Ad Placeholder Image

Sandung Lamur: Kandungan Nutrisi, Manfaat, dan Cara Mengonsumsinya

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Sandung lamur mengandung protein, lemak sehat, dan mineral penting yang bermanfaat bagi tubuh jika dikonsumsi dengan cara yang tepat.

Sandung Lamur: Kandungan Nutrisi, Manfaat, dan Cara MengonsumsinyaSandung Lamur: Kandungan Nutrisi, Manfaat, dan Cara Mengonsumsinya

DAFTAR ISI


Daging sapi merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling digemari dan dikonsumsi secara luas oleh masyarakat Indonesia. Di antara berbagai jenis potongan daging sapi yang tersedia di pasaran, daging sandung lamur memegang peranan yang sangat penting dalam kekayaan kuliner nusantara. Dikenal juga dengan sebutan brisket dalam bahasa Inggris, sandung lamur adalah potongan daging yang berasal dari bagian dada bawah atau sekitar ketiak sapi. Karakteristik utama dari daging ini adalah teksturnya yang khas karena mengandung banyak jaringan ikat, kolagen, serta lapisan lemak yang cukup tebal menempel pada serat dagingnya.

Dalam tradisi kuliner Indonesia, daging sandung lamur merupakan “bintang utama” dari berbagai hidangan berkuah legendaris. Sebut saja rawon khas Jawa Timur yang hitam legam dan gurih, soto daging, asem-asem daging, hingga kaldu kuah bakso yang ngaldu banget. Lapisan lemak pada sandung lamur inilah yang perlahan meleleh saat direbus dalam waktu lama, memberikan sensasi rasa umami yang kaya, aroma kaldu yang sangat kuat, serta membuat tekstur kuah menjadi lebih kental dan *mouthfeel* yang memuaskan. Tidak heran, potongan daging ini selalu menjadi incaran para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner.

Namun, di balik kelezatannya yang menggugah selera, konsumsi daging sandung lamur kerap memunculkan pertanyaan dari sisi kesehatan. Kandungan lemaknya yang cukup tinggi sering kali dikaitkan dengan risiko peningkatan kolesterol, penyakit jantung, hingga masalah tekanan darah tinggi jika tidak dikonsumsi dengan bijak. Di sisi lain, sandung lamur juga menyimpan nutrisi esensial yang tidak bisa dipandang sebelah mata, seperti protein berkualitas tinggi, zat besi, zinc, dan berbagai vitamin B kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menjalankan metabolisme secara optimal.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami anatomi nutrisi dari daging sandung lamur secara menyeluruh. Mengetahui cara yang tepat untuk mengolah dan mengatur porsi konsumsinya adalah kunci agar kita tetap bisa menikmati kelezatan rawon atau soto kesukaan tanpa perlu mengorbankan kesehatan jangka panjang. Nah, mau tahu apa saja rincian nutrisi, manfaat, serta cara aman mengonsumsi daging sandung lamur? Berikut ulasan lengkapnya!

Kandungan Nutrisi Daging Sandung Lamur

Sebagai produk hewani, daging sandung lamur menawarkan profil nutrisi yang padat. Nilai gizi ini bisa sedikit bervariasi tergantung pada usia sapi, jenis pakan sapi (grass-fed atau grain-fed), serta seberapa banyak lemak visual yang dipotong sebelum dimasak. Secara umum, dalam 100 gram daging sandung lamur yang dimasak, kamu bisa menemukan komponen nutrisi sebagai berikut:

1. Protein Berkualitas Tinggi

Daging sandung lamur merupakan sumber protein lengkap (complete protein), yang berarti ia mengandung ke-9 asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh manusia. Dalam 100 gram daging ini, terdapat sekitar 21 hingga 25 gram protein. Protein sangat krusial untuk perbaikan sel-sel yang rusak, pembentukan jaringan otot baru, serta produksi enzim dan hormon dalam tubuh.

2. Profil Lemak (Lemak Jenuh dan Tak Jenuh)

Inilah yang membuat sandung lamur spesial sekaligus perlu diwaspadai. Sekitar 20 hingga 30 persen dari berat mentahnya bisa berupa lemak. Namun, tidak semua lemak pada daging sapi adalah lemak jahat. Hampir setengah dari lemak pada daging sapi merupakan lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fat), khususnya asam oleat—jenis lemak sehat yang sama seperti yang ditemukan pada minyak zaitun. Sayangnya, setengah sisanya adalah lemak jenuh (saturated fat) yang dapat berdampak pada profil lipid darah jika asupannya tidak dikontrol.

3. Zat Besi Heme (Heme Iron)

Daging merah seperti sandung lamur merupakan salah satu sumber terbaik zat besi heme. Berbeda dengan zat besi non-heme yang didapatkan dari tumbuhan (seperti bayam), zat besi heme dari daging sangat mudah dan efisien diserap oleh saluran pencernaan manusia. Ini menjadikannya amunisi yang sangat efektif untuk mengatasi masalah kekurangan darah merah.

