• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sakit Perut dan Muntah, Waspada Ciri-Ciri Hepatitis pada Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sakit Perut dan Muntah, Waspada Ciri-Ciri Hepatitis pada Anak

Sakit Perut dan Muntah, Waspada Ciri-Ciri Hepatitis pada Anak

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 02 Desember 2022

“Beberapa gejala umum dari kondisi ini pada anak adalah sakit perut, mual, dan muntah. Selain itu, hepatitis pada anak dapat menimbulkan gejala khas lain seperti jaundice atau sakit kuning.”

Sakit Perut dan Muntah, Waspada Ciri-Ciri Hepatitis pada AnakSakit Perut dan Muntah, Waspada Ciri-Ciri Hepatitis pada Anak

Halodoc, Jakarta – Hepatitis merupakan peradangan pada organ hati atau liver yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Mulai dari infeksi virus, paparan zat beracun, dan penggunaan obat-obatan tertentu. Namun, sebagian besar kasus hepatitis, disebabkan oleh infeksi virus. Mulai dari virus hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis C.

Untuk jenisnya sendiri, penyakit ini terbagi menjadi dua berdasarkan sifatnya, yakni akut (singkat dan tiba-tiba) dan kronis atau berkepanjangan. Perlu diketahui bahwa keduanya sama-sama menghambat berbagai fungsi metabolisme tubuh. Selain itu, hepatitis diketahui sebagai penyakit yang dapat menyerang segala usia, tanpa terkecuali anak-anak. 

Nah, mengingat anak juga rentan terhadap hepatitis, penting bagi orang tua untuk mewaspadai ciri atau gejalanya. Sebab, tanpa penanganan yang tepat, hepatitis diketahui dapat menimbulkan komplikasi fatal. Karena itu, yuk, ketahui apa saja ciri atau gejala hepatitis pada anak. 

Ketahui Hepatitis yang Rentan Menyerang Anak

Sebelum mengetahui gejalanya, ketahuilah beberapa jenis hepatitis yang rentan dialami oleh anak-anak, seperti:

1. Hepatitis A

Penyakit ini merupakan jenis hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis A yang mudah menular. Virus ini hidup di kotoran dari orang yang terinfeksi. Itulah mengapa sangat penting untuk mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari kamar mandi. 

2. Hepatitis B

Virus hepatitis B dapat menular melalui beberapa faktor. Mulai dari air mani, cairan vagina, dan juga air liur. Selain itu, virus hepatitis B juga dapat menular melalui persalinan. Karena itu, penting bagi ibu yang sedang hamil untuk memeriksakan penyakit ini.  Hal ini bertujuan untuk memastikan kalau ibu tidak terinfeksi, sehingga tidak berisiko menularkan hepatitis B pada anak. 

3. Hepatitis C 

Selayaknya hepatitis B, hepatitis C merupakan penyakit yang juga dapat menular pada bayi selama persalinan. Karena itu,  ibu yang terinfeksi penyakit ini, perlu melakukan operasi caesar pada proses persalinan. Hal ini bertujuan untuk menurunkan risiko penularan pada bayi.  Sebab, bayi yang dilahirkan melalui persalinan normal rentan mengalami kondisi yang serupa, jika ibunya terinfeksi hepatitis C.   

Ciri-Ciri Hepatitis pada Anak

Beberapa anak yang mengidap hepatitis bisa saja tidak menunjukkan tanda-tanda mengidap penyakit tersebut. Namun, beberapa gejala umum dari kondisi ini pada anak adalah sakit perut, mual, dan muntah. Selain itu, hepatitis pada anak dapat menimbulkan gejala seperti: 

  • Demam tinggi. 
  • Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan secara signifikan.
  • Urine yang berwarna gelap, gejala ini dapat terjadi ketika hepatitis berkembang. 
  • Tinja yang berwarna terang. 
  • Gejala yang lebih serius ketika hepatitis semakin berkembang, seperti penyakit kuning atau jaundice, yaitu menguningnya kulit dan bagian putih mata.

Perlu diingat bahwa Gejala kondisi ini mungkin terlihat seperti gejala masalah kesehatan lainnya. Karena itu, penting untuk segera memeriksakan kondisi kesehatan anak jika menunjukkan gejala tersebut untuk memastikan diagnosisnya. 

Itulah beberapa ciri-ciri hepatitis pada anak yang perlu diwaspadai. Selain sakit perut dan muntah, hepatitis pada anak dapat menimbulkan beberapa gejala khas ketika penyakitnya sudah semakin berkembang. Salah satunya adalah jaundice atau penyakit kuning yang dapat terlihat pada mata atau kulit.

Karena itu, penting bagi ibu untuk senantiasa mengawasi kondisi kesehatan anak. Selain itu, anak-anak perlu mendapatkan vaksin hepatitis B dan hepatitis A untuk mencegah infeksi. Sayangnya, hingga saat ini, tidak ada vaksin untuk hepatitis tipe C, D dan E. Alhasil, tindak pencegahan dan perawatan sedari dini merupakan dua hal penting yang perlu dilakukan. 

Jika anak mengalami beberapa gejala hepatitis, sebaiknya segeralah periksakan kondisinya ke dokter. Nah, melalui aplikasi Halodoc, ibu bisa membuat janji temu dokter di rumah sakit. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu berlama-lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2022. How to Identify Hepatitis Symptoms in Children. 
Kids Health. Diakses pada 2022. Hepatitis. 
American Liver Foundation. Diakses pada 2022. Hepatitis C in Children
Children’s Hospital of Pittsburgh. Diakses pada 2022. Hepatitis B in Children: Symptoms and Treatment
World Health Organization. Diakses pada 2022. Hepatitis A