
  • Hentikan kebiasaan merokok sebelum menjalani operasi, karena ini dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi. 

Waspadai Faktor Risikonya

Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang yang berada di lingkungan rumah sakit untuk terinfeksi nosokomial, di antaranya:

  • Sistem kekebalan tubuh sedang lemah.
  • Mengalami koma, cedera berat, luka bakar, atau syok.
  • Sering mengakses atau melakukan kontak dengan pasien yang mengalami penyakit menular, tanpa menggunakan APD sesuai SOP.
  • Menjalani perawatan lebih dari 3 hari atau lebih di ICU.
  • Berusia di atas 70 tahun atau masih bayi.
  • Mengonsumsi antibiotik dalam jangka panjang sebelumnya.
  • Bergantung pada alat bantu pernapasan, seperti ventilator.
  • Menggunakan infus, kateter urine, dan tabung endotrakeal (ETT).
  • Menjalani operasi.

Baca juga: Kunjungan ke Rumah Sakit Bisa Sebabkan Infeksi Nosokomial

Sebagai pengunjung atau pengidap penyakit, dapat mengurangi kunjungan ke rumah sakit dengan membicarakan penyakit pada dokter melalui aplikasi Halodoc agar terhindar dari infeksi ini. Tanpa perlu keluar rumah, masalah kesehatan kamu tetap dapat teratasi atas bantuan dokter. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Science Direct. Diakses pada 2020. Nosocomial infections: Epidemiology, prevention, control and surveillance