4. Vitamin B Kompleks dan Zinc

Daging sapi bagian dada ini sangat kaya akan Vitamin B12 (Cobalamin), Vitamin B6, Niasin (Vitamin B3), dan Riboflavin (Vitamin B2). Vitamin-vitamin ini bekerja sama untuk mengubah makanan menjadi energi yang bisa digunakan oleh tubuh. Selain itu, kandungan Zinc di dalamnya sangat krusial untuk menjaga fungsi sistem imun agar tetap optimal.

Manfaat Kesehatan dari Daging Sandung Lamur

Jika dikonsumsi dalam porsi yang wajar dan diolah dengan cara yang tepat, daging sandung lamur bisa memberikan berbagai dampak positif bagi tubuh kamu, di antaranya:

1. Mencegah dan Mengatasi Anemia Defisiensi Besi

Anemia atau kurang darah merupakan masalah kesehatan yang sangat umum terjadi di Indonesia, terutama pada wanita usia subur, ibu hamil, dan anak-anak dalam masa pertumbuhan. Kandungan zat besi heme yang melimpah pada daging sandung lamur membantu tubuh memproduksi hemoglobin dengan lebih cepat. Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Dengan sirkulasi oksigen yang lancar, keluhan seperti mudah lelah, pucat, dan sulit berkonsentrasi bisa teratasi.

2. Mendukung Pertumbuhan dan Pemeliharaan Massa Otot

Bagi kamu yang sedang aktif berolahraga atau berada dalam program pembentukan otot, asupan protein yang cukup sangatlah mutlak. Asam amino esensial dalam sandung lamur berfungsi sebagai “batu bata” yang memperbaiki serat-serat otot mikro yang robek setelah latihan fisik. Selain itu, bagi orang lanjut usia, konsumsi protein hewani berkualitas tinggi sangat dianjurkan untuk mencegah sarkopenia, yaitu kondisi penurunan massa dan fungsi otot akibat penuaan.

3. Menjaga Fungsi Saraf dan Kognitif Otak

Vitamin B12 adalah nutrisi esensial yang secara eksklusif hanya ditemukan secara alami pada produk hewani, termasuk daging sandung lamur. Vitamin B12 sangat penting untuk pembentukan selubov mielin, yaitu selaput pelindung yang mengelilingi saraf tubuh. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen, penurunan daya ingat, hingga peningkatan risiko demensia di masa tua.

Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai dari Daging Merah Berlemak
  1. Kandungan Kalori yang Padat: Lemak memiliki kalori dua kali lipat lebih banyak (9 kalori/gram) dibandingkan protein atau karbohidrat (4 kalori/gram), sehingga berpotensi memicu kenaikan berat badan.
  2. Metode Pemasakan Ekstrem: Membakar atau menggoreng daging sapi hingga gosong dapat memicu pembentukan senyawa HCA (Heterocyclic Amines) yang bersifat karsinogenik (memicu kanker).
  3. Kandungan Purin: Daging merah mengandung purin yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah jika dikonsumsi berlebihan.

Risiko dan Efek Samping Konsumsi Berlebihan

Sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik, begitu pula dengan konsumsi daging sandung lamur. Mengingat kandungan lemak jenuhnya yang dominan, asupan sandung lamur yang terlalu sering dan dalam porsi besar dapat memicu penumpukan plak pada pembuluh darah (aterosklerosis). Kondisi ini perlahan-lahan membuat pembuluh darah menyempit dan mengeras, memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah.

Jika kamu sering mengonsumsi makanan bersantan kental dan daging berlemak lalu mulai merasakan gejala kolesterol tinggi seperti tengkuk terasa berat, nyeri dada sebelah kiri, atau mudah lelah tanpa sebab yang jelas, jangan tunda untuk melakukan konsultasi medis dan pemeriksaan laboratorium. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi fatal seperti serangan jantung atau stroke sumbatan.

Selain itu, sistem pencernaan juga membutuhkan waktu lebih lama untuk memecah protein dan lemak kompleks dari daging. Makan daging berlemak terlalu banyak pada satu waktu dapat menyebabkan perut terasa begah, kembung, hingga memicu naiknya asam lambung (GERD), terutama jika kamu langsung berbaring setelah makan besar.

Tips Mengolah Daging Sandung Lamur yang Sehat

Agar tetap bisa menikmati kaldu lezat sandung lamur tanpa rasa bersalah, kamu bisa menerapkan beberapa teknik cerdas di dapur berikut ini:

1. Gunakan Teknik Slow Cooking atau Presto

Daging sandung lamur memiliki banyak jaringan ikat (kolagen) yang membuatnya alot jika dimasak sebentar. Gunakan teknik braising (merebus dengan sedikit air berbumbu pada api kecil) atau gunakan panci tekan (presto). Proses masak yang lambat ini akan memecah kolagen menjadi gelatin alami yang lembut, memberikan tekstur kuah yang mengental tanpa perlu menambahkan santan secara berlebihan.

2. Trik Membuang Lemak Jenuh pada Kuah

Jika kamu membuat kaldu sapi dari sandung lamur, biarkan kaldu tersebut mendingin pada suhu ruang, lalu masukkan ke dalam kulkas selama beberapa jam. Lemak sapi yang jenuh akan membeku dan mengambang di permukaan panci membentuk lapisan putih yang padat. Kamu bisa mengangkat dan membuang lapisan lemak beku tersebut sebelum memanaskan kaldunya kembali. Dengan cara ini, kamu mendapatkan rasa kaldu yang kuat namun dengan kandungan lemak yang jauh lebih rendah.

3. Kombinasikan dengan Sayuran Berserat Tinggi

Jangan pernah memakan hidangan daging tanpa pendamping serat. Serat sangat krusial untuk mengikat kelebihan lemak dan kolesterol di saluran cerna dan membuangnya melalui feses. Tambahkan potongan tomat, kubis, wortel, buncis, atau tauge dalam jumlah banyak ke dalam masakan dagingmu. Di samping itu, jika kamu merasa pola makanmu sedang kurang teratur, kamu juga bisa melengkapi kebutuhan nutrisi tubuh dengan suplemen dan vitamin yang tepat untuk menjaga daya tahan tubuh dan metabolisme.

Studi Mengenai Konsumsi Daging Merah dan Lemak

American Journal of Clinical Nutrition pernah menerbitkan tinjauan studi komprehensif terkait konsumsi daging merah. Studi tersebut menyimpulkan bahwa konsumsi daging sapi segar yang tidak diproses (unprocessed red meat) dalam batas wajar (sekitar 350-500 gram per minggu secara total) tidak secara langsung berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung akut, asalkan pola makan secara keseluruhan (dietary pattern) mencakup asupan serat, sayuran, dan biji-bijian utuh yang tinggi.

Studi lain juga menyoroti bahwa lemak intramuskular pada sapi yang diberi makan rumput (grass-fed beef) memiliki profil asam lemak yang sedikit lebih baik, dengan kandungan Omega-3 dan *Conjugated Linoleic Acid* (CLA) yang lebih tinggi. CLA ini secara ilmiah sedang diteliti karena potensinya sebagai antioksidan alami. Oleh karena itu, kualitas bahan baku dan cara menyajikan sangat menentukan apakah daging sandung lamur tersebut menjadi hidangan bergizi atau sekadar sumber kalori kosong.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2024. Protein.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Meat and poultry: How to fit them into your healthy diet.
National Institutes of Health (NIH) Office of Dietary Supplements. Diakses pada 2024. Iron – Fact Sheet for Health Professionals.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI).
American Journal of Clinical Nutrition. Diakses pada 2024. Red meat consumption and cardiovascular disease.

FAQ

1. Apakah daging sandung lamur tinggi kolesterol?

Ya, karena sandung lamur memiliki proporsi lemak yang lebih tinggi dibandingkan potongan daging tanpa lemak (seperti has dalam/tenderloin). Meskipun lemaknya memberikan rasa lezat, konsumsi berlebihan dapat memengaruhi kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam tubuh, sehingga perlu diimbangi dengan sayuran berserat tinggi.

2. Berapa batas aman konsumsi daging merah seperti sandung lamur per minggu?

Organisasi kesehatan dunia dan ahli gizi umumnya menyarankan untuk membatasi konsumsi daging merah (termasuk sandung lamur) hingga maksimal 350 hingga 500 gram berat matang per minggu, yang sebaiknya dibagi ke dalam 2-3 porsi makan, bukan dihabiskan sekaligus.

3. Apakah sandung lamur cocok untuk diet Keto?

Daging sandung lamur sangat populer di kalangan pelaku diet Ketogenik (diet tinggi lemak, sangat rendah karbohidrat). Kandungan lemak dan proteinnya yang padat dapat membantu mencapai ketosis. Namun, pastikan untuk tidak mengabaikan asupan sayuran rendah karbohidrat untuk menjaga fungsi pencernaan dan mencegah kurangnya mikronutrisi.

4. Bagaimana cara melembutkan daging sandung lamur tanpa mengurangi nutrisinya?

Cara terbaik adalah memasaknya dengan metode panas basah secara perlahan pada suhu rendah (slow braising atau merebus api kecil). Hindari merebus daging berulang kali dan membuang semua air rebusannya, karena banyak vitamin B kompleks (yang larut air) akan terbuang sia-sia bersama air rebusan pertama tersebut.